Caption Foto : Direktur Perumdam Tirta Kencana Kabupaten Jombang Dr. Khoirul Hasyim saat pemaparan

mediapetisi.net – Pengurus Daerah PERPAMSI (Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia) Jawa Timur menggelar Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Air Minum tingkat Muda angkatan ke IX yang dibuka oleh Ketua PERPAMSI Jawa Timur Samsul Hadi. Dihadiri Perumdam Tirta Kecana Jombang dan diikuti 45 peserta. Bertempat di ruang Teratai Hotel Yusro Jalan Soekarno Hatta No 25 kabupaten Jombang. Senin (7/6/2021)

Direktur Perumdam Tirta Kencana Kabupaten Jombang Dr. Khoirul Hasyim SPd. MPd menyampaikan Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Air Minum tingkat Muda angkatan ke IX tersebut diikuti 45 peserta dari Kabupaten Gresik,Tuban, Bojonegoro, Kediri dan Jombang. Pelatihan diikuti karyawan PDAM jenjang pendidikan SMA sederajat dan pendidikan sarjana dengan narasumber dari Badan pengawas dan pembangunan Jatim.

“Karena memang masih dalam masa pandemi Covid-19 maka peserta di batasi dan pelatihan dilaksanakan sesuai protokol kesehatan dengan ketat, wajib menggunakan masker, masuk ruangan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir serta disiapkan handsanitizer dan untuk tempat duduk juga jaga jarak,” ucapnya.

Menurut Hasyim, tujuan diadakan diklat manajemen air minum tersebut untuk meningkatkan kompetensi para pegawai atau karyawan PDAM se Jawa Timur. Kegiatan ini pula nanti akan diakhiri dengan kegiatan sertifikasi profesi atau keahlian oleh LSP AMI (Lembaga Sertifikasi Pegawai Air Minum Indonesia) dengan mengukur dan menilai para peserta akan kompetensi yang dimiliki peserta.

Selain itu, bagi setiap direktur atau PDAM seluruh Jawa Timur, Diklat manajemen air minum ini menjadi sangat penting dikarenakan tantangan kedepannya semakin susah dan semakin berkembang maka SDM pun harus pula ditingkatkan. Sementara itu Kebutuhan air di Jombang semakin tinggi, karena di Kabupaten Jombang adalah daerah penyangga kebutuhan air minum

“Kegiatan ini menjadi salah satu cara kami untuk meningkatkan kompetensi teman teman karyawan PDAM dan juga ada kompetensi yang sah artinya ini tidak sekedar katanya bisa atau semacamnya senioritas tapi ini benar benar terukur dan valid. Mari berpikir dan berkompetisi dalam mengembangkan perusahaan air minum bersih, dan berupaya dalam pengendali sumber air. Ini menjadi tantangan,” terang Hasyim.

Kebetulan Perumdam Tirta Kencana Kabupaten Jombang ditunjuk sebagai tuan rumah tempat koordinasi direktur Рdirektur PDAM se Jawa Timur. Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Air Minum tingkat Muda angkatan ke IX diadakan di ruang Teratai dan pembahasan tarif batas dan batas atas air minum serta koordinasi direktur di Ballroom Hotel Yusro Jombang. Perumdam Tirta Kencana Kabupaten Jombang mengirimkan 26 peserta atau karyawan dari staf senior mulai dari teknis senior dan kasubag. 

“Kami menuntut mereka untuk memulai dari tingkat muda ini dan nanti akan dilanjutkan kembali sampai dua tingkatan lagi yakni tingkat madya dan utama,dan kami menunggu jadwal dari teman – teman PDAM PERPAMSI Jawa timur,” tandas Hasyim.

Sementara itu, Ketua PERPAMSI Jawa Timur Samsul Huda menyampaikan, Diklat managemen air minum ada 3 (tiga) tahapan yakni tingkat muda, tingkat madya dan tingkat utama. Pada hari ini angkatan ke 9 tahap muda dilaksanakan di Kabupaten Jombang dan bekerja sama dengan PDAM PDAM yang lain mulai tanggal 7 Juni sampai 9 Juni 2021.

Sedangkan narasumber diklat manajemen air minum yang diadakan PD PERPAMSI Jawa Timur dan bekerja sama LSP AMI yang nantinya akan memberikan sertifikat.

“Diklat manajemen air minum ini diadakan untuk memberikan pengetahuan keterampilan pada semua peserta karena bagaimanapun Perumdam atau PDAM bahkan instansi pelayanan publik yang harus di tingkatkan adalah sumberdaya manusianya,” jelasnya.

Tidak hanya itu, PERPAMSI Jawa timur juga harus melakukan 4K yaitu kualitas, kuantitas, kontinuitas dan kejangkauan yang artinya air yang didistribusikan kepada pelanggan harus berkualitas sesuai dengan kesehatan, kemudian kuantitas artinya diusahakan air mengalir 24 jam, terkait dengan kontinuitas itu keberlangsungan jadi jangan sampai nanti pelayanan PDAM itu hari ini mengalir besok mati.

“Pelatihan ini dilakukan guna memahami target tugas – tugas karyawan harus kopenten dalam pelayanan air minum dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dalam memahami peraturan yang ada di perusahaan air minum, selain itu untuk memahami adanya kebocoran air dan mampu mengatasi,” pungkas Samsul. (lis)