Caption Foto : Kepala Disdikbud Jombang Wor Windari saat mengunjungi stand PKBM

Jombang, mediapetisi.net – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang gelar Gebyar Sarasehan dan Festival Literasi, Numerasi Pendidikan Kesetaraan 2026 untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan kesetaraan agar tidak hanya berorientasi pada pencapaian ijazah. Bertempat di halaman belakang Kantor Disdikbud Jombang. Rabu (9/9/2026)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Wor Windari menyampaikan, pendidikan merupakan investasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pemerintah berkomitmen memastikan masyarakat memperoleh kesempatan mendapatkan pendidikan yang bermutu, termasuk melalui jalur pendidikan non formal.

“Pendidikan Kesetaraan memiliki peran strategis dalam memberikan kesempatan belajar bagi masyarakat yang belum memperoleh maupun belum menyelesaikan pendidikan formal. Namun, pendidikan kesetaraan tidak boleh hanya dimaknai sebagai jalan untuk mendapatkan ijazah,” terangnya.

Menurut Wor Windari, pendidikan harus mampu membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, karakter, kreativitas, kemandirian, serta kemampuan menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. Selain itu penguatan kemampuan literasi dan numerasi menjadi bagian fundamental dalam proses tersebut.

“Liiterasi dan numerasi, bukan sekadar kemampuan membaca, menulis dan berhitung. Lebih jauh, keduanya merupakan kecakapan untuk memahami informasi, berpikir kritis, memecahkan persoalan, mengambil keputusan, serta menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Gebyar Sarasehan dan Festival Literasi, Numerasi Pendidikan Kesetaraan 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan mutu Pendidikan Kesetaraan di Kabupaten Jombang. Apresiasi juga diberikan terhadap rangkaian kegiatan festival yang menghadirkan pameran hasil karya peserta didik serta pentas seni.

“Pameran karya menjadi bukti bahwa proses pembelajaran di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Peserta didik diberikan ruang untuk berkreasi, berinovasi, mengembangkan keterampilan hingga menghasilkan karya yang memiliki nilai manfaat,” papar Wor Windari.

Sedangkan pentas seni dinilai bukan sekadar menjadi hiburan. Di dalamnya terdapat proses pendidikan yang dapat membangun kepercayaan diri, keberanian tampil, kreativitas, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya.

“Kami berharap para peserta didik Paket A, Paket B dan Paket C dapat memanfaatkan festival ini sebagai ruang untuk menunjukkan potensi terbaik sekaligus meningkatkan kepercayaan diri. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan kesetaraan di Kabupaten Jombang,” harap Wor Windari.

Sementara itu, Kepala Bidang PAUD dan PNF Disdikbud Jombang Maria Ulfa menjelaskan bahwa Gebyar Sarasehan dan Festival Literasi Numerasi Pendidikan Kesetaraan Tahun 2026 dirancang sebagai wadah apresiasi sekaligus aktualisasi peserta didik.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi, meningkatkan kepercayaan diri, kreativitas dan kemandirian, hingga memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengenalkan dan mempromosikan hasil karya serta produk keterampilan atau vokasional,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan juga diarahkan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam mengomunikasikan ide, gagasan dan hasil karya, sekaligus melestarikan serta memperkenalkan seni dan budaya lokal Kabupaten Jombang. Kegiatan tersebut diikuti oleh 26 satuan pendidikan kesetaraan, yang terdiri dari 2 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan 24 PKBM di Kabupaten Jombang.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga digelar pameran yang menghadirkan 30 stan. Sebanyak 26 stan berasal dari SKB dan PKBM se-Kabupaten Jombang, sedangkan empat stan lainnya berasal dari lembaga dan organisasi mitra pendidikan. 26 stan dari SKB dan PKBM menampilkan berbagai hasil karya serta produk keterampilan peserta didik yang dikembangkan melalui proses pembelajaran maupun kegiatan keterampilan dan vokasional di masing-masing satuan pendidikan.

