Caption Foto : Bupati Jombang saat membuka sarasehan Peningkatan Kualitas Kopi dan Pemasarannya

mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian melaksanakan Sarasehan Peningkatan Kualitas Kopi dan Pemasarannya yang dibuka oleh Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab. Dengan Narasumber H. Sunardi Ketua Komisi B DPRD Jombang, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember Andi Dharmawan. Hadir juga Staf Ahli Fahruddin W, Staf Ahli Murti C, Kepala Disdagrin Hari Oetomo, Kepala Disperta Rony, Kepala Bappeda Danang P, Kepala Diskominfo Budi Winarno, Forpimcam Wonosalam dan Asosiasi kopi Wonosalam. Bertempat di ruang pertemuan wisata Duran Duren Wonosalam. Rabu (22/6/2022)

Bupati Mundjidah menyampaikan bahwa Wonosalam merupakan salah satu wilayah penghasil Kopi terbaik di Jombang karena kopi nya memiliki cita rasa dan aroma khas yang tidak dimiliki daerah lain. Sudah bertahun-tahun Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pertanian untuk hasil dari tanaman kopinya dan untuk pemasarannya melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Sehingga serius dengan komoditas kopi ini. Dibuktikan dengan branding Kopi Exelsa

Tidak hanya itu, Indonesia merupakan negara terbesar keempat yang memproduksi biji kopi setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Hal tersebut membuat produk kopi kita memiliki keunggulan dalam volume produksi dibandingkan negara lainnya. Sehingga bisa dikatakan bahwa kopi menjadi salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peranan penting dalam kegiatan perekonomian tanah air. Oleh karena itu, diperlukan upaya strategis, seperti hilirisasi dalam rangka meningkatkan nilai tambah dan peningkatan kapasitas produksi.

“Atas nama pribadi dan pemerintah Kabupaten Jombang, saya menyampaikan terimakasih dan apresiasi buat Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagrin) Kabupaten Jombang yang menyelenggarakan Sarasehan Peningkatan Kualitas Kopi dan Pemasarannya,” ungkapnya.

Menurut Bupati, kopi pasarnya bagus apalagi Excelsa yang ditanam di Wonosalam termasuk jenis kopi yang cukup favorit di pasar dunia. Untuk itu, pentingnya memiliki semangat untuk berwirausaha dan mengembangkannya dengan adanya support luar biasa dari berbagai pihak termasuk Dinas Perdagangan dan Perindustrian untuk pemasarannya. 

“Untuk itu, saya berharap melalui sarasehan ini, Anggota Asosiasi Petani Kopi Wonosalam terus menambah ilmu. Tidak hanya menuntut ilmu terkait peningkatan kualitas kopi dan pemasaran saja, tapi juga menambah ilmu bagaimana produksi tanaman kopi dapat terus kontinue,” harapnya.

Kepada OPD terkait harus punya data, terutama terkait berapa hasil produksi kopi di Jombang, berapa kebutuhan kopi dipasar lokal apalagi dengan menjamurnya kafe saat ini yang membutuhkan kopi, serta berapa yang harus di ekspor. Jangan sampai semua kopi diekspor keluar, tapi kebutuhan sendiri tidak terpenuhi malah ambil dari luar.

“Ilmu dari hasil Sarasehan Peningkatan Kualitas Kopi dan Pemasarannya bisa dibagikan kepada masyarakat petani di Wonosalam. Sehingga setiap rumah punya tanaman kopi. Bibit kopi diberikan secara gratis dan dibiayai dari APBD,” tandas Bupati Mundjidah

Sememtara itu, Ketua Asosiasi Kopi Wonosalam Endrias Bambang Sugeng beserta segenap anggota Asosiasi Kopi Wonosalam (AKW) meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan berkolaborasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian guna memajukan hasil perkebunan di kawasan Wonosalam, terutama Kopi Wonosalam yang sudah mendunia. Sebab semuanya saling terkait dan harus mengedepankan kebersamaan, pungkasnya. (lis)