Caption Foto : Raka Jombang dan dari praktisi kesehatan saat memberi pelatihan
mediapetisi.net – Raka Perwakilan Kabupaten Jombang, berkolaborasi dengan Disporapar (Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata) Kabupaten Jombang menginisiasi “Pelatihan Adhikara Pariwisata” Pelatihan Pelaku Pariwisata Aman, Sehat, dan Adaptif Digital Kabupaten Jombang. Diikuti oleh pelaku pariwisata dari berbagai destinasi mulai dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pengelola desa wisata, pelaku UMKM, komunitas wisata, hingga pemuda yang aktif dalam pengembangan sektor pariwisata. Bertempat di Green Red Hotel Syariah Jombang. (7/7/2026)
Raka Perwakilan Kabupaten Jombang Muhammad Ramadhani Mulyawan yang mempunyai gagasan kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pelatihan Adhikara Pariwisata bagi pelaku wisata di Kabupaten Jombang tersebut untuk meningkatkan kompetensi pelaku pariwisata.

“Pariwisata tidak hanya berbicara tentang destinasi yang indah, tetapi juga tentang kualitas sumber daya manusia yang memberikan pelayanan,” terang Rama panggilan akrab Raka Perwakilan Kabupaten Jombang Muhammad Ramadhani Mulyawan.
Lanjut Rama, pelatihan ini lahir dari kebutuhan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di tengah berkembangnya sektor pariwisata Kabupaten Jombang. Dengan potensi wisata alam, budaya, religi, dan desa wisata yang terus bertumbuh, pelaku pariwisata dituntut tidak hanya mampu memberikan pelayanan yang ramah dan profesional, tetapi juga memiliki kompetensi dalam menciptakan destinasi yang aman, sehat, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
“Melalui penguatan kompetensi tersebut, diharapkan kualitas pelayanan wisata mampu meningkat seiring dengan tumbuhnya daya saing destinasi di Kabupaten Jombang. Karena selama pelaksanaan, peserta memperoleh pembekalan dari berbagai narasumber lintas sektor yang membahas aspek tata kelola, keamanan, keselamatan, kesehatan, hingga transformasi digital di bidang pariwisata,” harapnya.
Pelatihan Adhikara Pariwisata ini tidak hanya mengedepankan penyampaian materi, juga menghadirkan sesi praktik dan simulasi agar peserta mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara langsung di lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan pelaku wisata dalam menghadapi berbagai situasi darurat sekaligus mendorong terciptanya pelayanan yang aman, sehat, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Pariwisata tidak hanya berbicara tentang destinasi yang indah, tetapi juga tentang kualitas sumber daya manusia yang memberikan pelayanan. Melalui Adhikara Pariwisata, kami ingin menghadirkan pelaku wisata yang mampu memberikan rasa aman, nyaman, sehat, sekaligus memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas promosi destinasi wisata Kabupaten Jombang,” jelas Rama.
Dengan bekal kompetensi yang diperoleh selama pelatihan, para peserta diharapkan mampu menerapkan prinsip keselamatan, kesehatan, dan pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan destinasi wisata. Pelaksanaan Pelatihan Adhikara Pariwisata juga menjadi wujud kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, BPBD, akademisi, praktisi kesehatan, komunitas, pelaku industri pariwisata, serta Disporapar Jombang.
“Sinergi tersebut diharapkan mampu mewujudkan pariwisata Kabupaten Jombang yang semakin aman, sehat, berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Good Health and Well-Being), Tujuan 8 (Decent Work and Economic Growth), Tujuan 11 (Sustainable Cities and Communities), serta Tujuan 17 (Partnerships for the Goals),” pungkas Rama.
Untuk penguatan kompetensi diawali dengan materi penyelenggaraan kepariwisataan yang disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang Bambang Suntowo, S.E., M.M. Kemudian dilanjutkan pembahasan mengenai keamanan dan ketertiban destinasi wisata oleh Kasat Binmas Polres Jombang AKP Pranan Edi, S.H., M.H. Sedangkan manajemen risiko bencana oleh BPBD Kabupaten Jombang Stephanus Maria Eduat, S.IP., M.MB. serta manajemen risiko kebakaran Erfan Priyanto.
Pembekalan kemudian berlanjut pada aspek kesehatan dan keselamatan wisata melalui pelatihan Basic Life Support (BLS) yang dipandu dosen praktisi STIKES Pemkab Jombang Nurul Hidayah, S.Kep., Ns., M.Kep. Untuk materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) oleh Arief Candra, S.Kep., Ns., M.Tr.Kep. Sedangkan simulasi penanganan kegawatdaruratan wisatawan dipandu Alik Septian Mubarok, S.Kep., Ns., M.Kep. bersama Epri Mulyo Sugiharno, S.Kep., Ns. (yn)










