Caption Foto : Warga Tionghoa saat ziarah ke Makam Gus Dur

mediapetisi.net – Pemkab Jombang melalui Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Jombang bekerja sama pihak terkait menggelar Jombnag Pecinan Fest 2025 yang berlangsung di sepanjang Jl Buya Hamka, Jombang pada tanggal 21 – 23 Maret 2025.

Jombang Pecinan Fest (JPF) 2025 yang digelar pada tanggal 21 – 23 Maret 2025 merupakan program dari Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar untuk memperingati perayaan Imlek tahun ini. Pelaksanaan JPF 2025 dilaksanakan di sepanjang Jl.Buya Hamka, Jombang.

“Festival Pecinan Jombang ini digelar sebagai upaya mengenalkan keragaman di Kabupaten Jombang. Festival ini luar biasa, perpaduan budaya Tionghoa dan kearifan lokal Jombang menciptakan suasana yang hangat dan meriah,” terang Bambang Nurwidjanto Kepala Disporapar ketika dikonfirmas.. Minggu 13/4/2025)

Menurut Bambang, dalam festival pecinan tersebut menyuguhkan pemandangan yang tak terlupakan. Berbagai stand kuliner hingga jajanan khas Jombang semakin membuat menarik festival. Tak ketinggalan, berbagai penampilan bagus mewarna sepanjang jalan tersebut.

Selain itu, disiapkan pula berbagai perfom untuk memanjakan warga. Mulai parade barongsai, wushu, taici, tarian tradisional Tiongkok, tradisional chinese medicine, lomba karaoke mandarin hingga bazar kuliner dan produk Tionghoa.

”Alhamdulillah, Festival Pecinan agar kita berbaur semuanya. Kita adalah wujud keberagaman, Bhinneka Tunggal Ika, dari Sabang sampai Merauke. Dan ini wajib kita jaga, persaudaraan, ketentraman, seluruh masyarakat semua dilindungi,” jelasnya.

Tidak hanya itu, festival ini bukan hanya tentang budaya dan kuliner tetapi juga tentang kebersamaan, kerukunan, gotong royong dan toleransi. Jombang adalah kota yang kaya akan keberagaman, dan Festival Pecinan adalah bukti nyata dari hal itu.

”Saya berharap, festival ini dapat menjadi agenda tahunan yang semakin meriah dan memberikan manfaat bagi masyarakat Jombang,” harap Bambang.

Sedangkan di hari kedua pelaksanaan JPF 2025, warga Tionghoa melakukan ziarah ke Makam Gus Dur (KH. Abdurahman Wahid) menggunakan bus yang disediakan oleh Disporapar Jombang.

“Dipilihnya Makam Gus Dur sebagai tujuan ziarah, dikarenakan sosok Gus Dur merupakan Bapak Pluralisme Indonesia yang selama menjabat sebagai presiden keempat Indonesia. Gus Dur juga telah memberikan ruang eksistensi bagi warga Tionghoa di Indonesia,” pungkas Bambang. (yn)