Caption Foto : Kepala DPMD Jombang Sholahuddin saat membuka sosialisasi pemberdayaan BUMDes

mediapetisi.net – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jombang, Sholahuddin Hadi Sucipto membuka sosialisasi pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam rangka program ekonomi kerakyatan Kabupaten Jombang, diikuti oleh perwakilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari 302 desa di Kabupaten Jombang. Bertempat di Ruang Rapat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jombang. Kamis (9/6/2022)

Kepala DPMD Kabupaten Jombang, Sholahuddin Hadi Sucipto ketika dikonfirmasi menyampaikan, sosialisasi pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam rangka program ekonomi kerakyatan Kabupaten Jombang merupakan salah satu upaya dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa bidang pemberdayaan BUMDes untuk membantu memenuhi pemberdayaan dan kebutuhan bidang yang diinginkan. 

“BUMDes di Kabupaten Jombang ada beberapa bidang diantaranya bidang pertanian, bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan bidang lainnya sehingga perlu dilakukan pemberdayaan baik dari sisi ekonomi maupun sisi lainnya. Namun saat ini masyarakat di Kabupaten Jombang kebanyakan yang dibutuhkan adalah bidang pertanian,” ungkapnya.

Menurut Sholahuddin, salah satu alasan diadakan kegiatan ini berawal dari rasa keprihatinan dati para petani mulai dari pupuk, obat-obatan mahal dan langka,  serta harga jual hasil panen yang tidak memadai, dan kekurangan modal. 

“Sosialisasi ini dilakukan guna penguatan ekonomi petani melalui pemberdayaan BUMDes. Langkah awal yang kita lakukan yakni melakukan MGD dengan dinas terkait sudah melakukan kerjasama dengan 16 BUMDes dan melalui MGD tersebut kita melakukan diskusi dan mendengarkan masukan atau saran dan keluhan para petani,” terangnya.

Tidak hanya itu, Sholahuddin juga mengatakan dengan adanya hal tersebut maka yang dibutuhkan oleh petani adalah pendampingan, KUR (Modal), bibit kualitas baik dan murah, pupuk yang mahal dan langka, hasil panen yang tidak memadai dan kebutuhan sehari-hari terpenuhi. 

“Namun saat ini BUMDes penyertaan modalnya minim maka dari itu kita berharap nanti ada kerja sama antara berbagai pihak sehingga bisa memfasilitasi warung – warung yang ada, pelatihan usaha pun juga belum ada dan usaha simpan pinjam banyak yang macet. Sehingga hal ini menjadi perhatian kita untuk melakukan pemberdayaan pada BUMDes. Semoga dengan adanya sosialisasi BUMDes di Kabupaten Jombang bisa terlaksana dengan lancar,” pungkasnya. (lis)