Caption Foto : Para buruh saat demo di depan Pemkab Jombang

mediapetisi.net – Puluhan buruh yang tergabung dalam Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) dan Serikat Buruh Playwod Jombang (SBPJ) menggelar aksi unjuk rasa menuntut kenaikan upah minimum Kabupaten Jombang karena BBM bersubsidi dinaikkan pemerintah pusat. Demo dilaksanakan di depan Pemkab dan dilanjutkan ke DPRD Jombang. Selasa (27/9/2022)

Koordinator GSBI Jombang Heru Sandi mengatakan, buruh menuntut agar harga BBM diturunkan oleh pemerintah. Sebab kondisi ini menyengsarakan buruh. Selain itu, selama beberapa tahun terakhir upah buruh di Kabupaten Jombang tidak mengalami kenaikan. Sehingga kondisi ini membuat buruh semakin tidak sejahtera.

“Tiga tahun terakhir ini upah kami tidak mengalami kenaikan. Sehingga perlu adanya perbaikan secara ekonomi kelompok buruh,” ungkapnya.

Menurut Heru, perekonomian buruh di Kabupaten Jombang belum pulih betul karena dampak Covid-19 masih sangat dirasakan oleh kelompok buruh.

“Setelah masa Covid yang tidak bisa menaikkan perekonomian buruh. Apalagi hari ini kebutuhan bahan pokok semakin naik, di tengah kenaikan BBM. Sehingga untuk bangkit mensejahterakan kebutuhan mereka itu sudah sangat sulit,” terangnya.

Para buruh meminta agar harga BBM segera diturunkan. Dan upah kabupaten Jombang ditetapkan sesuai dengan kenaikan pertalite sebesar 25 persen, sebesar Rp 3.314.000 di 2023. Tidak hanya itu, Pemerintah Kabupaten harus menjamin kebebasan berserikat para buruh.

“Berikan kebebasan berserikat pada seluruh buruh yang ada di Kabupaten Jombang dan cabut Undang-undang Omnibuslaw yang sudah menyengsarakan buruh,” tandasnya. (lis)