“Selain pameran, kegiatan juga diramaikan dengan pentas seni yang diikuti oleh 26 penampilan dari peserta didik SKB dan PKBM se-Kabupaten Jombang. Keberadaan pentas seni menjadi salah satu rangkaian utama yang mempertemukan unsur pendidikan, kreativitas dan kebudayaan dalam satu kegiatan,” pungkas Maria Ulfa. (yn)

Tags :

Caption Foto : Warga saat memanfaatkan layanan kesehatan gratis dari PG Djombang Baru

Jombang, mediapetisi.net – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Pabrik Gula (PG) Djombang Baru kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa layanan kesehatan gratis bagi warga RW 5 Sambong Permai dan bagi sembako bagi masyarakat di lingkungan PG Djombang Baru. Rabu (9/9/2026)

Manajer Keuangan PG Djombang Baru Sa’i ketika dikonfirmasi menyampaikan layanan kesehatan gratis ini merupakan bentuk komitmen PG Djombang Baru dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Melalui kegiatan tersebut, warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan secara gratis.

“Selain layanan kesehatan, PG Djombang Baru juga melaksanakan program berbagi sembako bagi masyarakat di lingkungan PG Djombang Baru. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial perusahaan dalam berbagi manfaat dan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar,” terangnya.

Tidak hanya itu, berbagai kegiatan CSR yang disalurkan pihak PG Djombang Baru merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Melalui berbagai kegiatan CSR, PG Djombang Baru berupaya memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Kami berharap layanan kesehatan gratis dan kegiatan berbagi sembako ini dapat memberikan manfaat sekaligus mempererat hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat,” ujar Sa’i.

PG Djombang Baru juga berkomitmen untuk terus menjalankan berbagai program CSR secara berkelanjutan, baik dalam bidang kesehatan, sosial, maupun lingkungan. “Melalui semangat kepedulian dan berbagi, perusahaan berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar,” harap Sa’i.

Untuk program layanan kesehatan gratis dan berbagi sembako mendapat sambutan positif dari warga. Ketua RW 5 Sambong Permai Agus Susilo, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PG Djombang Baru atas perhatian serta kepedulian yang diberikan kepada warga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PG Djombang Baru yang telah memberikan layanan pengobatan gratis bagi warga Sambong Permai. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan kami berharap kepedulian seperti ini dapat terus berlanjut,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Urifah, salah satu warga Sambong Permai. Menurutnya, kegiatan pengobatan gratis sangat membantu masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

“Kami sangat berterima kasih kepada PG Djombang Baru. Adanya pengobatan gratis ini sangat membantu warga. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Urifah. (yn)

Tags :

Caption Foto : Dari tengah Gus Wabup, Kepala DLH Miftahul Ulum, Ketua TP-PKK Yuliati Warsubi dan Ketua DWP Lilik Agus dan penerima penghargaan

Jombang, mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni peningkatan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan Program Kampung Iklim (ProKlim) melalui Sosialisasi Smart Card Beresin Sampah dan Administrasi Bank Sampah di ruang Bung Tomo Kantor Pemkab Jombang. Selasa (8/9/2026)

Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid menyampaikan Sosialisasi Smart Card Beresin Sampah dan Administrasi Bank Sampah menjadi bagian dari upaya Pemkab Jombang dalam memperkuat program Kampung Iklim (ProKlim)sekaligus membangun kesadaran masyarakat agar pengelolaan sampah dilakukan sejak dari sumbernya.

“Perubahan iklim saat ini telah menjadi tantangan nyata yang dirasakan masyarakat. Mulai dari peningkatan suhu udara, perubahan pola curah hujan hingga meningkatnya risiko bencana lingkungan. Karena itu, diperlukan langkah nyata dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mengurangi emisi gas rumah kaca,” terang Gus Wabup panggilan akrab Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid.

Menurut Gus Wabup, salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Jombang adalah melalui pengembangan Program Kampung Iklim. Program tersebut mendorong masyarakat melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan.

“Keberhasilan ProKlim sangat ditentukan oleh keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah dari sumbernya. Kami sangat mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam mendukung kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di lingkungannya masing-masing,” ujarnya.

