Caption Foto : Bupati Jombang saat menyaksikan anak difabel memainkan musik

mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas PPKB dan PPPA Kabupaten Jombang menggelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di Sekolah yang ada di Kabupaten Jombang, utamanya anak-anak Difabel dan  anak yatim/ piatu/ yatim piatu karena Covid 19 dibuka oleh Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab. Bettempat di Pendopo Kabupaten Jombang. Senin (29/11/2021) 

Kegiatan diawali dengan menyaksikan penampilan anak anak Difabel yang berbakat mulai dari bermain musik, menyanyi juga pantomim ini. Dihadiri Kepala Dinas PPKB dan PPPA Kabupaten Jombang, para narasumber dari Dinas Sosial, Psikolog, dan penerjemah bahasa isyarat serta bapak / ibu guru yang mendampingi anak anak penyandang difabel dari Sekolah Luar Biasa se Kabupaten Jombang, juga anak yatim, piatu/yatim piatu dampak dari orangtuanya terkena Covid-19

Bupati Jombang menyampaikan terimakasih dan mengapresiasi positif anak – anak luar biasa yang memiliki potensi dan bakat luar biasa. Bupati meminta DPPKB-PPPA menyediakan  wadah untuk anak anak Difabel ini guna menyalurkan bakat dan potensinya.

“Anak merupakan investasi bagi masa depan kemajuan bangsa. Berdasarkan data kependudukan, 30% penduduk Kabupaten Jombang adalah anak usia 0-18 tahun, untuk itu mereka perlu mendapatkan hak tumbuh dan berkembang, dan mendapat perlindungan,” ungkapnya.

Bupati mengaku prihatin, sebab di kota Santri, Kabupaten Jombang yang Layak Anak ini masih saja ada bentuk kekerasan terhadap anak, baik kekerasan emosional juga kekerasan fisik seperti mendisiplinkan anak dengan melakukan kekerasan, bahkan juga ada kekerasan seksual. Permasalahan perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan adalah merupakan tanggung jawab, baik dari lingkungan terdekat hingga pemerintahan dan penegak hukum. 

“Oleh karena itu sebagai wujud pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak membutuhkan kerjasama dari berbagai kalangan. Perlu adanya kesadaran yang tinggi dalam mewujudkan kesejahteraan dan perlindungan perempuan dan anak. Selain itu diperlukan langkah-langkah yang konkrit, terkoordinasi, terencana, menyeluruh dan berkelanjutan karena isu-isu perlindungan perempuan merupakan isu lintas program,” terangnya.

Sedangkan untuk mencegah tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan tindak pidana perdagangan orang perlu adanya: Komitmen bersama, kepekaan akan isu, dan bekerja sama. Bupati berharap para garda depan, termasuk lingkungan sekolah sama-sama mengawal agar anak-anak ini tercegah dari kekerasan. Sebagai wujud tindak lanjut, diharapkan agar peserta sosialisasi ini nantinya dapat meneruskan dan menyampaikan kepada lingkungan terdekat dan masyarakat, untuk mencegah tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Anak- anakku yang saya banggakan, kalian mempunyai hak yang sama, saya berharap untuk selalu semangat belajar kejar cita-cita setinggi mungkin, jadilah anak yang sholeh dan sholehah yang di banggakan orang tua, guru dan kita semua,” tandasnya.

Satgas PPA Prov-Jatim Ibu Riza Wahyuni, S.Psi., M.Si menyampaikan materi terkait Dampak Psikologis dan Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. Kabid. Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Jombang, EKo Sulistyono, SH, MSi, Pelayanan Bagi Difabel sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan. (lis)