Caption Foto : Kasat Reskrim AKP Margono saat pimpin pers konference

mediapetisi.net – Resmob Satreskrim Polres Jombang berhasil amankan enam (6) orang tergabung di gangster yang membuat onar di Mojoagung.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Margono Suhendra membeberkan, berawal dari informasi masyarakat dan viral di medsos pada tanggal 2 Oktober gangster membuat onar di Mojoagung. Sehingga Satreskrim Polres Jombang gerak cepat mengamankan 7 anggota gengster yakni, N (15 tahun), EA (17 tahun), DD (14 tahun), MHF (16 tahun), MK (15 tahun), VA (16 tahun), dan satu DPO inisial F (15 tahun).

“Anggota gangster yang masih dibawah umur ini, dengan rincian 5 orang berstatus pelajar dan 2 orang lainnya telah putus sekolah,” beber Margono, Selasa (8/10/2024)

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, oleh penyidik Satreskrim, diketahui bahwa para gangster ini sempat membikin ulah di wilayah Kecamatan Tembelang, tepatnya pada 21 September 2024.

“Setelah kami dalami ternyata, mereka diduga melanggar pidana 170 KUHP yaitu pengeroyokan di daerah Tembelang, yang mana ada dua korban satunya mengalami luka lebam di wajah dan yang satu mengalami luka sobek di wajah,” terang Margono.

Kedua korban ini sudah sembuh dan dapat mengikuti kegiatan seperti biasa, karena korban ini masih pelajar dan sudah kita mintai keterangan, sudah ada hasil visum. Selain itu, meraka diduga melanggar pasal darurat terkait sajam, juga kita terapkan pasal 170 ayat 1 dan 2 KUHP yang mana mereka bisa dijerat 5 tahun.

“Tidak semua pelaku gangster ini dilakukan penahanan, karena mereka masih berusia dibawah umur. Untuk pelaku sebagian besar yang kita amankan adalah dibawah umur, dibawah 18 tahun, dan ada satu yang dibawah 14 tahun, sehingga kami titipkan ke Dinsos. Namun yang 6 orang masih kami amankan di tahanan di Polres,” jelas Margono.

Sedangkan gangster yang mengatasnamakan oknum selatan Jombang ini, didominasi pelajar yang semuanya masih satu sekolah. Sehingga pada saat rekrutmen pun memang masih sama umurnya, karena sistem rekrutmennya melalui story, sehingga kalau kita lihat story yang bisa dilihat itu pasti kontak-kontak telpon yang sudah disimpan.

“Anggota gangster ini mendapatkan sajam dari market place hingga pinjam milik temannya. Dan sebagian besar celurit yang mereka dapatkan pesan dari media online, seperti Shoppe dan sebagian besar mengambil atau pinjam ke temannya,” pungkas Margono. (yn)