Komitmen tersebut mulai menunjukkan hasil positif, terlihat dari meningkatnya jumlah lokasi yang berpartisipasi dalam program ProKlim di Kabupaten Jombang. Pada 2025, tercatat satu lokasi meraih predikat ProKlim Lestari, yakni Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan Jombang. Selain itu, tiga lokasi meraih predikat ProKlim Utama dan tujuh lokasi meraih predikat ProKlim Madya.

Tahun 2026, terdapat lima lokasi calon ProKlim yang diajukan, yakni Desa Carangrejo Kecamatan Kesamben, Desa Rejoagung Kecamatan Ploso, Desa Mojotrisno Kecamatan Mojoagung, Desa Sambongdukuh dan Desa Jabon Kecamatan Jombang..

Pemkab Jombang juga terus memperkuat pembinaan dan pelatihan dengan menggandeng PKK Kabupaten Jombang melalui program Gerakan Sampah Sayang. Peran PKK dalam mendukung pengelolaan sampah menjadi sangat penting, karena kegiatannya langsung menyentuh keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.

“Melalui sosialisasi Smart Card Beresin Sampah, masyarakat diperkenalkan dengan sistem pengelolaan sampah yang lebih tertib sekaligus memberikan manfaat ekonomi melalui mekanisme tabungan sampah. Pencatatannya dapat dilakukan dengan lebih mudah dan akurat serta terdokumentasi dengan baik,” jelas Gus Wabup.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang Miftahul Ulum mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi sosialisasi, tetapi diarahkan untuk memperkuat kelembagaan dan partisipasi masyarakat dalam aksi lingkungan.

Ada 4 tujuan utama yang ingin dicapai, yang pertama meningkatkan jumlah dan kualitas Kampung ProKlim di Kabupaten Jombang. Kedua, mengoptimalkan peran masyarakat melalui Gerakan Sampah Sayang dalam memilah dan mengolah sampah dari sumbernya. Ketiga adalah meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat dari hasil pengolahan sampah melalui sistem tabungan sampah yang lebih efektif. Dan keempat mendukung pencapaian indikator Program Kampung Iklim, khususnya pada aspek mitigasi perubahan iklim melalui pengolahan sampah berbasis masyarakat.

“Smart Card Beresin Sampah diharapkan mampu membuat aktivitas bank sampah menjadi lebih tertib, transparan dan mudah dipantau. Masyarakat tidak hanya diajak menjaga kebersihan, tetapi juga mendapatkan nilai ekonomi dari sampah yang mereka pilah dan kumpulkan,” harapnya.

Miftahul Ulum menegaskan, pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya. Dengan sistem yang lebih tertib, masyarakat dapat mengetahui pencatatan sampahnya sekaligus manfaat ekonomi yang diperoleh. Penerapan Smart Card Beresin Sampah dapat semakin memperkuat keberadaan bank sampah di tingkat masyarakat dan mendorong semakin banyak wilayah di Jombang berkembang menjadi Kampung ProKlim.

“Selain itu, kami juga berharap partisipasi masyarakat semakin meningkat, sehingga pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadapi perubahan iklim,” pungkasnya.

Tags :

Caption Foto : Dari kiri Kabid Pemasaran Heri, Kabid Bapperida Dadan, Kepala Disdagrin Anjik, Ketua Dekranasda Yuliati, Wakil Ketua Ning Ema

Jombang, mediapetisi.net – Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, punya komitmen tinggi untuk mempromosikan batik khas Jombang ke kancah nasional.

Salah satunya, dengan membawanya ke panggung Batik In Motion 2026 di Kota Probolinggo. Mengenakan busana berbahan batik karya Art Shop Batik Kluwer dengan tema tema “Tradition in Rhythm, Culture in Movement” dan penampilannya berhasil masuk tiga terbaik dalam Gathering Ladies of Batik pada ajang Batik In Motion 2026 pada hari Jum’at 4 September 2026

Ketua Dekranasda Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi ini tampil mengenakan busana berbahan batik Jombang karya Art Shop Batik Kluwer, milik Abidah, pelaku UMKM asal Dusun Sanan Timur, Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung.

