Home / Sosial / Dinas Pertanian Jombang Sebut Harga Tembakau Rajangan Tembus Rp 50 Ribu/Kg

Dinas Pertanian Jombang Sebut Harga Tembakau Rajangan Tembus Rp 50 Ribu/Kg

Caption Foto : Kepala Dinas Pertanian Jombang Much. Rony saat panen tembakau

Jombang, mediapetisi.net – Dinas Pertanian Kabupaten Jombang menyebut harga tembakau rajangan saat ini di Kabupaten Jombang Jawa Timur, cukup baik yakni menembus Rp 50 ribu per kilogram untuk kualitas non gula, sehingga mendorong petani untuk meningkatkan produktivitasnya pada musim tanam tembakau di wilayah Utara Brantas yang menjadi lumbung tembakau Jombang.

“Kondisi tersebut memberi ruang bagi petani untuk memperoleh nilai ekonomi dari hasil panen, setelah melalui proses budidaya hingga pengolahan tembakau rajangan,” terang Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Much. Rony ketika dikonfirmasi. Kamis (24/9/2026) 

Kabupaten Jombang sebagai salah satu sentra produksi tembakau di Jawa Timur. Dinas Pertanian Kabupaten Jombang mencatat luas tanam tembakau tahun ini mencapai 6.327,70 hektare, dengan luas panen sementara 3.279,14 hektare atau sekitar 51,82 persen. Sisanya diperkirakan baru memasuki masa panen hingga Oktober 2026 atau saat musim hujan tiba. 

“Sebagian besar lahan tanam tembakau di Kabupaten Jombang terkonsentrasi di wilayah Utara Brantas. Wilayah ini mencakup lima kecamatan utama yang menjadi penyumbang terbesar produksi tembakau, yakni Kecamatan Plandaan, Ploso, Kabuh, Ngusikan, dan Kudu,” jelas Rony. 

Sedangkan rincian Luas Tanam dan Panen Tembakau di 5 Kecamatan diantaranya : 

1. Kecamatan Plandaan, luas tanam seluas 991,33 hektare dan luas panen: 297,40 hektare. Perkiraan panen keseluruhan yakni awal Oktober 2026

2. Kecamatan Ploso, luas tanam seluas 1.350 hektare dan luas panen 1.080 hektare. Perkiraan panen keseluruhan pada akhir September 2026

3. Kecamatan Kabuh, luas tanam seluas 2.633 hektare dan luas panen 718 hektare. Perkiraan panen keseluruhan pada akhir September 2026

Dari data tersebut, total luas tanam tembakau di Kabupaten Jombang mencapai 6.327,70 hektare dengan luas panen 3.279,14 hektare. Artinya, sekitar 51,82 persen dari total luas tanam sudah memasuki masa panen, sementara sisanya masih menunggu waktu panen hingga Oktober mendatang.

“Jadi total luas tanam tembakau di Kabupaten Jombang seluas 6.327,70 hektare dengan luas panen tembakau seluas 3.279,14 hektare, prosentase panen keseluruhan 51,82 persen di Kabupaten Jombang,” papar Rony. 

Musim panen tembakau tahun ini sekaligus menunjukkan pentingnya menjaga kualitas hasil produksi dan membuka akses pasar. Ketika keduanya berjalan beriringan, hasil kerja petani memiliki peluang lebih besar untuk memberikan nilai ekonomi bagi keluarga.

“Bagi Kabupaten Jombang keberlanjutan komoditas tembakau juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah-wilayah sentra perkebunan, sehingga penguatan produktivitas, kualitas, kemitraan, dan akses pemasaran tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan komoditas tersebut,” pungkas Rony. (yn)