Caption Foto : Para wasit bersana juara catur Porseni MTs se-Jawa Timur

mediapetisi.net – Pertandingan Catur, Tahfidzul Qur’an, Lari, Bola Voli dan Tolak Peluru pada Porseni MTs se-Jawa Timur Tahun 2023 sudah selesai dilaksanakan. Sedangkan pertandingan lainnya belum selesai dilaksanakan. 

Ketua Panitia Porseni MTs se-Jawa Timur Tahun 2023 Sultan Sulaiman mengatakan bahwa Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) dilakukan pertandingan di10 titik diantaranya, di stadion pertandingan lari, lompat jauh, lempar lembing. Di GOR Merdeka Jombang pertandingan bola voli, pertandingan tenis meja di indoor kabupaten Jombang, Pertandingan badminton di Samudera Balongbesuk.

Sedangkan pertandingan pencak silat, MTQ di MAN 4, untuk pertandingan Catur, Tahfidzul Qur an dan Pidato di MTsN 3 Jombang. Pertandingan seni kaligrafi di UNWAHA dan pertandingan futsal di arena kabupaten Jombang.

“Sesangkan pertandingan yang sudah selesai diantaranya Catur, Tahfidzul Qur’an, Bola Voli, Lari dan Tolak Peluru. Pertandingan yang belum usai dilanjutkan besok berada dititik yang sama,. Harapan saya, adanya Porseni semakin berkualitas sehingga para siswa bisa berkompetisi ditingkat lebih tinggi yaitu nasional dan internasional,” terang Sultan Sulaiman saat ditemui di kantor sekretariat MTsN 3 Jombang. Senin (26/6/2023)

Sementara itu, Pemprov Percasi Jawa Timur selaku inspektur pertandingan Yusuf Santriyono mengatakan, Porseni MTs se-Jawa Timur cabor catur jika diamati pemain caturnya tidak seperti pemain pemula tetapi pemain catur yang sudah terlatih.

“Mungkin dari pihak kabupatennya sudah dipersiapkan secara baik, tampak sekali para peserta sudah lihay dalam mempermainkan buah caturnya dan menekan tombol jam catur, kalau pemain pemula tidak seperti ini cara mainnya,” ungkapnya.

Menurut Yusuf, Kabupaten Jombang menjadi tuan rumah Porseni MTs se-Jawa Timur sangat luar biasa, karena bukan lagi pecatur pemula tetapi pecatur handal. Terbukti dari kabupaten Sidoarjo yakni Iqbal pecatur sering mengikuti kejuaraan junior se-Jawa Timur. Artinya, kejuaraan dalam kegiatan Porseni MTs se-Jawa Timur bermutu sekali dan layak untuk diberikan apresiasi sebagai barometer dikejuaraan tingkat Jawa Timur. 

“Untuk kabupaten/kota di Jawa Timur tingkat MTs kedepannya untuk lebih menekankan ekstra kurikuler catur. Adanya ekstra kurikuler catur para siswa MTs akan mempersiapkan diri di Porseni selanjutnya sehingga ditemukan bibit unggul dimasing-masing kabupaten/kota dan Porseni tetap berjalan dan mempunyai kualitas lebih tinggi,” jelas Yusuf.

Sistem pertandingan menggunakan sistem Swiss. Sistem Swiss merupakan mempertemukan pemain catur yang mempunyai point’ tertinggi. Jadi, tidak menggunakan sistem gugur karena dapat merugikan bagi atlit bertemu sesama kuatnya, sehingga salah satu akan gugur, hal tersebut kelebihan dari sistem Swiss dan setiap pemain catur mempunyai 6 babak. Dari 6 babak, diambil pemain catur mempunyai nilai tertinggi yang akan menjadi juara. Penentuan juara berdasarkan match point, direct encounter, buchholz, sonneborn, apabila poin masih seri maka menggunakan fire tiebreak.

“Harapan saya, dikegiatan Porseni MTs se-Jawa Timur kedepan cabor catur harus tetap dipertandingkan, apabila catur dipertandingkan di MTs se-Jawa Timur maka akan menjadi suatu perkembangan luar biasa bagi dunia dan lebih menggiatkan lagi tingkat kabupaten/kota untuk membina atlit-atlit dengan mendatangkan pelatih dari Percasi dan sudah bersertifikat pelatih nasional,” pungkas Yusuf. (iin)