Pilihan itu sekaligus menjadi bentuk dukungan Yuliati terhadap karya perajin dan pelaku UMKM lokal. Sebelum mengenakannya di Probolinggo, dia terlebih dahulu berkunjung ke Art Shop Batik Kluwer. Ia berdialog langsung dengan Abidah yang telah terjun ke dunia desain dan jahit sejak 2000.

“Saya melihat potensi batik Jombang untuk dikembangkan menjadi busana yang lebih modern. Kalau bisa memakai batik Jombang, kenapa tidak? Kita punya banyak kain yang bagus dan desainer yang kreatif. Tinggal bagaimana kita membuat desain yang bagus dan modern,’’ terangnya.

Pilihan tersebut ternyata mendapat apresiasi. Dalam gelaran Batik In Motion 2026, penampilan Yuliati dengan busana berbahan batik Jombang berhasil masuk tiga terbaik. Busana tersebut tampil dengan perpaduan warna merah muda, hijau, dan cokelat. Kombinasi tersebut membuat batik terlihat segar sekaligus elegan. Motif flora yang dipadukan dengan bentuk fauna ekspresif kemudian dikemas menjadi setelan feminin dengan sentuhan modern.

’’Batik Jombang tidak harus selalu tampil dalam bentuk yang kaku atau konvensional. Dengan kreativitas desainer lokal, kain batik dapat diolah menjadi busana yang lebih modern, anggun, dan sesuai dengan berbagai kesempatan,’’ jelas Yuliati.

Sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Jombang periode 2025-2030, Yuliati memiliki perhatian besar terhadap pengembangan UMKM. Bersama perannya sebagai Bunda Literasi, dia membawa komitmen untuk mendorong UMKM naik kelas serta memperkuat peran perempuan.

“Pomosi produk lokal harus dimulai dari lingkungan sendiri. Salah satunya dengan memilih, mengenakan, sekaligus memperkenalkan produk buatan masyarakat Jombang dan beri kesempatan para pelaku UMKM kita untuk berkembang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang sekaligus Ketua Harian Dekranasda Jombang, Anjik Eko Saputro melalui Plt Sekretaris Dinas, Heri Setyobudi, menyampaikan bahwa konsep kegiatan di Probolinggo menjadi salah satu inspirasi untuk memperkuat promosi batik lokal di daerah.

Selama ini Dekranasda Jombang telah berupaya membawa produk batik Jombang dalam berbagai kegiatan, baik tingkat lokal, provinsi maupun nasional. Ke depan, partisipasi tersebut akan terus ditingkatkan, terutama pada aspek promosi dan perluasan pasar.

“Selama ini kita sudah selalu ikut dan berpartisipasi, baik menampilkan batiknya, desainnya maupun produknya. Namun, kita lebih meningkatkan pada faktor ruang promosi dan ruang pasar,” paparnya.

Menurut Heri, para pembatik di Jombang saat ini sudah banyak yang menjalankan usaha secara mandiri. Karena itu, dukungan pemerintah dibutuhkan untuk memperluas akses promosi dan pasar sehingga produk batik lokal tidak hanya dikenal di Jombang.

“Para pembatik secara personal sudah banyak di Jombang dan mereka sudah menjadi pelaku-pelaku usaha. Untuk pasarnya sebenarnya sudah mereka lakukan. Ini perlu dukungan, terutama dari Dinas Perdagangan, dalam hal promosi dan ruang pasar,” ujarnya.

