Caption Foto : Anggota Satlantas Polres Jombang saat mengunjungi SMPN 5 Jombang
mediapetisi.net – Banyaknya pelajar yang membawa motor saat berangkat ke sekolah membuat pihak terkait bekerja ekstra keras, salah satunya anggota Satlantas Polres Jombang. Selain teguran, polisi juga masif melakukan upaya edukasi.
Anggota Satlantas Polres Jombang mendatangi SMP Negeri 5 Jombang merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Semeru untuk memberikan edukasi keamanan berkendara (safety riding), bahaya pengendara di bawah umur serta etika berlalu lintas. Mereka menekankan pentingnya patuh terhadap aturan sebagai upaya mencegah kecelakaan di jalan raya.
Kasat Lantas Polres Jombang AKP Anjar Rahmad Putra melalui Kanit Turjawali Ipda M. Sutris menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan Semeru 2026 salah satu strategi preventif kepolisian dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan yang melibatkan pelajar. Salah satu target prioritasnya adalah penggunaan kendaraan bermotor oleh anak di bawah umur yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Pelajar SMP secara aturan belum diperbolehkan mengendarai motor sendiri. Selain melanggar aturan, secara psikologis dan emosional, anak usia SMP belum siap menghadapi dinamika di jalan raya yang penuh resiko,” terangnya ketika dikonfirmasi. Kamis (12/2/2026)
Sutris juga mengimbau agar orang tua dan wali murid turut berperan aktif mengawasi dan memastikan anak-anaknya mematuhi aturan. Dengan cara orang tuanya mengantar anak pergi ke sekolah, bukan malah membiarkan anak tersebut berangkat sendirian dengan mengendarai motor.
“Apalagi pelajar SMP merupakan kelompok usia yang rentan terlibat kecelakaan lalu lintas akibat kurangnya kesadaran dan pengalaman berkendara. Oleh karena itu, pendekatan edukatif melalui dunia pendidikan dinilai efektif untuk membentuk budaya tertib berlalu lintas,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Jombang berharap dapat membangun kesadaran kolektif baik bagi siswa maupun pihak sekolah agar lebih ketat dalam pengawasan kendaraan bermotor di lingkungan sekolah sekaligus mendukung terwujudnya budaya tertib berlalu lintas.
“Operasi Keselamatan Semeru 2026 ini merupakan momentum bagi kita semua, Kami ingin menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang aman dan nyaman, dimulai dari generasi muda. Untuk itu, anak SMP berangkat sekolah diantar sama orang tua atau naik angkutan umum agar masa depannya tetap terjaga,” pungkas Sutris.
Pihak sekolah juga menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap edukasi keselamatan berlalu lintas dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan dan berdialog langsung dengan petugas kepolisian. (yn)









