Caption Foto : Warga Dusun Jambu saat mengikuti lomba memasak

mediapetisi.net – Peringati Kemerdekaan Republik Indonesia ke 77 dengan lomba memasak nasi goreng jadi ikon warga RT 002 RW 002 Dusun Jambu, Desa Jabon, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Senin (15/08/22) 

Ketua panitia lomba peringatan HUT RI ke 77 RT 002 RW 002 Dusun Jambu Abdullah menyampaikan untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia warga RT 002 RW 002 Dusun Jambu, Desa Jabon gelar perlombaan yang diikuti oleh warga setempat. 

“Lomba memasak nasi goreng (Nasgor) ini merupakan salah satu kategori lomba yang diselenggarakan Panitia HUT RI ke 77 RT 002 RW 002 Dusun Jambu. Ada sebanyak lima belas kategori lomba yang diselenggarakan panitia. Salah satunya adalah lomba memasak Nasi Goreng,” terang Abdullah.

Lanjut Abdullah yang juga sebagai Ketua RT 002 RW 002 Dusun Jambu, Ada lima belas lomba yang diselenggarakan panitia kegiatan dibagi menjadi lima kategori. Mulai dari kategori anak-anak, kategori ibu-ubu, kategori bapak-bapak, kategori bapak-ibu, dan kategori umum (bebas). Lomba yang diadakan pada kategori anak-anak meliputi balap kelereng, makan kerupuk, memasukkan paku dalam botol, jepit balon, cantol topi, kepruk kendil, gigit koin berhadiah.

“Khusus kategori bapak-bapak, lomba yang diselenggarakan meliputi lomba sepak bola berdaster dan berias. Pada kategori ibu-ibu, lomba yang diadakan meliputi lomba sunggi tempeh, joget makan kerupuk, centel topi, dan joget bola kardus. Sedangkan pada kategori bapak-ibu, lomba yang diadakan adalah lomba memasak nasi goreng (Nasgor). Pada rangkaian akhir lomba ditutup dengan kategori umum (bebas), yakni lomba memancing ikan lele berhadiah untuk segala usia,” jelasnya.

Menurut Abdullah, lomba memasak nasi goreng merupakan ide atau gagasan kreatif yang diusung panitia, sebagai langkah strategis untuk menggagas ikonik Desa Jabon sebagai Desa Nasgor di Kabupaten Jombang. Mengingat Desa Jabon merupakan gudangnya para penjual nasi goreng. 

“Pada ajang perlombaan memasak nasi goreng ini ada aturan lomba yang menarik, salah satu di antaranya adalah aturan mengenai kualifikasi peserta lomba. Mengingat peserta lomba adalah tim yang terdiri atas pasangan dua orang (bapak dan ibu). Menarik lantaran pasangan tim diundi layaknya arisan. Dengan demikian, peserta bapak-bapak mengambil undian kertas yang berisi nama-nama pilihan atau ibu-ibu sebagai pasangan tim memasak,” urainya.

Lebih menariknya lagi pasangan tim peserta tersebut diatur atau dibagi sistem kerjanya, yakni bapak-bapak sebagai peserta yang memasak, sedangkan ibu-ibu sebagai peserta yang meracik bumbu dan merias nasi goreng sebelum diletakkan di meja penjurian. 

Ada sebanyak 24 tim yang tampak antusias mengikuti perlombaan. Kedua puluh empat tim tersebut merupakan warga RT 002 RW 002 Dusun Jambu dari tujuh titik wilayah atau gang yang berbeda. Ada tiga juri pilihan yang memiliki kompetensi yang mumpuni dalam bidang masak memasak atau kuliner di desa.

“Sedangkan hasil akhirnya seluruh juri menentukan tiga tim pemenang, yakni Juara 1 dimenangkan oleh pasangan Budiman-Tutut. Juara 2 diraih oleh pasangan tim Isharianto-Rodhiyah. Sedangkan dan Juara 3 dimenangkan oleh pasangan Aan-Nadhiroh,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu peserta lomba, Asrofudin merasa senang dan bersyukur bisa menjadi bagian dalam perlombaan. Pasalnya, ada perasaan deg-degan, was-was, atau menegangkan tatkala tampil memasak nasi goreng. Terlebih-lebih memasak yang dipertontonkan khalayak umum.

“Meski belum mendapatkan juara saya sangat senang atau terhibur mengikuti perlombaan. Setidaknya seluruh warga yang datang maupun seluruh peserta bisa makan nasi goreng bersama di lokasi perlombaan. Momentum spesial karena warga bisa menjadi lebih guyup, rukun, dan bahagia. Semoga tahun depan perlombaan ini bisa diadakan lagi dan jauh lebih mengesankan. Syukur-syukur bisa menjadi ajang tahunan Desa Jabon, sebagai ikon Desa Jabon,” pungkas Udin. (lis)