Caption Foto : Gubernur Khofifah saat melaunching gerai Samsat OPOP

mediapetisi.net – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melaunching 76 gerai Samsat One Pesantren One Product (OPOP) yang tersebar di 76 Pondok Pesantren (Ponpes) di Jawa Timur. Launching dipusatkan di Ponpes Amanatul Ummah, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (30/10/2021)

Peluncuran layanan Samsat OPOP Berbasis Ponpes hadir pertama kali di Indonesia bertema Pesantren Berdaya, Masyarakat Sejahtera itu ditandai dengan penekanan layar virtual oleh Gubernur Khofifah didampingi Bupati Mojokerto Ikfina Fatmawati, Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah KH. Asep Saifuddin Chalim, Kepala Dinas Bapenda Jatim Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno, Kacab PT Jasa Raharja Jatim Hervanka Tri Dianto, Dirut Bank Jatim Busrul Iman, dan PAUR Samsat Surabaya Utara AKP Mulya Sugiharto.

Selain digelar launching Samsat OPOP, juga dilaksanakan Pengundian Tabungan Hadiah Umroh untuk 15 orang Wajib Pajak Patuh. Terhitung, sejak 2019 hingga 2021, telah diberikan 60 tabungan umroh kepada wajib pajak yang patuh. Pada 2021 ini, Pemprov Jatim bekerjasama dengan Bank Jatim menyediakan hadiah tabungan umroh untuk 30 orang wajib pajak yang patuh. Masing-masing senilai Rp. 30 juta yang diundi dalam dua tahap.

Tahap pertama diberikan untuk 15 orang Wajib Pajak Patuh yang dilaksanakan pada 5 Mei 2021 di Gedung Grahadi bersamaan dengan momentum Bulan Suci Ramadhan. Sedangkan pengundian tahap kedua untuk 15 orang Wajib Pajak Patuh, dilaksanakan pada 30 Oktober 2021 di Ponpes Amanatul Ummah Pacet Mojokerto serangkaian dengan peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Jawa Timur.

Gubernur Khofifah menyampaikan, bahwa inovasi layanan Samsat OPOP yang diinisiasi Bapenda Provinsi Jatim tersebut merupakan inovasi pengembangan dari layanan “Payment Point Online Banking” (PPOB) yang sudah berjalan. Tujuannya, memberikan kemudahan pelayanan kepada warga pesantren dalam memenuhi kewajibannya membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Selain itu, mendukung pengembangan usaha-usaha yang dimiliki Koperasi Pondok Pesantren (KOPONTREN) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis Ponpes maupun warga di sekitar Ponpes.

“Layanan ini merupakan inovasi layanan sebagai bagian dari program One Pesantren One Product (OPOP) yang diinisiasi Pondok Pesantren bekerjasama dengan Samsat dan Bank Jatim. Semoga layanan berbasis pesantren semakin dekat, murah dan efektif sehingga membawa kemanfaatan besar bagi masyarakat sekitar,” tuturnya.

Samsat OPOP berbasis Pesantren sendiri, kata Gubernur Khofifah, pernah dilakukan uji coba di empat titik dan sempat melihat proses yang berjalan di Kabupaten Nganjuk. Kemudian kita kordinasikan kemungkinan adanya pengembangan karena jangkauan wilayah di Jawa Timur luas sekali. Memang dibutuhkan kecepatan layanan, kedekatan layanan sehingga semua bisa memudahkan.

“Saya rasa format-format yang makin memudahkan dan mempercepat semua layanan akan terus kita maksimalkan dan kita juga bisa melihat format yang sudah dilakukan ini cashless. Misalnya sedang bertugas di daerah mana bahkan di negara mana juga bisa dilakukan. Jadi transformasi digital di lingkungan bapenda Insyaallah sudah berjalan cukup advance,” terangnya.

Dalam penerapannya, Gubernur Khofifah menuturkan, wajib pajak akan mendapatkan SMS bukti pembayaran yang di dalamnya terdapat link E-TBPKP (Tanda Bukti Pelunasan Kewajiban Pembayaran) berbasis “QR Code” yang dapat dicetak secara mandiri dan sebagai bukti pembayaran yang sah tanpa harus datang ke Kantor Bersama Samsat.

“Inovasi Samsat OPOP sangat selaras dengan kondisi pandemi yang masih berlangsung sampai saat ini, dimana masyarakat cenderung mengurangi untuk mendatangi tempat layanan publik seperti Kantor Bersama Samsat. Hingga saat ini, di Jawa Timur terdapat lebih dari 6.000 Pondok Pesantren. Saya berharap, Inovasi Samsat OPOP dapat dikembangkan di pondok-pondok pesantren yang tersebar di seluruh Jawa Timur,” harapnya.