Caption Foto : Wayang Kulit yang digelar secara virtual

mediapetisi.net – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang menggelar wayang kulit untuk mewujudkan uri-uri budaya leluhur dengan lakon Wahyu Katentraman yang dilaksanakan secara virtual. Bertempat di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang. Minggu (28/2/2021)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Agus Purnomo saat dikonfirmasi mengatakan pagelaran wayang secara virtual tersebut merupakan bentuk fasilitasi terhadap kelompok seni maupun budaya di kabupaten Jombang, agar tetap berkarya meskipun saat ini masih dilanda pandemi Covid-19.

“Pagelaran wayang ini dalam rangka melestarikan kebudayaan dengan membuka pelatihan dan mengadakan karawitan kepada milenial untuk berkesenian dan berkebudayaan,” ungkapnya.

Agus mengapresiasi pagelaran wayang tersebut yang diselenggarakan oleh bidang kebudayaan karena wayang merupakan salah satu modal dari daerah untuk mengembangkan budaya leluhur agar tetap dilestarikan oleh siswa dan masyarakat Jombang

“Pagelaran wayang kulit merupakan salah satu modal untuk mengembangkan Budaya leluhur agar tetap dilestarikan oleh siswa, sehingga bisa memunculkan bibit-bibit seniman yang berbakat agar mampu melestarikan budaya Jawa,” ujarnya.

Sedangkan pentas di tengah masyarakat belum diperkenankan karena masih situasi pandemi tidak ada pagelaran, dan seniman sudah kangen dengan pagelaran wayang kulit. Untuk itu, uri-uri seni budaya terus dilestarikan di lingkungan masyarakat Kabupaten Jombang. 

“Pagelaran wayang secara virtual, sudah dipersiapkan dengan matang. Tak hanya menggelar wayang kulit secara virtual tapi juga terdapat karawitan. Hampir sama pentas sebelum pandemi tapi tetap protokol kesehatan. Meski dalam suasana pandemi Covid-19 pelaku seni budaya diharapkan tetap semangat berkarya dan terus berkreasi. Semoga pergelaran wayang kulit secara virtual ini bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman pelaku seni budaya,” harap Agus.

Sementara itu, kebiasaan baru menggelar wayang kulit tidak hanya dari segi perlengkapan, tapi juga kuantitas pemain dan protokol kesehatan antar seniman. Pagelaran wayang secara virtual sebagai tantangan baru menghadapi pandemi covid 19, terutama wayang kulit belum diperbolehkan pentas di tengah masyarakat.

“Pertunjukkan seni budaya wayang kulit atau bentuk seni lainnya bisa dimanfaatkan sebagai media sosialisasi terhadap program kerja pembangunan dinas-dinas terkait seperti Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) di lingkup Kabupaten Jombang. Karena peranan dan keberadaan seni budaya bisa fleksibel, mudah bergandeng tangan memajukan pembangunan kemanusiaan. Ayo bangkit dan manfaatkan potensi sumber daya bangsa kita, agar bersama bisa bangkit secara ekonomi dengan mengoptimalkan keahlian seniman,” pungkas Agus. (Zul/lis)