Caption Foto : Sekda Jombang Agus Purnomo saat memberi materi Bimtek
Jombang, mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) telah melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) melalui Optimalisasi Penerimaan PBB-P2. Diikuti seluruh staf Bapenda dan Camat se-Kabupaten Jombang. Kegiatan dilaksanakan di Kampoeng Djawi Wonosalam selama 2 hari tanggal 25–26 September 2026.
Kepala Bapenda Kabupaten Jombang,
Sholahuddin Hadi Sucipto saat membuka Bimtek menyampaikan kondisi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jombang saat ini dan difokuskan pada identifikasi berbagai kendala pemungutan di
lapangan, serta strategi dan langkah optimalisasi yang harus dilakukan,
khususnya pada sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan
(PBB-P2).

“Tidak hanya itu, Bimtek juga untuk meningkatkan pemahaman aparatur pemerintah daerah dan pengelola pajak dalam sistem penilaian objek pajak yang akurat, objektif, serta tertib administrasi. Selain itu, untuk mendorong integrasi sistem informasi perpajakan daerah, termasuk penggunaan sistem berbasis dan mengoptimalkan strategi penggalian potensi pajak, verifikasi dan validasi data, serta memperluas kemudahan kanal pembayaran bagi masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo menyampaikan materi pentingnya soliditas, kekompakan, dan kerja sama tim (sinergi) antar-staf maupun lintas instansi dalam upaya menggenjot
penerimaan daerah. Dan mengedukasi peserta mengenai urgensi dan alur pemanfaatan
PAD, yakni bagaimana pajak yang terkumpul akan dikembalikan dalam bentuk program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Jombang.
“PBB-P2 merupakan salah satu sumber penerimaan daerah yang perlu terus kita optimalkan. Penerimaan dari sektor ini akan kembali kepada masyarakat melalui pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik,” terangnya.
Menurut Agus Purnomo, Capaian penerimaan PBB-P2 tahun ini. berdasarkan data per jatuh tempo 31 Juli 2026, realisasi penerimaan mencapai Rp42.735.780.998,00 (empat puluh dua miliar tujuh ratus tiga puluh lima juta tujuh ratus delapan puluh ribu sembilan ratus sembilan puluh delapan rupiah), atau 111% dari target sebesar Rp38.500.000.000,00 (tiga puluh delapan miliar lima ratus juta rupiah).
Sebagai perbandingan, pada tahun 2025, sampai dengan jatuh tempo 30 Juni, realisasi penerimaan PBB-P2 mencapai Rp46.741.020.930,00 (empat puluh enam miliar tujuh ratus empat puluh satu juta dua puluh ribu sembilan ratus tiga puluh rupiah), atau 93,5% dari target sebesar Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah).
target penerimaan PBB-P2 tahun 2026 memang ditetapkan lebih rendah dibandingkan tahun 2025.
“Sehingga rarget tahun 2026 telah terlampaui. ini patut kita syukuri dan kita apresiasi, tetapi tetap harus menjadi dorongan untuk terus menggali potensi penerimaan yang masih ada.
Karena itu, target penerimaan PBB-P2 harus kita lihat sebagai tanggung jawab bersama.
bukan hanya menjadi urusan Bapenda, tetapi perlu didukung oleh camat, pemerintah desa dan kelurahan, serta seluruh jajaran yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Jangan sampai kita memiliki potensi penerimaan yang besar, tetapi belum dikelola secara optimal karena persoalan data, administrasi, koordinasi, atau komunikasi dengan wajib pajak,” papar Agus Purnomo.
Sejalan dengan kebijakan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah atau etpd, kanal pembayaran PBB-P2 perlu terus kita kembangkan melalui berbagai instrumen pembayaran non-tunai. Digitalisasi pembayaran harus kita arahkan untuk membangun sistem pengelolaan pendapatan daerah yang lebih transparan, efektif, mudah diakses, dan akuntabel.
Masyarakat harus semakin mudah membayar pajak, di sisi pemerintah, proses pencatatan, pemantauan, dan pengawasan penerimaan juga harus semakin baik. Karena itu, saya minta Bapenda terus berkoordinasi dengan perbankan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta pihak terkait lainnya untuk memperluas dan mempermudah kanal pembayaran PBB-P2.
“Mari kita perkuat pengelolaan PBB-P2, kita tingkatkan penerimaan daerah dan kita benahi apa yang masih kurang. Semoga kegiatan ini memberikan pengetahuan dan langkah baru bagi kita dalam meningkatkan pengelolaan pendapatan daerah, sehingga pad kabupaten jombang semakin kuat dan pembangunan dapat berjalan semakin baik,” pungkas Agus Purnomo