Capaian di Probolinggo juga menjadi momentum untuk mengembangkan kegiatan dengan konsep serupa di Kabupaten Jombang melalui Dekranasda. “Ke depan konsep seperti ini akan kita terapkan di Kabupaten Jombang melalui Dekranasda. Harapannya, batik tidak hanya menjadi produk kerajinan, tetapi juga menjadi salah satu talenta dan kekuatan Kabupaten Jombang,” pungkas Heri. (yn)

Tags :

Caption Foto : Warga saat membeli beras di pasar murah

Jombang, mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian memperkuat sinergi lintas sektor dengan Perum BULOG Kantor Cabang Mojokerto menggelar Operasi Pasar Murah bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Melalui kegiatan ini, BULOG menyediakan berbagai komoditas pangan dengan harga terjangkau, khususnya beras SPHP dan Minyakita sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan pokok dengan harga yang lebih stabil dan terjangkau.

Pimpinan Cabang BULOG Mojokerto, Muhammad Husin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah bersama BULOG dalam menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat.

“Kami terus berupaya menambah dan mempermudah akses pangan kepada masyarakat melalui kegiatan operasi pasar murah. Kehadiran BULOG di Pasar PON diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen,” terangnya.

BULOG Mojokerto akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan berbagai pihak terkait untuk memastikan pasokan pangan tetap tersedia dan harga tetap terkendalli, harap Husin.

Sementra itu Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang Anjik Eko Saputro melalui Kepala Bidang Sarana Perdagangan dan Bahan Pokok Penting Hikha Ratri Widyashanti menyampaikan, Langkah intervensi ini diambil sebagai komitmen nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok penting (bapokting) serta menekan laju inflasi daerah.

Operasi Pasar Murah ini difokuskan untuk memfasilitasi masyarakat agar bisa mendapatkan komoditas pangan pokok dengan harga di bawah pasar. Komoditas yang disediakan yakni Beras SPHP dan Minyak Goreng Minyakita.

“Ini merupakan bentuk hadirnya pemerintah di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan ketersediaan pasokan pangan aman dan harganya tetap terjangkau oleh daya beli warga, sekaligus memitigasi lonjakan harga yang kerap memicu inflasi,” jelasnya.

Untuk itu, Disdagrin Jombang mengimbau kepada  masyarakat untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying, karena stok pangan di Kabupaten Jombang dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi, pungkas Hikha Ratri. (yn)

Tags :

Caption Foto : KH. Azizur Rijal M.Pd. saat memberikan ceramah

Jombang, mediapetisi.net – SMK Negeri 2 Jombang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat di Aula sekolah. Kegiatan tersebut mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Membentuk Generasi Berkarakter dan Berprestasi”. Jum’at (4/9/2026)

Peringatan Maulid Nabi diikuti oleh seluruh guru dan siswa beragama Islam. Sementara itu, warga sekolah yang beragama lain tetap menjalankan aktivitas keagamaan masing-masing di sejumlah ruangan yang telah disediakan pihak sekolah.

Hadir sebagai penceramah dalam kegiatan tersebut, KH. Azizur Rijal M.Pd.. dengan diiringi Muhibbus Sholawat. Dalam tausiyahnya, KH. Azizur Rijal mengajak seluruh warga sekolah untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT serta menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, Rasulullah SAW merupakan sosok teladan yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam menjalani kehidupan, baik dalam hal keimanan maupun akhlak.

Suasana peringatan semakin khidmat saat guru dan siswa bersama-sama melantunkan shalawat. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk ungkapan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan di lingkungan sekolah.

Kepala SMKN 2 Jombang Amiroh S. Kom, M.Kom. mengatakan peringatan Maulid Nabi tidak semata-mata menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW.

“Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar mengenang hari kelahiran Rasulullah, tetapi menjadi momentum untuk bersyukur dan kembali mengingat sosok manusia sekaligus kekasih Allah SWT yang paling dicintai,” ujarnya.

Menurut Amiroh, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh warga sekolah, khususnya para siswa sebagai generasi penerus.

