Caption Foto : Bupati Jombang saat.sambutan
mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTS) menggelar Business Gathering (Temu Usaha) dengan tema “Semangat Kemitraan Kita Wujudkan Daya Saing Produk Investasi Daerah Dimasa Pasca Pandemi. Bertempat di Taman Belakang Rumah Dinas Bupati Jombang. Kamis (14/7/2022)
Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahan menyampaikan terima kasih serta penghargaan kepada para undangan dan semua pihak yang telah ikut berperan serta atas terselenggaranya temu usaha. Mewabahnya pandemi Covid-19 sangat berdampak pada perekonomian Indonesia dan mengubah cara kebiasaan masyarakat dalam hal bekerja belajar memenuhi kebutuhan sehari-hari bahkan berinteraksi.
Dengan adanya kebijakan pembatasan aktivitas yang dikeluarkan oleh pemerintah telah membuat para pelaku usaha mengalami beberapa kesulitan berkaitan dengan keberlanjutan dan keberlangsungan produksi diantaranya adalah menurunnya kualitas dan kuantitas produksi. Hal tersebut secara tidak langsung juga berdampak pada menurunnya daya saing produk.

“Sehingga sektor usaha sangat lesu akibat dari dampak pandemi covid 19 ini terutama terhadap sektor usaha kecil usaha mikro kecil dan menengah. Karena UMKM mempunyai peran penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja UMKM juga berperan dalam mendistribusikan hasil-hasil pembangunan dengan kerjasama kemitraan dan motivasi dari para pengusaha sukses,” terangnya.
Menurut Bupati, temu usaha ini untuk memberikan motivasi kepada pelaku usaha dalam meningkatkan daya saing potensi investasi daerah di masa pandemi. Selain itu juga memfasilitasi untuk membangun kerjasama yang saling menguntungkan serta mendorong kerjasama kemitraan antara usaha besar dengan usaha mikro kecil menengah untuk berkembang sehingga bisa naik kelas kapasitas produksinya.
“Hal tersebut selaras dengan kebijakan pemerintah yang dituangkan dalam undang-undang nomor 11 tahun 2009 tentang Cipta kerja bahwa pengembangan investasi yang melibatkan antara usaha besar dan usaha kecil menengah diperlukan adanya kebersamaan yang bisa mengangkat UMKM agar naik kelas dan saling menguntungkan,” jelasnya.
Kabupaten Jombang memiliki beraneka ragam UKM UMKM yang bergerak di berbagai sektor usaha antara lain sektor makanan minuman dan kerajinan. Selama ini UMKM di Kabupaten Jombang telah mampu memproduksi produk-produk yang bervariasi dan berkualitas didukung oleh sumber daya sarana dan prasarana yang memadai tetapi di lain pihak UMKM masih membutuhkan pengembangan pemasaran permodalan model dan masih minimnya branded UMKM Kabupaten Jombang.
Untuk itu, UMKM di Kabupaten Jombang perlu peran pemerintah di dalam memberdayakan UMKM dengan program-program kegiatannya pihak swasta dengan CSR dan kemitraannya perbankan dengan permodalannya dan perguruan tinggi dengan analisis dan kajiannya semua unsur elemen kekuatan yang ada di Kabupaten Jombang. Apabila memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan UMKM di Kabupaten Jombang maka saya yakin keberadaan UMKM Kabupaten Jombang akan menjadi UMKM yang kuat Mandiri dan mampu menjalin kerjasama yang baik dengan pengusaha Hal ini terbukti pertumbuhan UMKM kita semua. Hari semakin bertambah baik kualitas kuantitas maupun aneka ragam jenis produksi sehingga UMKM Jombang mampu bertahan terhadap goncangan ekonomi nasional dan dunia yang kurang stabil.
“Temu usaha untuk mempertemukan UMKM dengan harapan dengan semangat kemitraan kita wujudkan daya saing investasi daerah di masa pasca pandemi di Kabupaten Jombang semakin kuat dan mampu bersaing di pasar global meningkatnya kesejahteraan UMKM meningkatkan pemerataan kesejahteraan masyarakat dan bermitra dengan pengusaha,” harap Bupati Mundjidah.
Sementara itu Kepala Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Jombang Wor Windari mengatakan Temu Usaha ini memberi kepercayaan diri kepada UMKM Jombang terhadap potensi usaha yang dimiliki dan dalam rangka menghadapi persaingan di pasar. Disamping itu, untuk meningkatkan hubungan bekerja sama bisnis antara para pelaku usaha didalam maupun di luar kabupaten Jombang, juga mampu mensinergi kan pemasaran potensi usaha UMKM atau dapat bersaing dengan pengusaha modern serta dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat Kabupaten Jombang.
“Kami mengundang 120 orang peserta terdiri dari Peraturan Daerah Unit Pelaksana Teknis Daerah (PERDA UPTD) diantaranya Kepala Dinkop, Kepala Disdagrin, Kepala Dinas Pariwisata, Bappeda, Kominfo, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas peternakan dan juga dari Penanaman Modal Asing(PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Katbin, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI), perhotelan dan rumah makan juga asusiasi pelaku usaha dari pelaku UMKM Jombang,” katanya.
Tidak hanya itu, DPMPTSP Provinsi Jawa Timur Kepala Dinasnya datang sendiri untuk memberi materi juga motivasi ataupun wawasan. Dia berharap dengan adanya kegiatan ini kedepannya nanti bisa ada 1 dari UMKM ini bisa bangkit, semangat lagi, setelah pasca pandemi.
“Narasumbernya juga dari pengusaha yang sukses memberi motivasi kepada pengusaha pengusaha yang berada di Jombang supaya bisa bangkit, disamping itu juga ada kerja sama antara UMKM dengan perusahaan besar dalam rangka menjalankan usahanya. Sehingga nanti investor bisa berbondong – bondong ke Jombang untuk berinvestasi dengan Kabupaten Jombang,” tandasnya. (lis)









