Caption Foto : Suasana unduh-unduh di GKJW Mojowarno
mediapetisi.net – Jemaat Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojowarno, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur merayakan hari raya unduh-unduh. Mereka mengarak keliling atau kirap aneka hasil bumi, berupa tanaman sayur-sayuran, buah-buahan, dan aneka jenis hewan ternak. Minggu (12/5/2024)
Panitia Acara dari GKJW Mojowarno, Gozali mengatakan, perayaan hari Raya Unduh-unduh merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh jamaah dari GKJW. Hari Raya Unduh-unduh ini dimaknai sebagai hari raya persembahan. Khusus pada tahun ini, ada belasan rumah-rumahan yang berisi hasil bumi dan ternak yang ikut diarak keliling.
“Unduh-unduh itu adalah hari raya persembahan untuk umat khususnya para petani dan para jemaat yang ada di GKJW Mojowarno Jombang ini,” terangnya.
Tidak hanya pawai hasil bumi, dalam peringatan ini juga dilakukan pembacaan doa pada Tuhan agar tanaman petani bisa aman dan mendapat berkah.
“Itu namannya prosesi kalemahan, setelah itu ibadah doa. Kami para petani menyerahkan tanaman yang sudah buntng kepada tuhan supaya Tuhan sendiri yang menjaga,” ungkap Gozali.
Menurut Gozali, dalam acara pawai hari raya Unduh-unduh ini, terdapat proses lelang. Dimana nantinya uang hasil lelang akan disumbangkan ke gereja. “Persembahan yang ada di bangunan arak-arakan itu nanti setelah peribadatan akan dilelang. Hasil lelang akan digunakan gereja yang sudah jadi program di tahun 2024,” jelasnya.
Sementara itu, Basworo (45) salah satu warga yang melihat acara pawai hari raya Unduh-unduh ini mengatakan setiap tahun ia selalu menyaksikan perayaan hari raya Unduh-unduh dan sangat ramai juga selalu menarik perhatian warga maupun jamaah GKJW.
.
“Acara ini sangat menyenangkan ya bagi saya, satu tahun sekali setelah capek kerja dan pas pulang ikut acara ini. Tadi ada nyanyi-nyanyi sama jalan, ada yang joget dan memainkan kentongan. Untuk aneka persembahannya tahun ini lebih suka sih, unik-unik bagi saya melihat bangunannya gitu,” ujarnya.
Baskoro berharap ke depannya kegiatan ini lebih semarak lagi. Mengingat kegiatan Unduh-unduh ini terbilang langka, jarang dijumpai di daerah lain. “Saya berharap tradisi ini tetap berlanjut. Soalnya ini sangat langka, tidak bisa ditemukan di daerah lain. Apalagi peringatannya hanya setahun sekali,” tukasnya. (yr)










