Caption Foto : Pemimpin Cabang Bank Jatim Jombang, Hanif Julhamsyah bersama Asisten Syaiful dan Pemenang Lomba Porkab ASN
Jombang mediapetisi.net – Bank Jatim Cabang Jombang komitmen memperkuat sinergi dengan Pemkab Jombang. Salah satu upaya dilakukan dengan ngopi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada penutupan Porkab (Pekan Olahraga Kabupaten) ASN lingkup Pemkab Jombang. Kamis (13/8/2026)
Ngopi Bareng OPD kali ini bersamaan kegiatan acara Sepeda Sehat menyambut Hari Kemerdekaan RI Ke-81 dengan diskusi program strategis daerah. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan layanan keuangan, mendukung program digitalisasi lewat JConnect Mobile maupun produk Bank Jatim lainnya serta mempererat hubungan kelembagaan.

Pemimpin Cabang Bank Jatim Jombang, Hanif Julhamsyah menyampaikan, kegiatan ngopi bersama Pemkab Jombang adalah bentuk upaya memperkuat sinergi dengan seluruh kepala OPD. Kegiatan tersebut, sebenarnya sering diadakan secara rutin yang lebih banyak dikemas serius tapi santai.
“Ngopi ini adalah istilah untuk menjalin komunikasi antara Bank Jatim dan OPD. meskipun di luar rapat kedinasan, sebagai momen berdiskusi santai tentang program-program yang dapat di kolaborasikan,” terang Hanif.
Selain itu, pihaknya juga berdiskusi ringan tentang layanan-layanan Bank Jatim kepada OPD, sekaligus mempromosikan produk-produk Bank Jatim. Contohnya kami ada Program Tabungan Siklus UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dengan biaya yang ringan.
“Program Tabungan SiKLUS (TradiSI KeLUarga Sejahtera) dari Bank Jatim dirancang dengan persyaratan mudah dan setoran terjangkau guna membantu pengelolaan keuangan masyarakat termasuk pelaku usaha/UMKM dengan biaya yang ringan,” jelas Hanif.
Pihaknya juga saling sharing terkait hal-hal yang perlu diperbaiki. Hanif mengaku, Bank Jatim juga butuh support dari masing masing OPD. Ini akan terus dilakukan sebagai upaya mempererat tali silaturahmi. Sehingga Pemkab Jombang dan Bank Jatim bisa bersama-sama membangun Jombang lebih baik.
“Kami berharap, acara ngopi yang non formal itu akan lebih terbuka karena tidak ada notulen yang sifatnya tertulis. Sehingga bisa tergali dan lebih terbuka dalam menyampaikan kepada kami untuk perbaikan kinerja,’’ pungkas Hanif. (yn)
