Caption Foto : Asisten 2 bersama Kadis Pertanian, nara sumber dan peserta

mediapetisi.net – Menghadapi musim tanam tembakau, Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jombang melaksanakan pembinaan budidaya tembakau dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Much. Rony. Dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Wignyo Handoko. Dengan nada sumber Badan Strategi Infrastruktur Pertanian (BSIP) dari Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Pemanis dan Serat (BSIP TAS), BMKG Kediri, PPL Pertanian Utara Brantas dan diikuti petani tembakau se–Kabupaten Jombang. Bertempat di Aula Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Jombang. Jumat (26/4/2024)

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Much Rony menyampaikan sektor pertanian dan perkebunan memang bukan pendongkrak utama ekonomi Jombang tapi produksi dan produktivitas hasil pertanian sangat mempengaruhi bergeraknya sektor lain sehingga sektor pertanian menjadi soko guru pembangunan perekonomian di Kabipaten Jombang.

“Pengembangan sektor perkebunan di kabupaten jombang semakin hari menunjukan tren positif mengingat potensi yang luar biasa, dengan komoditas unggulan seperti tembakau, tebu, dan kopi menjadikan peluang pengembangan kedepan dalam rangka peningkatan pendapatan petani perkebunan,” terang Rony.

Berdasarkan data statistik pengembangan perkebunan rakyat di Kabupaten Jombang masih di dominasi oleh komoditas tebu yang pada tahun 2023 ini luas areal tanaman sebesar 10.543 ha, dengan produksi 826.711,97 ton (tebu giling) jika dibandingkan angka statistik Jawa Timur posisi Kabupaten Jombang menempati peringkat ke 4 se Jawa Timur (Kabupaten Malang, Lumajang, Blitar dan Jombang).

Kemudian komoditas tembakau seluas 5.590,5 ha dengan produksi daun basah 57.941,3 ton (daun basah) jika dibandingkan angka statistik Jawa Timur posisi Kabupaten Jombang menempati peringkat ke 6 (Jember, Probolinggo, Bojonegoro, Pamekasan, Situbondo dan Jombang).

“Sedangkan komoditas kopi dengan luas areal 1.203 ha dengan produksi green bean sebesar 99,3 ton dari data statistik kabupaten jombang menempati posisi peringkat ke 12 (Malang, Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Blitar, Kediri, Pasuruan, Lumajang, Situbondo, Pacitan, Madiun dan Jombang),” jelas Rony.

Alhasil tahun 2023 Dinas Pertanian Kabupaten Jombang dalam rangka regenerasi petani tembakau mengalokasikan kegiatan Agropreneur muda yang dilaksanakan oleh Poktan Rayung Kecamatan Kudu dimana dalam program agropreneur wajib melibatkan milenial (usia 24 – 39 tahun) dalam berusahataninya dan wajib menjalin kemitraan (PR Jaleca).

“Dan alhamdulillah tahun ini kabupaten Jombang terpilih menjadi Juara I Agropreneur Award se – Jawa Timur (mendapat 4 kambing untuk bisa dimanfaatkan dalam menunjang usaha tani tembakau),” tandas Rony.

Sementara itu, Kabid Produksi Tanaman Pangan dan Perkebunan Budi mengatakan pembinaan budidaya tembakau dilaksanakan karena musim tanam tembakau bulan Mei sudah bisa dilaksanakan dengan baik khususnya untuk wilayah utara brantas Kabupaten Jombang diharapkan harga jual lebih tinggi dan menghasilkan yang lebih baik.

“Saat pembinaan budidaya tembakau dalam rangka peningkatan produksi dan mutu hasil tembakau yang merupakan sub kegiatan pengembangan kapasitas kelwmbagaan petani di Kecamatan dan Desa tahun 2024,” tandasnya.

Ahmad Lutfi selaku aparat dari BMKG Kediri menyampaikan terkait cuaca hujan pada tanaman tembakau dapat diantisipasi kendati iklim di Jombang tidak pernah sama namun ada kecocokan untuk menanam tembakau pada bulan April – Oktober. “Bulan yang paling cocok untuk menanam tembakau Juli – Agustus sudah aman tidak ada hujan,” pungkas Lutfi. (yr)