Caption foto : Suasana dialog

 JOMBANG :Dialog kebangsaan seri VII untuk mengokohkan kebangsaan dengan tema “Meneladani Nasionalisme, Religius Ulama hadratusy syekh K.H. Hasyim Asy’ari” yang digelar oleh PT. KAI dalam gerakan suluh kebangsaan dalam jelajah kebangsaan Merak – Banyuwangi bersama Muhammad Mahfud MD dan Alissa Wahid di Kantor Stasiun Kereta Api Jombang. Rabu Sore (20/2/2019).

Acara dirangkai dalam dialog oleh 3 narasumber diantaranya Alissa Wahid, Zahrul Azhar dan Siti Rukhaini Dhukhayatin serta dimoderatori oleh Hakim Kaili. Acara yang selenggarakan oleh PT.KAI Persero yang bekerjasama dengan gerakan suluh kebangsaan dengan rute Merak ke Banyuwangi, mulai dari 18-22 Februari 2019 dengan tujuan mengajak berbagai elemen  masyarakat untuk membangun kesadaran berbangsa dan bernegara dalam rangka memperkokoh kesatuan dan persatuan Republik Indonesia. Kegiatan ini dikemas dengan dialog tokoh nasional, ujar Kepala Bakesbangpol yang mewakili Bupati Jombang, Fahrudin Widodo.

Pemerintah kabupaten Jombang sangat mendukung hal positif dalam rangka memupuk rasa kebangsaan Indonesia dengan pendekatan ringan namun kreatif dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat dan diharapkan mampu menguatkan dan menyebarluaskan  semangat positif bangsa Indonesia melalui jalur kereta api, harap Fahrudin.

Menurut Muhammad Mahfud MD yang merupakan tokoh nasional dalam bidang politik yang menjadi tamu istimewa dalam acara suluh kebangsaan ini mengatakan bahwa, pada dasarnya pemilu itu untuk mencari pemimpin dan wakil pemimpin  rakyat yang harus didukung, tanpa memandang siapapun yang nanti menang, karena setelah pemilu semua harus bekerja bersama untuk kemajuan Indonesia dan persatuan, serta pengikatan dalam satu situasi yang lebih kokoh lagi. Saat ini banyak upaya untuk mengadu domba rakyat, pemilu itu memilih yang lebih baik yang menang dihormati dan yang kalah harus dirangkul, jelasnya.

Lanjut Mahfud, saat ini banyak sekali gangguan yang menyertai pemilu saat ini yang banyak sekali mengandung informasi yang salah. Penyebar hoaks adalah sesuatu yang salah yang disiarkan terus menurus untuk mengacau suasana pemilu yang bertendensi dan berpotensi menganggu persatuan dan kesatuan, untuk itu diadakan acara dialog kebangsaan berkeliling ini, agar dapat membangun nasionalisme yang religius, agar agama bisa dapat menyerukan nasionalisme. 

“Hadratusy syekh Hasyim Asy’ari berfikir bagaimana meletakkan kehidupan bernegara dalam agama, sehingga tidak memaksakan Negara islam, agar kedudukan agama proporsional dengan negara yang bersatunya ada didalam Pancasila, Pancasila itu merupakan dasar negara yang telah final. Pancasila itu didalamnya ada islam dan agama lain. Hadratusy syekh Hasyim Asy’ari adalah seorang ulama yang sangat religius tetapi tidak kurang nasionalismenya, sedangkan Soekarno dan Hatta nasionalisme yang tinggi, namun tidak kurang keislamannya. Untuk itu, mari ikuti tokoh  pejuang kemerdekaan dalam agama dan berbangsa,” tegas Mahfud.

Mahfud mengatakan bahwa Indonesia menginspirasi bangsa besar, mari ikuti tokoh pejuang kemerdekaan dalam agama dan bangsa. Hadratusy syekh Hasyim Asy’ari memperjuangkan bangsa Indonesia, mendirikan perguruan tinggi. Sehingga orang islam yang dahulu tidak diperbolehkan sekolah kenegaraan hanya boleh sekolah dimadrasah yang nantinya hanya mengurus masjid dan pesantren bukan pegawai negeri. Pada saat hasyim asy’ari saat menjadi menteri agama dapat menyetarakan antara sekolah madrasah dan sekolah negeri, bahkan dapat ditempuh secara silang agar pendidikan baik madrasah maupun negeri dapat bekerja di kantor Departemen.

“Amanat seluruh warga Nahdiyin terdahulu untuk menjaga Indonesia, karena mencintai negara adalah bagian dari iman, cinta tanah air itu merupakan salah satu bagian dari 70 cabang iman berdasarkan istimbat para Nahdiyin, tidak diskriminatif terhadap anak bangsa,” ucapnya.Mahfud juga menceritakan tentang sejarah kemerdekaan Indonesia, Kemerdekaan yang direbut sendiri oleh bangsa Indonesia, yang harus diperdengarkan keseluruh dunia. Merdeka bukan karena diberi kemerdekaan tetapi harus diproklamasikan sendiri bukan hadiah, proklamasi yang direbut oleh bangsa indonesia sendiri. Bangsa Indonesia adalah satu-satunya negara yang merebut sendiri kemerdekaan. Perjuangan atas semangat nasionalisme yang ditunjukkan, oleh sebab itu Jika ingin membangun bangsa dan negara, jangan lupa inilah amanah dan pesan sejarahnya, pungkasnya. (rin/yun)