Caption Foto : Petugas BPBD saat memberikan pelatihan

mediapetisi.net – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar pelatihan pemusalaran jenazah covid-19, di ikuti oleh perwakilan seluruh desa di Kecamatan Diwek bertempat di Kantor Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Rabu (28/07/21)

Pusdalops BPBD kabupaten Jombang, Mahmud Yunus menyampaikan, Coronavirus disease 19 atau covid 19 telah dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO, hingga saat ini kasusnya masih meningkat secara signifikan dan menimbulkan banyak korban kematian di lebih dari 150 negara. Indonesia menjadi salah satu negara dengan kasus covid 19 yang tinggi dan ditetapkan sebagai bencana non alam berupa wabah penyakit oleh BNPB yang tersebar di 34 provinsi.

“Kondisi pandemi mengakibatkan banyaknya korban meninggal terutama di Kabupaten Jombang dan tidak dapat ditentukan dengan pasti apakah jenazah atau kematian itu meninggal karena covid-19 hal ini membutuhkan langkah-langkah tatalaksana secara spesifik untuk mencegah terjadinya penyebaran kepada tenaga medis maupun tenaga pemulasaran jenazah cofid 19 serta keluarga dan masyarakat secara umum,” tutur Yunus.

Pelatihan pemusalaran jenazah covid 19, dilaksanakan dengan dasar hukum undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, Peraturan Presiden nomor 17 tahun 2018 penyelenggaraan penanggulangan bencana dalam keadaan tertentu, Surat keputusan Kepala BNPB nomor 9 titik a. Tahun 2020 tentang penetapan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus Corona di Indonesia.

“Tidak hanya itu dasar hukum yang melandasi dilakukannya pemusaran jenazah covid 19 yakni Surat keputusan Kepala BNPB nomor 13 tahun 2020 tentang perpanjangan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus Corona di Indonesia, fatwa MUI nomor 14 tahun 2020 tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi wabah covid 19, fatwa MUI nomor 18 tahun 2020 tentang pedoman pengerusan jenazah muslim yang meninggal karena covid-19 serta pedoman pencegahan dan pengendalian covid 19 kementerian Kesehatan,” ujar Yunus.

Sedangkan kriteria jenazah yang dimakamkan dengan protokol kesehatan yakni jenazah dari dalam rumah sakit dengan diagnosa ISPA, pneumonia, ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome) dengan atau tanpa keterangan kontak penderita covid 19 yang mengalami perburukan kondisi dengan cepat, jenazah pasien dalam pemantauan dari dalam rumah sakit sebelum keluar hasil swab. Jenazah pun dari luar rumah sakit yang memiliki riwayat yang termasuk kedalam orang dalam pengawasan atau pasien dengan pemantauan hal ini termasuk pasien Dead On Arrival (DOA) rujukan bdari rumah sakit lain.

“Begitu pula dengan prosedur penanganan jenazah ada beberapa hal yang harus di lakukan yaitu tim pemulasaran jenazah memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap seperti gaun lengan panjang sekali pakai dan kedap air, sarung tangan non steril 1 lapis dan sarung tangan yang menutupi manset gaun, pelindung wajah atau kacamata atau goggle, masker bedah dan sepatu tertutup dengan shoes cover, dan ketika melepas alat APD petugas tidak boleh membantu satu sama lain karena dikhawatirkan terkontaminasi virus yang menempel di APD,” jelas Yunus.

Sementara itu, Camat Diwek, Sudiro Setiono mengatakan bahwa pelatihan pemutaran jenazah cofid19 dilakukan untuk yang pertama kalinya di Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang yang diikuti oleh perwakilan seluruh desa di Kecamatan Diwek dengan diharapkan perwakilan desa tersebut bisa menjadi narasumber petugas pemakaman jenazah covid 19 di desanya masing-masing.

“Harapan saya dengan adanya pelatihan pemasaran jenazah covid 19 dapat mencegah penularan covid 19 di Kabupaten Jombang khususnya Kecamatan Diwek. Pelatihan pemusalaran jenazah covid-19 dengan peserta perwakilan per desa 1 orang kecuali salah satu desa yaitu Desa Grogol ada 2 beserta sebab 1 peserta diantaranya nya beragama non muslim yang membutuhkan pelatihan tersebut,” pungkasnya. (lis)