“Melalui peringatan Maulid Nabi ini, SMKN 2 Jombang berupaya membangun karakter peserta didik yang seimbang antara kompetensi dan akhlak. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW diharapkan menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa agar tumbuh menjadi generasi muda yang berprestasi sekaligus berakhlak mulia,” harapnya. (yn)

Tags :

Caption Foto : Para Guru dan siswa SMKN 2 Jombang saat mengikuti jalan sehat

Jombang, mediapetisi.net – SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Negeri 2 Jombang gelar Jalan Sehat bersama warga sekolah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-81 dengan tema “Bersatu Berjalan, Sehat Bersama Indonesia Maju” Kamis (3/9/2026)

Jalan sehat tersebut diikuti oleh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh siswa dengan penuh semangat kebersamaan. Start dan finish kegiatan dilaksanakan di halaman sekolah, dengan rute mengelilingi Gubernur Suryo dan kembali ke SMKN 2 Jombang

Sejak kegiatan dimulai, para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian Jalan Sehat. Dengan mengenakan nuansa merah putih dan membawa semangat kemerdekaan, seluruh peserta berjalan bersama sambil menikmati suasana kebersamaan yang jarang ditemui dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Selain itu, jalan sehat ini menjadi momen yang dinanti setiap tahun untuk menyehatkan tubuh.

Panitia juga menyiapkan hadiah doorprize menarik yang dibagikan setelah kegiatan selesai, sehingga semakin menambah semangat peserta

Kepala SMKN 2 Jombang Amiroh, S.Kom., M.Kom menyampaikan bahwa jalan sehat ini bukan hanya ajang olahraga bersama, tetapi juga sarana untuk mempererat hubungan dan kebersamaan antarwarga pendidikan. Guru, karyawan dan siswa berjalan berdampingan, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.

Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia selalu menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Bagi generasi muda, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai cara, salah satunya dengan menjaga persatuan, memperkuat rasa kebersamaan, dan terus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

“Melalui Jalan Sehat ini, nilai-nilai tersebut diwujudkan dalam suasana yang sederhana namun penuh makna. Tidak ada perbedaan antara guru, siswa, maupun karyawan. Semua berkumpul dan berjalan bersama dalam satu semangat: merayakan kemerdekaan Indonesia,” terangnya.

Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan turut menyukseskan kegiatan ini. Kebersamaan yang terjalin diharapkan dapat terus terjaga dan menjadi semangat untuk menghadirkan berbagai kegiatan positif di masa mendatang.

“Perayaan HUT RI ke-81 melalui kegiatan Jalan Sehat ini menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara dan berbagai perlombaan, tetapi juga melalui kebersamaan, persatuan, serta rasa saling mendukung. Dengan semangat kemerdekaan yang terus menyala, mari bersama-sama melangkah menuju masa depan yang lebih baik,” harap Amiroh. (yn)

Tags :

Caption Foto :  saat Pembukaan Jambore Anak Jombang

Jombang, mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang menegaskan komitmennya untuk memberikan ruang lebih luas bagi anak dalam menyampaikan aspirasi, mengembangkan potensi, serta berpartisipasi dalam pembangunan daerah. Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid dalam Jambore Anak Jombang di Pendopo Kabupaten Jombang. Rabu (2/9/2026)

Menurut Gus Wabup panggilan Wakil Bupati Jombang M. Salmanudin Yazid  Jambore Anak merupakan kegiatan rutin tahunan yang difasilitasi Forum Anak Jombang di bawah naungan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Jombang.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang berkumpul. Jambore memberikan kesempatan kepada anak untuk berinteraksi, belajar, bersosialisasi, mengembangkan kreativitas, menyampaikan pendapat, sekaligus menunjukkan potensi yang dimiliki.

“Anak-anak adalah bagian dari pembangunan daerah. Mereka berhak didengar, menyampaikan pendapat, serta turut memberikan gagasan terkait hal-hal yang menyangkut kehidupan dan masa depannya,” pesannya.

Pemerintah Kabupaten Jombang pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang ramah anak. Aspirasi anak dinilai perlu didengar, difasilitasi, dan menjadi salah satu pertimbangan dalam proses pembangunan daerah.

Gus Wabup juga menyinggung konsep anak sebagai pelopor dan pelapor yang dikembangkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Sebagai pelopor, anak diharapkan mampu menjadi contoh sekaligus penggerak di lingkungan sekitarnya untuk menciptakan kehidupan yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak.

