Caption Foto : Bupati Warsubi bersama pengurus FKUB
Jombang, mediapetisi.net – Bupati Jombang Warsubi mengukuhkan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Jombang masa bhakti 2026–2029 di Pendopo Kabupaten Jombang. Kamis (2/10/2026)
Bupati Jombang Warsubi menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus FKUB dan FPK yang telah dikukuhkan. Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerukunan antarumat beragama serta persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Jombang.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang, saya menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus FKUB dan FPK yang hari ini dikukuhkan. Saya berharap amanah ini dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, dengan komunikasi yang baik, serta dapat menjalankan perannya secara aktif dan konsisten,” ujanya.
Menurut Warsubi, Kabupaten Jombang merupakan daerah yang memiliki keberagaman agama, suku, etnis, latar belakang sosial, dan budaya. Keberagaman tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang selama ini dapat hidup berdampingan secara harmonis.
“Jombang ini sudah seperti miniatur Indonesia. Berbagai agama, suku, etnis, latar belakang sosial dan budaya hidup berdampingan di tengah masyarakat,” terangnya.
Warsubi menegaskan, kondisi kerukunan dan keharmonisan yang telah terjaga dengan baik harus terus dipelihara. Menurutnya, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan tidak boleh lengah terhadap berbagai potensi perselisihan, perpecahan, maupun gesekan yang dapat muncul di tengah masyarakat.
“Potensi perselisihan, perpecahan, maupun gesekan sekecil apa pun harus kita antisipasi sejak awal. Karena kerukunan tetap membutuhkan perhatian dan pemeliharaan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Warsubi menyebut menjaga kerukunan dan persatuan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat perlu membangun langkah yang searah dalam menjaga suasana Jombang tetap aman, nyaman, guyub, dan kondusif.
Warsubi juga berharap FKUB dan FPK dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membaca kondisi sosial di tengah masyarakat. Setiap persoalan yang muncul diharapkan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah.
“Kalau ada persoalan, mari kita selesaikan bersama. Kalau ada perbedaan, mari kita cari titik temunya. Kalau ada potensi konflik, mari kita cegah agar tidak terjadi,” tuturnya.
Khusus FKUB, Warsubi berharap forum tersebut dapat terus memperkuat komunikasi antarumat beragama. Perbedaan keyakinan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang harus ditempatkan secara proporsional dengan mengedepankan sikap saling menghormati dan memahami.
“Semakin baik komunikasi yang dibangun, semakin terbuka pula ruang untuk saling memahami dan menyelesaikan persoalan secara dewasa,” ungkapnya.
Sementara itu, FPK diharapkan mampu memperkuat pembauran di tengah keberagaman suku, etnis, dan budaya yang ada di Kabupaten Jombang. Pembauran bukan berarti menghilangkan identitas masing-masing kelompok. Sebaliknya, pembauran merupakan upaya membangun kesadaran bahwa berbagai perbedaan dapat hidup berdampingan dalam satu kehidupan bermasyarakat.
“Saya berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, komunikasi yang baik, serta peran yang aktif dan konsisten demi kemajuan Kabupaten Jombang,” pungkasnya. (yn)




