Caption Foto : Kepala Desa Kepatihan saat menyerahkan timbangan ke pengelola bank sampah

mediapetisi.net – Pemerintah Desa Kepatihan melaksanakan program Desa Berdaya Tahun Anggaran 2021 dengan melaunching “Bank Sampah Karya Ibu”. Dihadiri Perwakilan dari Camat, DPMD, DLH dan Bank Jatim serta Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa juga Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama. Bertempat di kampung bank sampah Desa Kepatihan Kecamatan/Kabupaten Jombang. Kamis (28/10/2021)

Kepala Desa Kepatihan Erwin Pribadi menyampaikan Desa Kepatihan merupakan salah satu dari 7 desa yang mendapatkan BKK Provinsi karena desa berdaya merupakan program provinsi untuk memunculkan ikon desa. 

“Kami memilih ikon untuk desa Kepatihan yakni kampung bank sampah. Hari ini kami launching bank sampah karya ibu karena penggeraknya dari ibu – ibu,” ungkapnya.

Kegiatan bank sampah tersebut berisi penimbangan sampah, pemilahan, dan pencatatan hasil tabungan sampah nasabah. Selanjutnya hasil sampah yang dibuat kreasi pengelola sampah menjadi pakaian untuk karnaval dan lainnya. Pengurus bank sampah sudah teredukasi dengan baik perihal pemilahan sampah, antara kertas, duplek, plastik dan bahan lainnya. 

“Saya minta kepada seluruh warga yang memang bergabung menjadi nasabah bank sampah semua karena memang kita bekerjasama dengan Bank Jatim. Insya Allah bulan Desember saya akan menetapkan peraturan Desa terkait kebersihan lingkungan yang kemudian dikuatkan pada bank sampah.

Kurang lebih 1800 KK di desa Kepatihan itu harus jadi nasabah bank sampah. Semoga dengan adanya bank sampah ini bisa meningkatkan perekonomian warga,” harap Erwin.

Sementara itu, Perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Jombang Abdul Khalim menyampaikan pengelolaan sampah tersebut diawali dari satu dusun kemudian disupport dengan program yang ada dan dikembangkan sampai saat ini semua dusun sudah melakukan program tersebut.

Ini menunjukkan bahwa kegiatan ini penting bagi kegiatan pemerintahan desa untuk memberdayakan masyarakat desa yang disupport dengan program desa berdaya.

“Sedangkan kategori desa yang mendapatkan program ini adalah desa yang masuk menjadi desa mandiri. Tidak semua desa di kabupaten Jombang menjadi desa mandiri. Ada beberapa kategori juga yang mendukung desa menjadi desa mandiri diantaranya keaktifan lembaga yang ada di desa tersebut dan pemerintah yang bisa memanfaatkan sumber – sumber daya yang ada baik SDM maupun SDA,” jelasnya.

Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa Chusnul Chuluk menambahkan ikon yang di pilih oleh Desa Kepatihan adalah kampung bank sampah karena telah mendapatkan BKK Provinsi dengan anggaran 100 juta. Sedangkan sasaran desa berdaya Jawa Timur adalah desa desa yang punya status kemampuan mandiri. Kebetulan Desa Kepatihan termasuk Desa Mandiri. Anggaran tersebut digunakan dalam pengadaan sarana prasarana sampai operasional desa dan lainnya yang di RAP kan oleh desa yang kemudian di konsultasikan ke provinsi baru berjalan.

“Saya berharap dengan dilaunchingnya bank sampah ini dapat membantu meningkatkan perekonomian warga.  Berhubung desa berdaya ini bisa berupa produk dan bisa berupa jasa harapannya bisa melibatkan banyak masyarakat untuk meningkatkan perekonomian paska pandemi. Khusus untuk desa Kepatihan ini bekerja sama dengan bank Jatim. Nanti pengepul sampah hasilnya akandi masukkan ke rekening masing – masing warga,” tandasnya. (lis)