Caption Foto : Anggota Komisi IV DPR RI , Ema Umiyyatul Chusnah saat sambutan

mediapetisi.net – Anggota Komisi IV DPR RI Ema Umiyyatul Chusnah, S.T.M.Mpd, bersama Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI gelar Bimtek Pengolahan Hasil Tanaman Pangan di ikuti oleh 100 peserta dari Poktan dan Gapoktan Kabupaten Jombang. Turut hadir Sub Koor Pengolahan mewakili Direktur PPHTP Kementerian Pertanian, Bubun Muhammad Hasrullah, S.TP.MM. Sub Koor Serelia mewakili Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Pipit Wahyuningsih, S.P.M.Agr. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Muchamad Rony, M.M. Kasi Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Ir. Ari Wibawanto, M.M. Bertempat di Ballroom Hotel Fatma Kabupaten Jombang. Senin (28/03/22)

Anggota Komisi IV DPR RI , Ema Umiyyatul Chusnah menyampaikan kegiatan bimtek Pengolahan Hasil Tanaman Pangan dilakukan dengan tujuan meningkatkan skill atas olahan tanaman pangan, yang nantinya dapat menjadi sebuah produk makanan yang mempunyai jual tinggi.

“Pada Bimtek Pengolahan Hasil Tanaman Pangan kali ini juga diajarkan agar masyarakat bisa lebih berinovatif dalam mengolah hasil tanaman pangan. Contohnya tanaman jagung, tidak hanya  dijadikan dadar jagung dan nasi jagung tapi melalui bimtek kali ini diajarkan bagaimana mengolah jagung menjadi olahan makanan yang lain seperti mengolah jagung menjadi dessert dan es krim jagung,” terangnya.

Ema Umiyyatul Chusnah yang akrab disapa dengan panggilan Ning Ema juga memberikan motivasi kepada para petani tanaman pangan dan pelaku UMKM, terutama milenial bahwa meningkatnya produk olahan akan lebih bagus apabila didukung adanya digital marketing. 

“Untuk para petani tanaman makanan yang sudah maupun yang akan mencoba menghasilkan produk, alangkah lebih bagus jika mempelajari dan memahami digital marketing agar bisa lebih meningkatkan produk olahan, kuncinya bagaimana memasarkan produk lewat digital marketing,” ucapnya.

Menurut Ning Ema potensi varietas pertanian di Kabupaten Jombang seperti padi, jagung, ubi dan sayur-mayur merupakan potensi yang sangat luar biasa. Namun kendala dari para petani lokal khususnya Kabupaten Jombang kini mengalami penurunan dalam menanam tanaman kedelai.

“Sementara kedelai di Indonesia datangnya memang dari impor sampai sekarang kedelai susah dicari dan harganya mahal. Sampai saat ini kami sedang berjuang bagaimana membuka lahan kembali untuk menanam kedelai yang menghasilkan kualitas kedelai lokal yang sama dengan impor serta kebutuhan pokok dari pembuatan tahu tempe bisa terpenuhi dan harganya bisa mencukupi,” pungkasnya. (lis)