Caption Foto : Perwakilan Bea Cukai Kediri didampingi Camat, Kabid Humas Kominfo dan Kepala Desa Bawangan saat cek rokok yang dijual oleh warga

mediapetisi.net – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Jombang menggelar sosialisasi ketentuan peraturan perundang-undangan di Bidang Cukai bersama Bea Cukai Kediri yang dibuka oleh Kepala Dinas Kominfo Budi Winarnk yang diwakili oleh Kepala Bidang Humas dan Informasi Publik Aries Yuswantono. Sosialisasi kali ini bertempat di Balai Desa Bawangan Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang. Rabu (8/9/2021)

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kediri Syaiful Arifin, Jajaran Bidang Humas Kominfo, Camat, Kepala Desa serta Tokoh Masyarakat dan Warga Desa Bawangan yang jualan rokok.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kediri Syaiful Arifin menyampaikan, dasar hukum kepabeanan dan cukai berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia nomor 39 tahun 2007 tentang Cukai dan berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan.

Pengertian cukai adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang tertentu. Diantaranya barang-barang yang mempunyai sifat atau karakteristik yang ditetapkan dalam Undang-undang cukai. Sedangkan Rokok Ilegal adalah rokok yang dalam pembuatan dan peredarannya tidak memenuhi ketentuan peraturan perundang undangan dibidang cukai.

“Kategori rokok ilegal pertama rokok yang diedarkan, dijual, atau ditawarkan tidak dilekati pita cukai (dikenal dengan istilah rokok polos atau rokok putihan). kedua, Rokok yang diedarkan dari produksi pabrik yang belum mempunyai NPPBKC. Ketiga, Rokok yang diedarkan, dijual atau ditawarkan dilekati pita cukai, namun pita cukainya Palsu atau dipalsukan. Sudah pernah dibakai (bekas). Tidak sesuai peruntukan misalnya pita cukai untuk rokok golongan SKT tapi dilekatkan pada rokok dengan golongan SKM, sehingga tidak sesuai tarif cukainya. Tidak sesuai personalisasi, misal pita cukai untuk perusahaan A, tapi digunalan untuk perusahaan B,” ungkapnya.

Berdasarkan hal tersebut, pidana pelanggaran cukai pada pasal 50 UU nomor 11 tahun 1995 jo.UU nomor 39 tahun 2007 tentang Cukai. Pasal 54 UU nomor 11 tahun 1995 Jo. UU nomor 39 tahun 2007 tentang Cukai. Pasal 55 UU nomor 11 tahun 1995 jo. UU nomor 39 tahun 2007 tentang cukai, jelas Syaiful.

Sementara itu, Kepala Desa Bawangan Bakhtiar Efendi menyampaikan terima kasih kepada Bea Cukai Kediri dan Dinas Kominfo Jombang yang telah melaksanakan sosialisasi cukai di desanya karena sangat membantu warganya untuk mengetahui tentang rokok ilegal. Warga yang jual rokok supaya paham tentang cukai karena selama ini belum paham,” ungkapnya. 

Menis sundari salah satu warga yang jualan rokok saat di kunjungi pihak Cukai dan Dinas Kominfo memenunjukkan rokok bermerk Jumbo ternyata sudah ada pita cukainya. Menis sangat bersyukur dengan adanya sosialisasi yang dilaksanakan di desanya tersebut apalagi ditunjukkan langsung rokok yang ada cukai dan rokok yang ilegal.

“Alhamdulillah, sekarang ini saya jadi mengerti dan paham apa-apa saja yang dikenakan cukai. Tadinya saya takut jualan rokok merk Jumbo yang dititipi sales, saya kira nggak ada cukainya ternyata ada saat ditunjukkan pak Syaiful dari Bea Cukai Kediri. Saya jadi nggak takut untuk jualan lagi dan bisa tambah ilmu,” pungkasnya. (lis)