Caption Foto : Sekda bersama Ketua DPRD, Kepala OPD dan komunitas kopi

mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pertanian gelar Jombang Coffee Fest 2026, dibuka Bupati Jombang, Warsubi yang diwakili Sekretaris Daerah Jombang, Agus Purnomo. Dihadiri Ketua DPRD Jombang, Hadi Atmaji, Kepala Disperta, Kepala DLH, Kepala Disdagrin, pelaku usaha kopi, petani kopi, komunitas kopi, dan pelaku UMKM. Bertempat di Pendopo Kabupaten Jombang. Minggu malam (26/4/2026)

Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo menyampaikan, penyelenggaraan Jombang Coffee Fest 2026 merupakan bentuk komitmen Pemkab Jombang dalam mendorong pengembangan sektor perkebunan, khususnya komoditas kopi yang memiliki potensi besar, terutama dari kawasan Kecamatan Wonosalam dan Bareng.

“Kopi Jombang memiliki cita rasa yang khas, dan tentunya memiliki nilai ekonomi yang tinggi apabila dikelola secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Di samping itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dalam menumbuhkan wirausaha-wirausaha baru di sektor perkebunan kopi,” terangnya.

Agus menegaskan, Pemerintah Kabupaten Jombang akan terus mendorong lahirnya generasi muda agropreneur yang mampu untuk membudidayakan kopi, serta mengembangkan usaha pada sektor hilir seperti pengolahan, branding, pemasaran, hingga pengembangan produk turunan kopi yang bernilai tambah tinggi.

“Untuk itu, Jombang Coffee Fest hendaknya dapat dimaknai sebagai ikhtiar sinergi dan kolaborasi antar lintas perangkat daerah, pelaku usaha, komunitas, serta masyarakat, dalam memperkuat pengembangan komoditas. Kopi sebagai unggulan daerah yang berdaya saing dan berkelanjutan, sekaligus sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat dalam rangka mewujudkan jombang maju dan sejahtera untuk semua,” paparnya.

Agus menjelaskan, secara statistik, potensi luas areal tanaman kopi di Kabupaten Jombang pada 2025 mencapai 1.958 hektare, yang terdiri atas kopi arabika seluas 117,6 hektare, kopi robusta 1.173,3 hektare, dan kopi excelsa 667,91 hektare.

“Adapun potensi produksi kopi mencapai 1.371 ton, dengan rincian arabika 49 ton, robusta 901 ton, dan excelsa 420 ton. kondisi ini membuka peluang besar bagi pengembangan kopi wonosalam ke depan, baik dalam peningkatan produksi maupun produktivitas petani kopi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Much Rony melalui Kasi Perkebunan Syafril Yudhi Pratama menyampaikan, Jombang Coffee Festival bertujuan untuk mempromosikan kopi lokal Kabupaten Jombang agar semakin di kenal luas oleh masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan nilai tambah produk kopi melalui lomba-lomba yang dilaksanakan, mendorong peningkatan SDM petani dan pelaku usaha, serta membuka peluang pangsa pasar,” ujarnya.

Selain itu, untuk meningkatkan nilai kopi lokal, Pemerintah Kabupaten Jombang juga telah menerbitkan Surat Edaran Bupati Jombang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Penggunaan Produk Unggulan Daerah Kopi Wonosalam.

“Melalui SE tersebut para pelaku usaha diberikan ruang untuk menjual produk kopinya di Dekranasda Jombang dan mewajibkan OPD untuk membeli kopi di Dekranasda Jombang. Dan di Kabupaten Jombang ada tiga kopi unggulan yang sangat diminati masyarakat diantaranya, Excelca, Robusta, serta Arabica,” ujar Syafril.

Syafril berharap melalui kegiatan ini bisa menumbukan wirausaha baru di sektor perkopian, selain itu kami juga terus berupaya untuk memberikan perlindungan produk kopi lokal melalui Indikasi Geografis untuk jenis kopi Robusta dan Arabica agar bisa di ekspor ke luar negeri.

“Dinas Pertanian Jombang akan terus memberikan dukungan sarana prasarana, dan peningkatan SDM agar kopi lokal Jombang bisa naik kelas dan bisa dikenal oleh seluruh kalangan masyarakat,” pungkasnya. (yn)