Caption Foto : Bupati Jombang saat memberikan penghargaan kepada Kasat Resnarkoba dan Kalapas Jombang

mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menggelar sosialisasi Desa Bersih Narkoba dengan tema “Perang melawan narkoba di era pandemi covid-19 menuju Indonesia, Jombang bersih narkoba” dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) tahun 2021. Dihadiri oleh Bupati Jombang, Staf Ahli, Perwakilan Forkopimda, Perwakilan desa, perwakilann Camat, Ormas, Tokoh pimpinan pesantren,  Polsek, Koramil, MUI,Tim P4GN (Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba). Bertempat di ruang Bung Tomo kantor Pemerintah Kabupaten Jombang. Kamis (24/6/2021)

Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab mengapresiasi adanya sosialisasi Desa Bersih Narkoba dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) tahun 2021. Sosialisasi tersebut merupakan ikhtiar agar kita bisa melawan dan bisa membasmi serta membersihkan peredaran narkoba di wilayah kabupaten Jombang yang memang saat ini menduduki peringkat 5 besar dan peringkat ke 3 pelaku narkoba terbanyak di Provinsi Jawa Timur. Karena dalam waktu satu bulan, terungkap sekitar 40 kasus narkoba di Kabupaten Jombang.

“Masalah narkoba tidak bisa dipandang sebelah mata dan perlu diperhatikan tindakan promotif dan preventif. Narkoba tidak hanya menjadi perhatian pihak-pihak yang memang bertugas saja namun juga menjadi perhatian oleh seluruh masyarakat untuk mencegah penyalahgunaan narkotika ini adalah perlunya sinergitas antara tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pejabat dari tingkat desa hingga ke tingkat yang tertinggi,” ungkapnya.

Untuk data peredaran narkoba yang berhasil diungkap Satuan Reserse Narkoba Polres Jombang periode 1 Januari sampai dengan 15 Juni 2021 adalah sebanyak 130 kasus dan 161 tersangka, dengan rincian kasus okerbaya (39 kasus – 39 tersangka ), kasus narkotika (91 kasus – 122 tersangka). 

“Salah satu diantara kasus narkoba yang terungkap itu adalah kasus satu keluarga di Jombang yang sudah melakukan bisnis narkoba selama dua bulan dengan omset mencapai 1 milyar. Langkah progresif harus diambil untuk memberantas peredaran narkotika di Jombang, salah satunya adalah dengan pembentukan desa bersih narkoba (bersinar),” terang Bupati Jombang.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Jombang Fahrudin Widodo, Desa bersinar merupakan satuan wilayah setingkat kelurahan/desa yang memiliki kriteria tertentu dimana terdapat pelaksanaan program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) yang dilaksanakan secara massif. Tujuan sosialisasi Desa Bersih Narkoba untuk memperkuat aksi dan kerjasama secara global dalam melawan Narkotika,” ujarnya.

“Pogram desa bersinar nantinya Kepala desa bertanggungjawab mengkoordinir seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) desa bersinar di desa yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa Dan Permendes Nomor 11 Tahun 2019 Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020. Penganggaran desa bersinar ini dimasukkan dalam Dana Desa. Karena masih pandemi sosialisasi diikuti 60 peserta,” jelasnya.

Narasumber yang merupakan Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mojokerto AKBP Suharsih menyampaikan, untuk saat ini yang terfokuskan adalah desa bersinar dengan harapan semuanya desa di Indonesia bisa bergerak agar bersih dari narkoba dan peredaran pun bisa menurun.

“Dari awal ada rehabilitasi sampai sekarang ada sekitar 300 orang yang melakukan rehabilitasi, mayoritas yang di rehabilitasi dari kalangan pelajar, dewasa sampai dengan umur 50 tahun.sebagai penyalahguna tetapi mereka dulu pernah menjadi kurir dan lain sebagainya. Untuk proses rehabilitasi di BNN Kota Mojokerto yang terbanyak mengirim adalah kabupaten Jombang sekitar 30 orang lebih yang melakukan rehabilitasi,” pungkasnya. (lis)