Caption Foto : Cak Giono saat memandu  dialog dengan nara sumber di warung pojok kebon rojo 

mediapetisi.net – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jombang menggelar dialog Warung Pojok Kebon Rojo bertema “Penguatan UMKM sebagai Penggerak Pemulihan Ekonomi Nasional” dipandu oleh Cak Giono dengan nara sumber Kepala Bidang Pengembangan Usaha Mikro Jawahirul Ulum dan Ketua Asosiasi Produsen Samiler Kayangan  kabupaten Jombang Mardiansyah Tri Raharjo. Bertempat di Aula Kantor Dinas Kominfo Kabupaten Jombang. Kamis (14/10/2021)

Kepala Bidang Pengembangan Usaha Mikro pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jombang Jawahirul Ulum menyampaikan penguatan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) sebagai penggerak Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap penurunan perekonomian nasional maupun global. Untuk itu berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi agar Indonesia terhindar dari resesi ekonomi khususnya kabupaten Jombang. 

“Oleh karena itu, pemerintah mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai motor ekonomi rakyat yang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan pemulihan ekonomi nasional,” ungkapnya.

Menurut Ulum, Pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk mendorong tumbuhnya kembali usaha mikro. kecil, dan menengah lewat kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Bagi usaha mikro, pemerintah antara lain memberikan hibah bagi usaha pemula, serta menambah dana LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) Koperasi dan UMKM yang dapat digunakan untuk pinjaman murah bagi UMKM. 

Pemerintah juga memberikan subsidi bunga dan mempermudah persyaratan kredit atau pembiayaan dan pendanaan bagi UMKM, di antaranya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta memberikan keringanan pembayaran pinjaman bagi UMKM. Sehingga dimasa pandemi ini untuk memanfaatkan marketplace maupun ttansformasi digital agar sektor UMKM dapat tumbuh makin pesat. Transformasi digital menjadi keharusan utama dalam menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan mengingat kegiatan temu muka terbatas

“Selain itu, Pemerintah terus mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah, UMKM, untuk terus bangkit dan pmerintah kabupaten Jombang telah menyiapkan anggaran sekitar 20 Milyar untuk dana stimulan bagi UMKM maupun PKL, kurang lebih ada 5.400 pelaku usaha melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) agar dapat memulihkan sektor UMKM dari dampak pandemi Covid-19,” jelas Ulum.

Dengan bangkitnya ekonomi di Jombang, puluhan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal buatan warga Kabupaten Jombang masuk ke toko modern berjaringan. Masuknya produk-produk itu di rak toko modern menjadi salah satu peluang promosi dan pangsa pasar baru bagi para pelaku UMKM. Itu merupakan kerja sama pemerintah dengan salah satu toko modern berjaringan untuk menjual produk UMKM yang pelaku usaha asal Jombang. Produk UMKM yang dijual yakni jenis makanan ringan kering dan basah, serta minuman.

“Upaya pemerintah kabupaten Jombang ke depan bekerja sama dengan Universitas Darul Ulum Jombang akan mewujudkan kampus UMKM supaya dapat mengembangkan produk lokal kabupaten Jombang,” tandas Ulum. 

Sementara itu, Ketua Asosiasi Produsen Samiler Kayangan (ASPERA) Diwek kabupaten Jombang Mardiansyah Tri Raharjo mengatakan Jika pada tahun-tahun mendatang ada lagi program bantuan stimulan untuk UMKM, ASPERA mendorong pemerintah pusat dan daerah memprioritaskan UMKM padat karya. Dengan indikator kegiatan produksi yang berlangsung setiap hari. Karena selama dua tahun terakhir program stimulan digulirkan, tidak sedikit penerimanya bukan pelaku usaha murni.

“Di lapangan kami mengamati banyak penerima BPUM yang baru membuka usaha setelah menerima stimulan. Padahal sebelum masa pandemi tidak menjalankan usaha,” kata Mardiansyah.

Pada tahun pertama pandemi Covid-19 terjadi, kegiatan produksi kerupuk samiler mengalami lumpuh. “Desa Kayangan memiliki 40 atap industri rumah tangga kerupuk samiler, dan satu-satunya desa di Kabupaten Jombang yang memiliki jumlah produsen kerupuk samiler terbanyak. Tahun pertama pandemi terjadi, omset yang hilang nyaris 100 persen. Tak sedikit produsen yang sampai merumahkan karyawannya,” pungkas Mardiansyah. (lis)