“Sebagai pelopor, anak didorong memiliki keberanian dan kepedulian untuk menyampaikan atau melaporkan ketika menemukan tindakan yang mengarah pada kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, maupun bentuk pelanggaran terhadap hak anak,” terang Gus Wabup.

Pesan lain yang menjadi perhatian adalah pencegahan perkawinan di usia anak. Pemerintah meminta anak-anak memanfaatkan masa mudanya untuk belajar, berkarya, bermain, membangun persahabatan, mengembangkan potensi, serta mempersiapkan diri meraih cita-cita.

“Jangan pernah mengambil keputusan untuk menikah di usia anak. uga berharap seluruh anak dapat terus melanjutkan pendidikan, setidaknya hingga 13 tahun. Pendidikan dinilai tidak hanya berorientasi pada ijazah, tetapi juga menjadi proses pembentukan pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kesiapan menghadapi masa depan” harap Gus Wabup.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Dr. Eko Redjo Sunariyanto menekankan pentingnya memberikan ruang ekspresi kepada seluruh anak tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi mereka.

Peserta Jambore Anak tidak hanya berasal dari anak-anak pada umumnya, tetapi juga melibatkan anak dari sekolah luar biasa (SLB). Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang yang lebih inklusif bagi anak.

“Keberadaan anak-anak dari berbagai kondisi dalam satu kegiatan menjadi penting agar seluruh anak Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk berekspresi dan mendapatkan haknya,” ujarnya.

Motivasi utama kegiatan tersebut,  memastikan semua anak mendapatkan ruang untuk menunjukkan kemampuan dan mengekspresikan dirinya, sekaligus memperoleh layanan pendidikan yang baik.

Eko berharap semangat tersebut benar-benar dipahami oleh seluruh pihak, mulai dari orang tua, pemerintah, hingga masyarakat. Anak-anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, perlu mendapatkan ruang ekspresi yang tepat agar potensi mereka dapat berkembang.

Kesadaran tersebut dinilai penting karena anak-anak hari ini merupakan bagian dari generasi yang akan menentukan masa depan Indonesia. Harapannya betul-betul disadari semuanya, orang tua, pemerintah, kemudian masyarakat, bahwa mereka pun harus diberikan tempat ekspresi yang pas. Karena tahun 2045, mereka mungkin ada di antaranya.

“Melalui Jambore Anak, pemerintah berharap tercipta ekosistem yang semakin mendukung tumbuh kembang anak, sekaligus memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan untuk belajar, berkreasi, menyampaikan aspirasi, dan mempersiapkan diri menjadi bagian penting dari pembangunan Indonesia di masa mendatang,” pungkasnya. (yn)

Tags :

Caption Foto : Gubernur Khofifah bersama Polwan

Surabaya, mediapetisi.net – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi dedikasi Polisi Wanita (Polwan) dalam menjaga keamanan dan melayani masyarakat. Apresiasi itu disampaikan dalam peringatan Hari Polwan di Surabaya, Selasa 1 September 2026.

Khofifah menilai Polwan berperan strategis dalam menciptakan rasa aman dan memperkuat kepercayaan masyarakat. Peran tersebut semakin penting dalam menangani persoalan perempuan dan anak.

“Selamat Hari Polisi Wanita Republik Indonesia. Terima kasih atas dedikasi, keberanian, dan pengabdian seluruh Polwan dalam menjaga keamanan dan melayani masyarakat. Ketegasan yang disertai empati menjadikan Polwan semakin dekat dan dipercaya masyarakat,” ujar Khofifah.

Menurut Khofifah, pengabdian Polwan tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga pelayanan humanis. Empati dan kepekaan sosial diperlukan dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat.

“Ketika seorang Polwan mampu membuat satu korban berani berbicara, satu anak merasa terlindungi, atau satu keluarga kembali memiliki harapan, di situlah dampak luar biasa tersebut hadir. Dampak luar biasa juga dapat hadir melalui pelayanan sederhana yang diberikan kepada masyarakat,” terangnya.

