Caption Foto : Kepala Disnaker Jombang Priadi saat membuka sosialisasi cukai

mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jombang melaksanakan kampanye gempur rokok illegal salah satunya dengan menggelar sosialisasi peraturan perundang – undangan di bidang cukai kepada ratusan buruh PT Anugrah Mutiara Luhur Indonesia Jaya di Perak pada hari Senin 25 Oktober 2021 dibuka oleh Kepala Disnaker Jombang Dr. Priadi.

Kepala Disnaker Kabupaten Jombang Dr. Priadi menyampaikan sosialisasi peraturan perundang – undangan di bidang cukai kepada ratusan buruh PT Anugrah Mutiara Luhur Indonesia Jaya di Perak tersebut  agar para pekerja pabrik rokok ini memahami aturan-aturan terkait juga serta resiko ketika ada pelanggaran jual beli rokok ilegal.

“Ada sekitar 200 pekerja atau buruh menjadi peserta yang diberikan pengetahuan tentang aturan perundang-undangan terkait cukai, khususnya untuk rokok kita bekerja sama dengan Bea Cukai Kediri,” ungkapnya.

Senada Rika Paur Fibriamayusi Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Syarat Kerja pada Disnaker Jombang menjelaskan tujuan kegiatan tersebut kepada buruh terkait pentingnya deteksi rokok tanpa cukai ataupun rokok polos. Agar pekerja atau buruh rokok yang hadir dapat mendeteksi rokok yang ditawarkan oleh oknum atau bahkan buruh tersebut tidak membuat rokok klinting sendiri dan diedarkan ke masyarakat luas, jelasnya.

Sementara itu, Pemeriksa Bea Cukai Pratama Kediri Bambang Hadi Sugito menyebutkan ciri – ciri rokok ilegal yang pertama rokok diedarkan, dijual, atau ditawarkan tidak dilekati pita cukai (dikenal dengan istilah rokok polos atau rokok putihan). Kedua, rokok yang diedarkan dari produksi pabrik yang belum mempunyai NPPBKC. Ketiga, Rokok yang diedarkan, dijual atau ditawarkan dilekati pita cukai, namun pita cukainya palsu atau dipalsukan dan sudah pernah dibakai (bekas). Selain itu, tidak sesuai peruntukan misalnya pita cukai untuk rokok golongan SKT tapi dilekatkan pada rokok dengan golongan SKM, sehingga tidak sesuai tarif cukainya. Selanjutnya tidak sesuai personalisasi, misal pita cukai untuk perusahaan A, tapi digunakan untuk perusahaan B.

“Untuk itu, dengan adanya sosialisasi cukai kepada buruh pabrik rokok agar memahami tidak membuat rokok klinting sendiri maupun mengedarkannya. Selain itu ada untung ruginya membeli rokok ilegal atau tanpa cukai dan dalam hal pengawasan,” terangnya.

Rokok ilegal adalah rokok yang dalam pembuatan dan peredarannya tidak memenuhi ketentuan peraturan perundang undangan di bidang cukai. cukai mempunyai peranan untuk memastikan bahwa peredaran barang-barang tertentu yang terkena cukai telah memenuhi standar edar yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Sedangkan peredaran secara legal terhadap barang-barang yang kena cukai tersebut penting agar masyarakat dalam mengkomunikasi suatu barang seperti produk hasil tembakau telah memenuhi standar edar, selain itu juga untuk memberikan pembelajaran kepada masyarakat agar ikut dalam upaya meningkatkan penerimaan dari segi tarif cukai. 

“Maka dari itu peredaran rokok ilegal harus kita cegah karena rokok ilegal dapat mengurangi jumlah penerimaan cukai hasil tembakau oleh pemerintah, dengan cara pengendalian dan penegakan hukum yang tepat dapat mencegah dan menanggulangi terjadinya rokok ilegal. Sehingga Kami mengajak masyarakat untuk gempur rokok ilegal, adukan ke kami melalui Layanan informasi Bea Cukai Kediri telepon/SMS/WhatsApp dengan nomor 0813 3567 2009,” pungkasnya. (lis)