Caption Foto : dr. Yuanita Puspa C. Sp.BP-RE saat dialog program Humas RSUD yang pandu oleh Gianita

mediapetisi.net – Program humas RSUD Jombang menyapa kali ini membawakan materi tentang luka bakar oleh dokter spesialis bedah plastik dr.Yuanita Puspa C,Sp.BP-RE. Sabtu (13/11/2021)

dr. Yuanita Puspa C,Sp.BP-RE. menyampaikan luka bakar merupakan  kerusakan yang terjadi pada area kulit yang bisa disebabkan karena panas, bahan kimia, sengatan listrik, radiasi sinar matahari, dan radiasi. Ciri paling umum luka bakar adalah kerusakan kulit yang parah hingga menyebabkan kematian sel kulit yang terbakar.

“Kejadian luka bakar yang umum adalah luka bakar yang terjadi di rumah atau ketika bekerja . Sering kali didapatkan luka bakar ringan dari air panas, setrika, atau menyentuh kompor panas di dapur. Pertolongan pertama di rumah atau di tempat kerja biasanya untuk mencegah timbul masalah lain seperti infeksi, sebelum penderita di bawa ke Rumah Sakit. Perlu kita ketahui bahwa luka bakar melukai lapisan kulit dan juga bisa melukai bagian lain dari tubuh, seperti otot, pembuluh darah, saraf, tulang,” terangnya.

Menurut dr. Yuli, luka bakar sendiri memiliki jenis dan derajat luka bakar yang berbeda. Jenis luka bakar dapat dibagi berdasarkan penyebabnya (panas, listrik, zat kimia, gesekan, atau radiasi), derajat (kedalaman kulit yang terkena), intensitasnya ringan, sedang, sampai berat berdasarkan luas permukaan kulit yang terkena pada luka bakar tersebut.

Contoh luka bakar termal seperti yang disebabkan oleh api, uap, benda panas, atau cairan panas yang sering terjadi di rumah tangga. Ada luka bakar suhu dingin disebabkan oleh paparan suhu yang rendah seperti saat memanjat puncak gunung, luka bakar listrik disebabkan oleh kontak dengan listrik atau akibat sambaran petir.

“Selain itu, ada luka bakar kimia yang disebabkan oleh kontak dengan bahan kimia di rumah tangga atau bahan kimia industri dalam atau bentuk cair, padat, gas.l. Ada juga luka bakar radiasi disebabkan oleh paparan sinar matahari saat berjemur, tanning,” jelasnya.

Sedangkan derajat keparahan Luka bakar terdapat klasifikasi untuk derajat keparahan luka bakar yang membutuhkan penanganan berbeda. Luka bakar berdasar kedalaman diklasifikasikan dengan derajat pertama, kedua, ketiga, atau keempat, tergantung pada seberapa lapisan kulit dan jaringan yang terbakar. Semakin dalam luka bakar dan lebih besar area yang terbakar, lebih serius luka bakar yang terjadi.

Lanjut dr. Yuanita luka bakar derajat 1, contohnya luka bakar yang terjadi saat berjemur matahari, akan sembuh sendiri dalam hitungan jam, kulit akan berwarna lebih gelap namun tidak timbul luka,bilq masih terasa nyeri, penderita bisa minum obay analgetik.Untuk luka derajat 2 dan 3 dimana sudah timbul luka, penderita di bawa ke RS,” paparnya.

Tips Menangani Korban Luka Bakar, jauhkan korban dari sumber panas yang membuatnya terbakar, apabila memungkinkan hentikan sumber panasnya. Dinginkan daerah tubuh yang terbakar dengan air mengalir selama 20 menit, segera setelah trauma. Tutup luka dengan bahan bersih yang tidak lengket. Kalau di rumah contohnya seprei, atau selimut yang bersih.

“Lepaskan pakaian dan hati – hati saat melepas agar kulit yang luka tidak terkelupas, asesoris dan perhiasan dari daerah yang dekat dengan luka bakar di tubuh korban.Luka jangan dioles dengan pasta gigi, abu gosok, kalau madu boleh,” pungkas dr. Yuanita. 

Untuk mendapatkan pelayanan atau konsultasi terkait luka bakar bisa langsung datang ke Poli Bedah Plastik RSUD Jombang dari pukul 07.00- 12.00 WIB untuk hari Senin-Kamis dan untuk hari Jumat pukul 07.00-11.00 WIB. “Stop, drop dan roll untuk cegah baju terbakar”. (lis)