Khofifah mendorong Polwan terus meningkatkan kapasitas menghadapi tantangan keamanan di era teknologi. Literasi digital, komunikasi publik, dan kemampuan berkolaborasi dinilai penting dalam mendukung tugas kepolisian.

“Kita membutuhkan Polwan yang adaptif, cakap secara digital, kuat dalam membangun komunikasi, dan tetap berpegang teguh pada integritas. Teruslah menjadi sosok yang mengayomi, melindungi, dan menginspirasi masyarakat,” pungkasnya. (yn)

Tags :

Caption Foto : Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan didampingi Kasat Reskrim AKP Magribi saat menunjukkan barang bukti

Jombang, mediapetisi.net – Satreskrim Polres Jombang berhasil mengungkap tiga kasus tindak pidana kekerasan dan amankan sembilan pelaku yang terjadi pasca kegiatan Ijazah Kubro salah satu perguruan silat di kawasan Tambakberas, Jombang.

Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyampaikan tiga kasus terjadi di wilayah Bandar Kedungmulyo dan Kabuh meliputi pengeroyokan, pembacokan, pengrusakan hingga pembakaran sepeda motor. Rangkaian aksi kekerasan tersebut tidak terlepas dari adanya konvoi liar yang dilakukan kelompok remaja dan pemuda dari luar daerah.

“Para korban maupun pelaku rata-rata berstatus pelajar SMP dan SMA. Mereka datang secara liar dari luar daerah seperti Kediri, Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro, lalu menggelar konvoi hingga memicu keributan di jalanan,” terang Kapolres saat konferensi pers di halaman Satreskrim Polres Jombang. Selasa (1/9/2026)

Menurut Kapolres, kasus pertama terjadi di wilayah Kecamatan Bandar Kedungmulyo pada 15 Agustus 2026. Sekelompok pemuda menghadang warga yang melintas di kawasan perlintasan rel kereta api Jalan Raya Dusun Plosorejo.

“Korban kemudian menjadi sasaran pengeroyokan. Polisi melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan sejumlah pelaku, termasuk anak yang berhadapan dengan hukum (ABH),” jelasnya.

Sedangkan kasus kedua terjadi di wilayah Kecamatan Kabuh pada 16 Agustus 2026. Pengeroyokan disertai pembacokan menggunakan senjata tajam terjadi di Jalan Raya Ploso-Babat sebelah utara. “Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka sabetan pada bagian rusuk dan punggung kanan,’’ ungkapnya.

Kasus ketiga juga terjadi pada 16 Agustus 2026 di wilayah Kabuh. Penyerangan terhadap rombongan pemuda terjadi di depan Pabrik Camino, Dusun Jatidrenges. “Tetapi aksi tersebut berujung pada pengrusakan dan pembakaran satu unit sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi S-2461-JCC,” ujar Kapolres.

Dalam pengungkapan tiga kasus tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya lima potong jaket hoodie, kaos komunitas, lima buah batu kali, selang sepanjang sekitar 50 sentimeter, dua unit handphone, tiga unit sepeda motor, serta satu rangka sepeda motor yang hangus terbakar.

“Para pelaku akan diproses sesuai dengan peran dan perbuatan masing-masing. Polisi juga menerapkan ketentuan hukum terhadap pelaku yang masih berusia anak. Para tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis sesuai dengan perbuatannya. Untuk yang melibatkan anak di bawah umur, tentunya proses hukumnya juga mengacu pada ketentuan Undang-Undang Perlindungan Anak,” tegas Kapolres.

Kapolres mengimbau orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas dan pergaulan anak. Selain itu juga mengingatkan remaja agar tidak mengikuti konvoi liar maupun terlibat dalam aksi kekerasan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

“Polres Jombang berkomitmen untuk terus memberantas tindak pidana kekerasan demi memberikan rasa aman kepada masyarakat. Jika menemukan gangguan kamtibmas, warga bisa segera menghubungi hotline 110 Polres Jombang untuk penanganan cepat,” pungkasnya. (yn)

Tags :

Copyright © 2015 Pixel Theme Studio. All rights reserved.