Caption Foto : Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran didampingi Kabid Yanmed dan Keperawatan dr.Fery Dewanto saar diwawancarai

Jombang – Perkuat posisi RSUD Jombang sebagai pusat rujukan utama penanganan medis tingkat lanjut di Jawa Timur. Kali ini RSUD Jombang menghadirkan empat spesialisasi Kedokteran Gigi yang terbilang langka, karena selama ini masyarakat menganggap fasilitas kesehatan daerah hanya melayani tindakan dasar seperti cabut dan tambal gigi.

“Sedangkan layanan kesehatan gigi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang kini mencakup ketersediaan layanan Periodonsia (jaringan penyangga gigi/gusi), Endodonsia (perawatan saraf dan saluran akar gigi), Ortodonsia (penataan susunan gigi), serta Bedah Mulut,” terang dr. Pudji Umbaran Direktur RSUD Jombang usai membuka seminar Update Pelayanan Gigi di ruang KH Wahab Chasbulloh lantai 4 gedung RSUD Jombang. Rabu (29/07/2029)

Lanjut dr. Pudji, pemenuhan dokter spesialis beserta peralatan medis modern tersebut telah disiapkan sejak awal tahun lalu guna menjawab kebutuhan masyarakat yang makin kompleks.

“Untuk memanfaatkan fasilitas ini secara optimal, kami menggelar sosialisasi dan kegiatan ilmiah bersama para dokter gigi di fasilitas kesehatan tingkat pertama (faskes 1). Kami ingin meluruskan pemahaman publik yakni layanan gigi di RSUD Jombang bukan lagi sekadar cabut dan tambal gigi, melainkan sudah mencakup penanganan spesialisasi yang komprehensif,” ujarnya.

Tidak hanya itu, keberadaan dokter spesialis yang lengkap harus diimbangi pemahaman sistem rujukan berjenjang pada era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Karena layanan dasar ditangani di Puskesmas, klinik, atau dokter praktik mandiri, para tenaga medis faskes primer perlu dibekali kriteria klinis yang tepat untuk menentukan kapan seorang pasien harus dirujuk ke RSUD Jombang.

“Peserta yang hadir adalah para dokter gigi umum dari Puskesmas, klinik, hingga praktik mandiri se-Kabupaten Jombang. Karena mereka perlu memahami kapan kasus medis tidak bisa ditangani di tingkat primer dan harus dirujuk melalui sistem BPJS. Jika pasien langsung datang ke rumah sakit tanpa prosedur rujukan, tentu tidak bisa dijamin BPJS,” jelas dr. Pudji.

Untuk materi seminar ilmiah kali ini didampaikan oleh empat dokter spesialis internal RSUD Jombang. Langkah penataan keilmuan ini dipandang krusial. Karena tidak semua rumah sakit daerah memiliki formasi spesialis kedokteran gigi secara lengkap seperti RSUD Jombang, pungkas dr. Pudji. (yn)