Caption Foto : Gubernur Khofifah didampingi Bupati dan Perwakilan BI saat melepas ekspor perdana kopi excelsa Wonosalam

mediapetisi.net – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Jatim Budi Hanoto melepas ekspor perdana 12 ton kopi Excelsa komoditas khas Wonosalam ke Malaysia. Pelepasan ekspor perdana kopi Excelsa. Bertempat di depan Kantor Koperasi Wonosalam Jombang Jl Anjasmoro 158 Dusun Pucangrejo Desa/Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang. Selasa (10/5/2022) 

Kegiatan diawali dengan penandatanganan kontrak pengiriman kopi dilakukan antara Rubath Kopi Jombang dan PT. Indo Samudra Ekspor. Selanjutnya, pemecahan kendi dan kibaran bendera di depan truk trailer pengangkut menjadi penanda pelepasan ekspor kopi Excelsa ke Negeri Malaysia.

Melihat potensi besar komoditas kopi Jawa Timur, Gubernur Khofifah mengajak kaum muda mengembangkan komoditas unggulan tersebut. Terutama bagi mereka yang memang memiliki passion bergelut di bidang bisnis komoditas kopi, agar terus membangun jejaring perluasan pasar dan mengekspornya ke mancanegara.

Terlebih lagi, ekspor perdana kopi Excelsa Wonosalam tersebut diinisiasi oleh para generasi muda di Jombang. Yakni kerja sama antara pemuda dari Desa Wonosalam Kecamatan Wonosalam, dengan eksportir PT. Indo Samudra Ekspor yang juga dipimpin oleh anak muda.

“Saya ingin mengajak anak-anak muda yang memiliki passion masuk di sektor perkebunan, terutama kopi karena pasarnya bagus. Apalagi Excelsa yang ditanam di sini ini termasuk jenis yang cukup favorit di pasar dunia,” ungkapnya.

Gubernur Khofifah menjelaskan, pentingnya memiliki semangat untuk berwirausaha dan mengembangkannya. Ditambah lagi dengan adanya support luar biasa dari berbagai pihak. Inisiasi anak muda dengan bimbingan dan pembinaan dari Bank Indonesia dan tentu dari pemerintah kabupaten, menjadi bagian yang penting untuk membangun jejaring pasar luar negeri.

Jawa Timur memiliki daerah unggulan penghasil kopi Excelsa, yaitu di Wonosalam Jombang, lereng Gunung Wilis Madiun, dan lereng Gunung Ijen. Sedangkan proses budidaya kopi jenis Excelsa menjadikannya unik karena terbilang cukup lama. Butuh waktu 5 tahun, mulai ditanam sampai bisa dipanen. Selain termasuk favorit di pasar dunia, produksi kopi jenis ini hanya 7% di seluruh dunia, sehingga pasar kopi Excelsa ke depannya.

“Saya bangga atas keberhasilan anak-anak muda asal Wonosalam itu yang menpunyai filosofi dari desa untuk dunia. Kedepan agar bisa menjadi pendorong serta penyemangat bagi anak-anak muda lainnya di Jawa Timur. Mudah-mudahan ini akan terus bisa mendorong dan menyemangati kawan-kawan muda untuk terus produktif di sektor apapun terutama disini di sektor tanam kopi, dan kemudian mereka sudah sukses bisa tembus pasar ekspor,” harapnya.

Ditempat yang sama, Bupati Jombang menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur atas dukungan dan supportnya juga semangat yang luarbiasa dari pegiat kopi yang telah berhasil menembus pasar ekspor.

“Kami berharap semoga ekspor perdana kopi Wonosalam ini akan terus berlanjut dimasa mendatang, sehingga nantinya dapat memberikan dampak positif pada nilai jual dan nilai tambah kopi Wonosalam, dan juga meningkatkan kesejahteraan secara langsung maupun tidak langsung bagi petani kopi Wonosalam, yang kedepannya dapat memberi dampak positif bagi pembangunan serta perekonomian Kabupaten Jombang,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim Budi Hanoto menyampaikan bahwa keberhasilan melakukan ekspor kopi Excelsa asal Wonosalam Jombang ini adalah salah satu bentuk model bisnis End to End. Ia menuturkan bahwa BI telah melakukan pendampingan terhadap UMKM produsen kopi Excelsa Wonosalam ini sejak tahun 2019. Mulai dari pengadaan bibit, cara tanam bagaimana teknologi menanamnya juga bantuan alat dan sebagainya sampai akhirnya di hilirnya.

Sinergi institusinya bersama Pemprov dan Pemkab, juga dinas dan OPD terkait akhirnya berbuah kesuksesan sehingga mecapai tahapan ekspor senilai  12 ton. Selain pendampingan mulai proses tanam dan produksinya, BI juga memberikan pendampingan business matching yang mempertemukan antara demand and supply.

“Kami berharap hal seperti ini dapat terus berkembang dan diadaptasi oleh UMKM lainnya di Jawa Timur. Apalagi bisa dikembangkan oleh anak-anak muda yang tentu memliki semangat yang luar biasa. Kami juga mengucapkan terima kasih ujung dari pendampingan ini akhirnya bisa tembus pasat ekspor. rtinya ini UMKM dari desa dan kecamatan Wonosalam ini sudah memberikan kontribusi yang bagus untuk pemulihan ekonomi Jawa Timur,” terangnya.

Sementara itu, perwakilan UMKM Rubath Kopi Jombang produsen Kopi Excelsa Wonosalam, Wiknyo Susandi, menyampaikan UMKM binaan asosiasi kopi Wonosalam yang sebenarnya terbentuk dari kelompok ngaji atau majelis ilmu agama, yang diberi amanah untuk mendirikan suatu usaha melalui Rubath Kopi Jombang. Dari situ ada pesan untuk setiap anggota Rubath Kopi Jombang agar setiap memproses kopi mereka diminta untuk menghadirkan hati dan doa. Hal tersebut dilakukan agar kopi yang dihasilkan menjadi berkualitas dan berspiritualitas.

“Agar setiap orang yang minum kopi Rubath Kopi Jombang tak hanya tenang hatinya juga tenang pikirannya. Dari segelas kopi, kami berharap bisa terjalain silaturrahim. Kami memang anak-anak muda desa, tapi kami memiliki mimpi untuk mendunia,” pungkasnya. (lis)