Caption Foto : Siswa SMP saat mengikuti FLS3N

mediapetisi.net – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang kembali menggelar Festival Lomba Seni dan Sastra Nasional (FLS3N) 2026 dengan tema “Menumbuhkan Karakter Bangsa Melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya” yang berlangsung pada 20 hingga 21 Mei 2026. Bertempat di gedung Kesenian Kabupaten Jombang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, melalui Kepala Bidang Pembinaan SMP, Eko Sisprihantono menyampaikan FLS3N sebagai wadah pengembangan bakat, kreativitas, serta karakter peserta didik di bidang seni dan budaya.

Pelaksanaan FLS3N 2026 menghadirkan berbagai cabang lomba, mulai dari pantomim, menulis cerita, kreativitas musik tradisional, ilustrasi, ansambel campuran tiga alat musik, menyanyi solo, tari kreasi, hingga mendongeng.

“FLS3N merupakan bagian penting dalam penguatan pendidikan karakter melalui pendekatan seni dan sastra. Melalui kegiatan ini peserta didik diberikan ruang untuk mengekspresikan ide, imajinasi, dan kemampuan artistik mereka agar tumbuh menjadi generasi yang percaya diri serta memiliki kepekaan sosial dan budaya,” terangnya. 

Eko menegaskan, Disdikbud Kabupaten Jombang ingin mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kreatif, serta mampu melestarikan nilai-nilai budaya bangsa di tengah arus perkembangan digital dan globalisasi.

“Keberagaman cabang lomba yang dipertandingkan juga menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, melainkan pengembangan talenta, emosional, dan kreativitas peserta didik sejak dini,” ujarnya. 

Selain sebagai ajang pencarian bibit-bibit talenta terbaik daerah, FLS3N juga diharapkan mampu memperkuat kecintaan generasi muda terhadap seni budaya lokal sekaligus membangun ruang kompetisi yang sehat, inspiratif, dan edukatif.

“Harapannya, kegiatan ini mampu melahirkan peserta didik berprestasi yang nantinya dapat membawa nama Kabupaten Jombang di tingkat provinsi hingga nasional, sekaligus menjadi generasi penerus yang tetap menjunjung tinggi budaya bangsa,” pungkas Eko. (yn)