Caption Foto : Kasatreskrim Polres Jombang AKP. Giadi saat pimpin pers rilis

mediapetisi.net – Anggota Reserse Kriminal Polres Jombang berhasil mengamankan 8 orang pesilat yang melakukan pengeroyokan terhadap warga Desa Kauman, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang. Mengakibatkan tiga warga yang masih satu keluarga jadi korban dan satu korban dilarikan ke RS Ngimbang, Lamongan, karena menderita luka serius.

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Giadi Nugraha, mengatakan aksi pengeroyokan bermula saat sekelompok perguruan silat yang berjumlah sekitar 20 orang ini melihat hiburan orkes di Desa Made, Kecamatan Kudu, Jombang, pada hari Minggu 25 September 2022.

Setelah nonton dangdutan, mereka berniat pulang ke rumah masing-masing dengan cara konvoi. Tetapi saat berada di lokasi kejadian, mereka terlibat bentrok dengan warga.

“Saat di lokasi hiburan mereka ini pesta miras sehingga pulang dari nonton dangdutan masih dalam kondisi mabuk dan konvoi, akhirnya terlibat bentrok dengan warga. Ada 8 dari 20 pelaku berhasil kita amankan, satu di antaranya ditetapkan tersangka yakni Efendi (29) warga Desa Kauman. Belasan lainnya sudah kita kantongi identitasnya,” terang Giadi saat pers rilis di Polres Jombang. Rabu (28/09/22)

Menurut Giadi,  7 lainnya yang diamankan dikenakan wajib lapor karena polisi masih mendalami peran masing-masing pelaku untuk penyidikan selanjutnya. Sedangkan motif para pelaku melakukan pengeroyokan terhadap warga akibat pengaruh minuman keras. Karena pengakuan pelaku, pulang dalam kondisi setengah sadar. Selain melakukan aksi pengeroyokan terhadap M. Amin (49) beserta istri dan anak perempuannya, para pelaku juga melakukan pengerusakan.

“Tersangka diduga melanggar pasal 170 KUHP dan ancamannya di atas 6 tahun penjara,” jelas Giadi.

Dengan kejadian tersebut, Polisi mengimbau kepada anggota perguruan silat yang ada di Jombang untuk menjaga kondusivitas wilayah. Pihaknya menegaskan tidak segan melakukan tindakan tegas terukur jika ada oknum pesilat yang melanggar hukum.

“Kami tidak melarang perguruan silat, tapi kalau sudah mengarah ke tindak pidana, kemudian menimbulkan keresahan masyarakat kami tidak segan-segan melakukan tindakan tegas,” pungkas Giadi. (lis)