Caption Foto : SMPN 2 Perak yang akan direhab

mediapetisi.net – Dana Alokasi Khusus (DAK) dikucurkan pemerintah pusat untuk Kabupaten Jombang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk merehabilitasi bangunan gedung kelas serta pembangunan sarana pendukung untuk kegiatan sekolah. 

“Kebetulan tahun 2022 ini sebanyak 13 SMPN di Jombang mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sekitar Rp 13 miliar sesuai dengan data yang sudah diusulkan melalui dapodik untuk pembangunan rehab kelas,” terang Senen Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang. Jumat (12/8/2022)

Menurut Senen, 13 gedung sekolah yang direhan diantaranya SMPN 1 Gudo, SMPN 5 Jombang, SMPN 1 Mojoagung dan SMPN 2 Perak. SMPN 4 Jombang, SMPN 2 Kesamben, SMPN 1 Kesamben, SMPN 1 Perak dan SMPN 1 Jombang, SMPN 1 Peterongan, SMPN 1 Wonosalam, SMPN 2 Gudo dan SMPN 2 Tembelang.

“Dana Alokasi Khusus 13 miliar itu seratus persen digunakan untuk rehab gedung kelas, jadi tidak ada penambahan sarana prasarana. Sekolah yang mendapatkan DAK fisik sudah mengajukan melalui dapodik. Pusat menentukan penerima dari data yang sudah diisi ke dapodik. Makanya pengisian dapodik harus bagus, agar data tersebut terpantau oleh pemerintah pusat. Karena pusat menentukan penerima berdasar dapodik,’’ jelasnya.

Sedangkan semua yang sudah mendapatkan DAK kini sedang tancap gas untuk renovasi. Waktunya kurang lebih tiga bulan, hingga November. Proyek dikerjakan secara swakelola. Swakelola oleh komite sekolah.

“Sedangkan pembangunan dilakukan di SMPN 2 Perak dan mendapatkan DAK sebesar Rp 810 juta. Ada enam kelas yang direhab. Rinciannya, dua kelas besar, dua kelas untuk memperbaiki atap dan lantai. Serta dua kelas menambahkan keramik dinding dan pengecatan,” jelasnya.

Kepala SMPN 2 Perak Suryani sudah usul ke dapodik sejak 2019. Mereka melaporkan apa saja yang perlu ditangani. Setelah diputuskan dapat, ada fasilitator dari pusat yang datang, menentukan titik mana saja yang direhab, kemudian dikalkulasi. 

“Setelah itu, yang mencari rekanan komite sekolah, kami hanya mengawasi,’’ jelas Suryani. Selama proses pengerjaan, kantor dipindah ke lokal yang menghadap ke barat. Kelas 7 full masuk 100 persen. Sementara kelas delapan dan kelas sembilan bergantian daring dan luring seminggu sekali,” pungkasnya. (lis)