Caption Foto : Bupati Jombang saat membuka Meet up and share social media influencer, Kopilaborasi pegiat medsos 

mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika gelar Meet up and share social media influencer, Kopilaborasi pegiat medsos dalam rangka menunjang publikasi pemerintah daerah dan potensi kabupaten Jombang tahun 2022. Diikuti oleh 75 peserta pengelola atau admin media sosial di Kabupaten Jombang. Dihadiri Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab, Ketua DPRD H. Mas’ud Zuremi, Kapolres Nurhidayat, Kepala OPD dan narasumber dari Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) . Bertempat di Pendopo Kabupaten Jombang. Rabu (28/09/22) 

Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab ketika membuka Meet up and share social media influencer, Kopilaborasi pegiat medsos dalam rangka menunjang publikasi pemerintah daerah dan potensi kabupaten Jombang tahun 2022 mengucapkan terimakasih kepada Diskominfo Kabupaten Jombang yang telah menyelenggarakan kegiatan kegiatan tersebut. 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang mengucapkan terimakasih atas hadir dan kerjasamanya selama ini terkait dengan program program yang ada di Kabupaten Jombang, baik masukan dan kritikan yang bertujuan untuk bersama membangun Jombang lebih baik,” ucapnya. 

Bupati Jombang juga mengajak para pengelola atau admin media sosial yang hadir untuk sukseskan visi misi Kabupaten Jombang yaitu menjadikan Jombang yang berkarakter dan berdaya saing dengan publikasi yang baik dan menjadikan Kabupaten Jombang lebih baik lagi, ajaknya.

Ditempat sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jombang, Budi Winarno memaparkan baik dari lingkup pemerintah kabupaten jombang ada sebanyak 64 media sosial, maupun pemilik  akun medsos yang dikelola secara mandiri dan tersebar di Kabupaten Jombang sebanyak 56 medsos yang telah mengisi ruang-ruang di berbagai platform digital. 

“Di zaman sekarang tidak dapat ditampik lagi bahwa kehidupan manusia saat ini sangat berhubungan dengan media sosial. Media sosial memegang peran penting di hampir segala lini masyarakat, mulai dari mengirim pesan kepada teman berbagi informasi hingga mencari sesuatu informasi yang sedang hangat di masyarakat,” terangnya.

Lanjut Budi, tidak heran lagi apabila ada yang menyebutkan bahwa media sosial telah menjadi salah satu kebutuhan penting hampir di setiap orang dan memberikan manfaat yang sangat besar terlebih lagi di era digitalisasi seperti sekarang. Namun sesuatu yang memiliki dampak positif yang tinggi tidak menutup kemungkinan memberikan dampak negatif yang tinggi pula. Guna meminimalisir dampak yang kurang baik tersebut maka diperlukan adanya kedewasaan, bijak dan tepat guna. 

Menurut Budi, dasar hukum pelaksanaan kegiatan tersebut sesuai dengan amanat undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, dan amanat undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. 

“Tujuan dari terselenggaranya acara ini yakni untuk meningkatkan partisipasi serta umpan balik yang positif terhadap semua aktivitas kegiatan pembangunan yang dicanangkan oleh Bupati bersama wakil bupati maupun yang telah dilaksanakan oleh semua organisasi perangkat daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Jombang,” jelas Budi 

Selain itu, tujuan dari kegiatan ini sebagai media silaturahmi antar penggiat medsos dengan Bupati dan segenap jajaran Forkopimda serta OPD dan memperkuat sinergitas para penggiat medsos sebagai mitra dalam  mandiseminasikan informasi, program-program Pemerintah Kabupaten Jombang serta potensi yang ada di berbagai sektor. 

“Saya berharap dengan adanya kegiatan ini dapat terjalin hubungan personal antara para penggiat media sosial yang dikelola secara mandiri maupun kelompok dengan media sosial yang dikelola oleh organisasi perangkat daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Jombang dan menjadi ajang sharing informasi diskusi agar tercipta komunikasi yang berkualitas,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Arief Rahman selaku narasumber mengatakan semua yang paling penting adalah citra yang artinya citra kabupaten Jombang perlu dijaga bersama. 

“Kabupaten Jombang ini tempat kita mencari nafkah tempat kita beraktivitas. Saya harap media media yang ada di Kabupaten Jombang seperti media cetak, media online, radio dan lainnya bisa berkolaborasi dengan baik konstruktif untuk menjaga nama baik Kabupaten Jombang,” pungkasnya. (lis)