Caption Foto : warga saat akan menerbangkan balon udara

mediapetisi.net – Warga masyarakat Desa Ngumpul Kecamatan Jogoroto akan menerbangkan balon udara tetapi berhasil digagalkan oleh anggota Polsek Jogoroto Polres Jombang, Jawa Timur. Senin (9/5/2022)

Kapolsek Jogoroto AKP Moh. Darul Hudha saat dikonfirmasi membenarkan adanya rencana warga masyarakat Desa Ngumpul akan menerbangkan balin udara tanla awak tersebut yang digagalkan oleh anggotanya. Selain itu, petugas juga mengamankan sebuah balon yang siap diterbangkan ke udara karena dapat mengganggu lalu lintas udara dan membahayakan jalur penerbangan serta berpotensi menimbulkan kebakaran. 

“Ya tadi pagi sekitar pukul 06.30 WIB, kami telah menggagalkan serta mengamankan balon udara yang akan diterbangkan oleh warga masyarakat Desa Ngumpul Kecamatan Jogoroto,” terangnya.

Caption Foto : Anggota Polsek Jogoroto saat memgamankan balon udara 

Darul menjelaskan, sebelumnya pihak Polsek Jogoroto mendapat informasi tentang adanya balon udara yang akan diterbangkan masyarakat Desa Ngumpul. Menindaklanjuti laporan tersebut bersama anggota dengan melakukan patroli di wilayah hukumnya. Alhasil, didapati masyarakat yang akan menerbangkan balon udara tanpa awak.

“Karena tidak ada yang mengaku memilikinya, maka dengan disaksikan Tokoh masyarakat bernama Sulaiman (52) warga desa Ngumpul kemudian balon udara itu diamankan ke Mapolsek Jogoroto. Balon udara itu berwarna merah kombinasi, kuning dan biru terbuat dari plastik dengan diameter 4 meter dan tinggi 3,5 meter,” jelasnya.

Menurut Darul, Polsek Jogoroto melalui Bhabinkamtibmas selama ini gencar memberikan imbauan kepada masyarakat tentang pelarangan penerbangan balon udara tanpa awak. Larangan itu karena mengganggu lalu-lintas udara, membahayakan instalasi listrik dan bahaya kebakaran. Selain itu, juga berpontensi menimbulkan kebakaran jika balon udara yang diterbangkan gagal naik. Sebab, adanya penggunaan api serta asap sebagai alat untuk penerbangan bisa membakar sesuatu.

“Larangan bagi seseorang yang tetap melakukan hal tersebut, bisa dikenakan Pasal 53 dan pasal 411 UU RI Nomor 1 Tahun 2009 tentang penerbangan, dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp500.000.000,” tandas Darul. (lis)