Caption Foto : Kepala Dispendukcapil Jombang ditemui di ruang kerjanya

mediapetisi.net –  Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jombang fungsinya hanya mencatat segala macam permohonan masyarakat sepanjang data pendukungnya lengkap seperti pembuatan Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan akta kelahiran.

Meskipun dalam pernikahan siri tidak punya buku nikah tetap tercatat dan masuk dalam Kartu Keluarga (KK) akan tetapi dalam KK tersebut menyatakan bahwa kawin belum tercatat sebab dasar dari syarat membuat KK adalah surat keterangan kawin atau menikah baik dari KUA maupun dari Dukcapil sendiri bagi yang non muslim. 

“Kami juga sudah bekerja sama dengan kementerian agama, bahkan sampai saat ini teman-teman juga sudah turun ke desa-desa untuk mendata keterangan yang ada di KK masyarakat sekitar 100 ribu lebih kakak yang masih muncul tulisan kawin belum tercatat, tulisan ini muncul kemungkinan ada banyak penyebabnya salah satunya ketika membuat KK belum menyertakan surat atau tanda bukti sudah menikah walaupun sudah menikah. Karena kata-kata kawin tidak tercatat tidak kita tulis atau ketik melainkan secara otomatis sistem akan mendeteksi nomor nikah,” ungkap Masduki Zakaria Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jombang saat ditemui di ruang kerjanya. Senin (1/11/2021

Tidak hanya itu, Masduki juga memaparkan orang yang melakukan pernikahan siri juga bisa mendaftarkan akta kelahiran anaknya namun di akta kelahiran anak hasil dari pernikahan siri terdapat catatan khusus di bawah lampiran akta tersebut.

“Akta itu tidak harus ada nama orang tuanya. Tidak ada nama orang tuanya pun akta masih bisa keluar akan tetapi tidak bisa mencatat nama orang tua angkatnya harus nama orang tua kandungnya. Ada 1 kasus di daerah Sumobito yakni orang tua membuang anaknya di suatu tempat dan pada akhirnya dititipkan di panti asuhan ketika beranjak umurnya, anak ini pun juga butuh akte ketika akan masuk sekolah, jadi hak anak tidak kita hilangkan dalam artian kita bisa mengeluarkan akta untuk anak tersebut hanya saja tidak ada nama orang tuanya,” terangnya.

Sampai saat ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil banyak merevisi akte -akte yang sudah 15 sampai 30 tahun yang lalu, sebab pada dahulu orang dengan mudahnya bisa mengangkat anak dan pada akhirnya sekarang banyak muncul masalah ketika anak tersebut akan menikah. Maka dari itu ketika di KUA ingin mendaftarkan pernikahan alangkah baiknya menyampaikan apabila nama orang tua yang ada di akta bukan orang tua kandung. Karena bagaimanapun itu pernikahan yang tidak diwakili oleh pihak ayah kandung pernikahan tersebut dianggap tidak sah dalam agama.

“Sedangkan untuk bayi yang lahir diluar nikah juga bisa dibuatkan akta kelahiran hanya saja dengan tulisan lahir atas nama ibunya meskipun satu atau dua bulan kemudian orang tuanya menikah akan tetapi nomor tersebut tidak bisa terdeteksi oleh sistem karena lebih dulu lahir anak tersebut daripada pernikahan tersebut,” jelas Masduki.

Akan tetapi belum tentu anak lahir duluan karena hamil diluar nikah bisa jadi mereka sudah menikah akan tetapi menikah siri dan kemudian 1 tahun kedepan mereka menikah secara sah di mata negara. Dan akte kelahiran dari hasil nikah siri hp-nya bisa dirubah atas nama ayah yang sudah menikah secara resmi di mata negara dengan menunjukkan surat pernikahan.

Masduki juga menegaskan bahwa menyikapi terkait pernikahan siri bukan ranahnya dukcapil tetapi ranahnya dari KUA dan kementerian agama, tidak hanya itu Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil membuatkan akte kelahiran dari hasil pernikahan siri juga berdasarkan dari hasil Pengadilan Agama kementerian agama yaitu sidang isbat, pungkasnya. (lis)