Caption Foto : Suasana warung pojok kebon rojo 

mediapetisi.net – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jombang menggelar Dialog Interaktif Warung Pojok Kebon Rojo terkait Pengendalian Penyakit PMK di Kabupaten Jombang. Nara sumber perwakilan dari Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang. Bertempat di Aula Besut Kantor Dinas Kominfo Kabupaten Jombang. Rabu (8/6/2022)

drh. Aziz Daryanto, Sub. Kordinator Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Jombang menyampaikan, menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 H, masyarakat Kabupaten Jombang dihimbau tetap tenang dengan mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ternak, terutama Sapi. Terlebih lagi bagi masyarakat yang akan membeli hewan Kurban. Karena di Kabupaten Jombang adanya wabah PMK diharapkan tidak akan berpengaruh dalam pelaksanaan Hari Raya Idul Adha. Dari data Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, populasi sapi potong di Kabupaten Jombang ada sekitar 71.431 ekor. 

“Perkembangan PMK ini sangat cepat, data per 7 Juni 2022, total yang terinfeksi PMK 3197 ekor sapi. Sebanyak 625 sembuh. Dan 2530 sakit, 42 ekor mati. Sebanyak 25 ekor mati asli karena masih pedet usia 4 bulan. Dan sebanyak 17 mati di potong usia dewasa,” terangnya.

Sedangkan untuk masyarakat yang mau melaksanakan kurban sebaiknya selama hewan itu sehat, bisa berdiri tegak dan mau makan, serta memenuhi persyaratan sebagai hewan yang boleh digunakan untuk kurban oleh MUI yakni jantan, sehat, tidak pincang dan cukup umur, MUI telah menyatakan sah untuk dijadikan hewan kurban.

“Masyarakat tidak perlu was was, tetap tenang. Pilihlah ternak yang sehat. Meskipun bergejala PMK namun kalau masih doyan makan, tidak pincang atau susah berdiri itu masih sah untuk dikurbankan. Alangkah baiknya jika masyarakat yang sudah membeli hewan kurban, ketika jelang mau dibawa ke mushola atau rumah potong hewan, terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh petugas kesehatan hewan baik dari Dinas atau swasta. Jika sehat baru dibawa ke lokasi,” jelas Aziz.

Virus PMK ini sasaran yang rentan adalah sapi, kerbau atau hewan berkuku belah. Namun untuk kambing, domba meskipun juga berpotensi, data di lapangan masih sedikit yang terjangkit karena ketahanan tubuh kambing domba lebih baik. Kalau pada orang biasanya disebut masih OTG.

“Petugas Kesehatan Hewan Kabupaten Jombang telah melakukan gerak cepat melakukan pencegahan, penanganan dan penanggulangan mulai penyemprotan, pengobatan, lockdown berbasis kandang. Suplai obat akan terus diupayakan. Upaya vaksinasi masal dengan prioritas sapi perah akan dilakukan pada bulan Juli, sedangkan untuk sapi potong Agustus mendatang. “Yang bergejala PMK, tidak boleh dijual, harus diisolasi dan diobati”, tandasnya.

Sementara itu Firdaus Himawan, Sekretarisi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang mengatakan sejauh ini harga komoditas daging sapi di beberapa pasar milik Pemkab Jombang masih stabil antara Rp.100.000 sampai – Rp.110.000 /kg, tidak terpengaruh adanya PMK, ujarnya.

Sedangkan Haryo Purwono S.T Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dari Dinas Kesehatan menyebut bahwa adanya Virus PMK masyarakat dihimbau tetap tenang. Virus PMK ini tidak berpotensi menular pada manusia. Daging dan susu sapi masih tetap aman dikonsumsi asal diolah secara higienis, dimasak secara benar dan matang.

“Apabila hewan tersebut sehat namun ada bagian yang tidak layak untuk dikonsumsi seperti dibagian Kepala, Kaki atau ada perubahan di jerohannya direkomendasikan tidak dikonsumsi,” pungkasnya. (lis)