Caption Foto : Dokter Spesialis Patologi Anatomi dr. Agung Dwi Suprayitno, Sp.PA, saat Humas RSUD Menyapa yang dipandu Kasubag Humas Kikio
Jombang, mediapetisi.net – RSUD Jombang kini menyediakan layanan Patologi Anatomi komprehensif, mulai dari Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) hingga imunohistokimia untuk mendeteksi karakteristik benjolan dan tumor secara dini untuk masyarakat Kabupaten Jombang khususnya dan luar Jombang.
Kehadiran layanan tersebut menjadi salah satu inovasi RSUD Jombang dalam memperkuat pelayanan di bidang onkologi. Pemeriksaan tidak hanya membantu memastikan diagnosis, tetapi juga memberikan gambaran terkait prognosis atau perjalanan penyakit pasien.
’’Peran kami sebagai ‘Gold Standard’ diagnosis.
Hasil pemeriksaan Patologi Anatomi (PA) sangat krusial untuk menentukan stadium dan jenis terapi yang paling tepat bagi pasien,’’ terang Dokter Spesialis Patologi Anatomi RSUD Jombang, dr Agung Dwi Suprayitno SpPA, saat menjadi narasumber dalam program dialog ”Humas RSUD Menyapa” dipandu Risqy Oktafriyanti AMd Keb. Rabu (23/9/2026)
Menurut dr. Agung, Instalasi Patologi Anatomi RSUD Jombang menyediakan sejumlah layanan pemeriksaan, mulai dari Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB), sitologi dan Papsmear, histopatologi hingga imunohistokimia. Pemeriksaan tersebut ditujukan untuk membantu memastikan diagnosis sehingga dokter dapat menentukan langkah penanganan dan terapi secara tepat.
“Untuk itu, saya mengimbau masyarakat agar lebih mengenali setiap benjolan yang tumbuh tidak normal pada tubuh. Karen benjolan tidak selalu menunjukkan kondisi yang sama. Benjolan dapat bersifat jinak, ganas, maupun merupakan akibat dari proses peradangan,” imbaunya.
Sedangkan Patologi Anatomi merupakan ilmu kedokteran yang mempelajari penyebab, proses, serta perubahan penyakit melalui pemeriksaan jaringan dan organ tubuh. Pelayanan Laboratorium Patologi Anatomi RSUD Jombang merupakan pelayanan diagnostik yang diberikan berdasarkan rujukan dokter klinisi.
“Pemeriksaan dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis berdasarkan perubahan morfologi sel dan jaringan, termasuk pemeriksaan imunologik dan molekuler. Pelayanan tersebut juga berperan dalam mendeteksi kelainan akibat perubahan jaringan tubuh serta melakukan penapisan terhadap penyakit tertentu,” kata dr. Agung.
Seiring perkembangan ilmu dan teknologi, peran Patologi Anatomi tidak hanya terbatas pada penentuan diagnosis, tetapi juga membantu menentukan pilihan terapi dan memberikan gambaran prognosis atau perkiraan perjalanan penyakit.
Selain menerima sampel jaringan untuk pemeriksaan histopatologi, Laboratorium Patologi Anatomi juga menerima sampel cairan untuk pemeriksaan sitologi. pada sejumlah kasus yang dicurigai sebagai keganasan, pemeriksaan sitologi dapat dilakukan menggunakan sampel cairan, seperti cairan efusi pleura, cairan otak, cairan asites maupun urine.
“Sampel cairan tersebut kemudian diproses melalui penyaringan, dibuat apusan atau smear, kemudian dilakukan pewarnaan menggunakan reagen tertentu. Sampel juga dapat dibuat menjadi preparat blok parafin atau cell block untuk meningkatkan nilai diagnostik sehingga hasil pemeriksaan dapat lebih tepat dan akurat,” papar dr. Agung.
Salah satu layanan yang tersedia adalah pemeriksaan sitologi, termasuk FNAB dan Papsmear. FNAB merupakan prosedur pengambilan sampel sel dari benjolan menggunakan jarum halus. Pemeriksaan ini dapat menjadi salah satu langkah awal untuk mengetahui karakter benjolan, apakah mengarah pada keganasan, tumor jinak atau proses peradangan.
Sementara Papsmear digunakan sebagai pemeriksaan skrining untuk membantu mendeteksi secara dini kanker serviks atau kanker leher rahim.
Dr. Agung kembali menekankan pentingnya masyarakat tidak mengabaikan benjolan yang tumbuh secara tidak normal. Menurutnya, kepastian mengenai jenis benjolan menjadi bagian penting dalam menentukan penanganan selanjutnya.
Waktu penyelesaian pemeriksaan di Instalasi Patologi Anatomi RSUD Jombang berbeda sesuai jenis dan tingkat kompleksitas pemeriksaan. Untuk FNAB, hasil pemeriksaan dapat diketahui sekitar 24 jam. Pemeriksaan sitologi, termasuk Papsmear, membutuhkan waktu sekitar tiga hari kerja.
Sementara pemeriksaan histopatologi terhadap sampel jaringan hasil operasi atau biopsi membutuhkan waktu sekitar tujuh hingga 14 hari kerja. Adapun pemeriksaan imunohistokimia membutuhkan waktu sekitar tujuh hari kerja.
“Instalasi Patologi Anatomi RSUD Jombang juga telah dilengkapi layanan imunohistokimia. Pemeriksaan ini merupakan salah satu pemeriksaan lanjutan yang dapat membantu menentukan karakteristik tertentu pada sel kanker. Sedangkan pemeriksaan imunohistokimia cukup sering digunakan pada kasus kanker payudara, mengingat kasus tersebut menjadi salah satu perhatian di Kabupaten Jombang,” jelas dr. Agung.
Untuk alur pelayanan dimulai dari penerimaan spesimen beserta formulir pemeriksaan di Laboratorium Patologi Anatomi. Sampel jaringan kemudian menjalani proses fiksasi menggunakan formalin buffer 10 persen, diproses menjadi blok parafin, hingga selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan pembacaan oleh dokter spesialis Patologi Anatomi.
Untuk memberikan pelayanan diagnostik, Instalasi Patologi Anatomi RSUD Jombang didukung dua dokter spesialis, yakni dr. Agung Dwi Suprayitno, Sp.PA dan dr. Tjondro Sasmoro, Sp.PA. layanan tersebut buka setiap hari kerja mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB.
“Dengan tersedianya layanan pemeriksaan yang semakin lengkap, masyarakat Jombang dan sekitarnya diharapkan lebih waspada terhadap setiap perubahan atau pertumbuhan benjolan yang tidak normal. Sehingga penanganan dapat ditentukan secara lebih tepat, termasuk pada penyakit serius seperti kanker,” pungkas dr. Agung.




