Caption Foto : Wakil Bupati Kotabaru Syairi Muklis didampingi Direktur Utama Bank Jombang Afandi saat diwawancarai

mediapetisi.net – PT BPR Bank Jombang kembali menjadi tujuan studi banding/studi tiru bagi beberapa Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dalam upaya memperkuat program dan strategi bisnis mereka.

Kali ini, Wakil Bupati Kotabaru Kalimantan Selatan Syairi Muklis beserta jajaran melakukan Studi Tiru di PT BPR Bank Jombang yang disambut secara langsung oleh Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, didampingi Direktur Utama PT. BPR Bank Jombang, Afandi Nugroho beserta jajaran dan Kepala OPD. Rabu (11/2/2026)

Pemerintah Kabupaten Jombang yang diwakili Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid dan Direktur Bank Jombang Afandi Nugroho menyambut baik kunjungan Wakil Bupati Kotabaru beserta jajaran dalam rangka studi tiru ke PT BPR Bank Jombang, khususnya terkait pola dan praktek kerja sama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang, Pemerintah Desa, dan BPR.

“Semoga hasil dari Studi Tiru dapat memberikan gambaran dan inspirasi, serta dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama yang lebih nyata dan berkelanjutan, khususnya dalam mendukung peran BPR bagi penguatan ekonomi Daerah dan Desa,” terang Gus Wabup panggilan akrab Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid.

Gus Wabup berharap, kedepannya bisa terjalin sinergi dan kerja sama yang semakin erat, saling menguatkan, dan berkelanjutan antara PT BPR Bank Kotabaru dan PT BPR Bank Jombang.

“Kami menyambut baik inisiatif ini dan berharap kunjungan kerja semacam ini dapat terus dilakukan di masa mendatang guna memperkuat sektor perbankan daerah. Kolaborasi antar BPR di berbagai wilayah diharapkan dapat membuka peluang baru dan mendorong pertumbuhan industri perbankan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kotabaru Syairi Muklis ketika diwawancarai mengatakan, kunjungan dilakukan dalam rangka pengamatan program-program kerja PT BPR Bank Jombang yang bisa di terapkan di PT BPR Bank Kotabaru.

“Point-point yang akan coba kami terapkan di Kotabaru diantaranya, kerjasama dengan Pemerintah Desa, pelaku UMKM, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja serta Pegawai Penuh Waktu, yang tentunya perlu penyesuaian dengan regulasi Pemerintah Daerah Kotabaru,” jelasnya.

Tidak hanya itu, kedepannya untuk pengembangan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) unit dapur MBG (Makan Bergizii Gratis) akan dilakukan karena dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat Kotabaru. Selain itu dapat merekrut karyawan sehingga bisa mengurangi angka pengangguran. Apalagi 1 kecamatan ada 1 SPPG.

“Dengan adanya pertukaran pengalaman dan strategi ini, diharapkan setiap lembaga perbankan dapat semakin berkembang dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Kami berharap, melalui Studi Tiru ini program-program di PT BPR Bank Jombang bisa diterapkan di PT BPR Bank Kotabaru sehingga perekonomian juga bisa meningkat,” pungkasnya. (yn)