Caption Foto : Kepala Puskesmas Mayangan dr. Suryarini Choerunisya saat membuka FKP
mediapetisi.net – Puskesmas Mayangan Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang melaksanakan Forum Konsultasi Publik (FKP) sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forkopimcam serta berbagai lintas sektor terkait, termasuk perangkat desa/kelurahan, kader kesehatan, dan mitra kerja lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, Puskesmas Mayangan memaparkan standar pelayanan yang menjadi acuan dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Selain itu, disampaikan pula capaian kinerja selama tahun 2025 sebagai bahan evaluasi bersama, serta rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.

Kepala Puskesmas Mayangan dr. Suryarini Choerunisya dalam sambutannya menyampaikan bahwa Forum Konsultasi Publik merupakan wadah koordinasi penting untuk memperkuat sinergi antar sektor dalam mendukung pembangunan kesehatan. Melalui forum ini diharapkan seluruh pihak dapat memberikan masukan, saran, serta dukungan dalam peningkatan mutu pelayanan.
Struktur pelayanan Puskesmas Mayangan saat ini menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP) dengan 5 klaster berbasis siklus hidup untuk pelayanan dalam gedung dan jejaring luar gedung. Ini mencakup Klaster 1 (Manajemen), Klaster 2 (Ibu & Anak), Klaster 3 (Dewasa & Lansia), Klaster 4 (Penyakit Menular/Kesling), serta Lintas Klaster.
“Sedangkan layanan luar gedung (Jejaring dan Jaringan) diantaranya Puskesmas Pembantu (Pustu) di Tambar yang melayani desa/kelurahan, fokus ke pelayanan dasar. Polindes/Ponkesdes, Pelayanan kesehatan ibu dan anak tingkat desa.Posyandu merupakan pelayanan berbasis masyarakat (Posyandu Balita, Posyandu Lansia/Prima). Dan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) pemantauan kesehatan langsung ke keluarga (terutama yang berisiko),” jelas dr. Nisya panggilan akrab Kepala Puskesmas Mayangan dr. Suryarini Choerunisya
Menurut dr. Nisya, data penyakit terbanyak di Puskesmas Mayangan diantaranya Acute nasopharyngitis (common cold) atau batuk pilek biasa menempati urutan pertama dengan total 695 kasus. Kesehatan Ibu terdapat 307 kasus terkait temuan abnormal pada pemeriksaan kehamilan (antenatal screening). Sedangkan penyakit tidak menular seperti Hipertensi dan Diabetes Melitus tipe 2 masuk dalam daftar 10 besar, menunjukkan tingginya angka penyakit kronis di wilayah Puskesmas Mayangan.
“Terkait pelayanan, mulai ada BPJS di Puskesmas tidak ada layanan dokter spesialis karena ada 144 diagnosa yang harus selesai di Puskesmas. Di Puskesmas adanya dokter umum dan dokter gigi. Kalau memang harus spesialis ada rujukan dari Puskesmas. Tadi ada masukan kalau memang penyakit harus dirujuk, iya memang sesuai diagnosa pasien,” terangnya.
Sedangkan program pengaktifan Kartu BPJS PBI, yang merupakan program jaminan kesehatan gratis dari pemerintah bagi masyarakat kurang mampu. Iuran bulanan peserta ditanggung melalui APBN atau APBD. Dengan ketentuan masyarakat tergolong fakir miskin dan tidak mampu, pasien sudah pernah memiliki kartu BPJS Kesehatan sebelumnya dan diutamakan bagi pasien penyakit kronis yang membutuhkan penanganan berkelanjutan.
“Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari peserta terkait peningkatan akses pelayanan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan program kesehatan. Kami berharap, dengan adanya FKP bentuk dukungan lintas sektor ini dapat meningkatkan mutu pelayanan dan keberhasilan program kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Mayangan – Jogoroto,” pungkas dr. Nisya. (yn)










