Caption Foto : Wakapolda Jatim didampingi Kapolres Jombang saat memantau vaksinasi di Balai Desa Sengon

mediapetisi.net – Polda Jatim secara virtual mengikuti kegiatan Vaksinasi serentak Indonesia yang digelar di Balai Desa Sengon Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang dan di pimpin oleh Kapolri, Jendral Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. di Sukabumi Jawa Barat. Turut hadir Kapolres Jombang, AKBP Moh. Nurhidayat serta PJU  Polres Jombang,Komandan Satradar 222 Ploso, Letkol Lek Yudi Amrizalp , Camat Jombang, dan beberapa Kepala Desa di Kabupaten Jombang. Kamis (31/03/22)

Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo menyampaikan, Vaksinasi serentak Indonesia ini merupakan kegiatan rutin zoom meeting terkait dengan pelaksanaan vaksinasi yang dipimpin secara langsung oleh Kapolri di Sukabumi Jawa Barat dengan tujuan melakukan percepatan vaksinasi khususnya vaksin booster.

“Kegiatan vaksinasi yang sekarang kita laksanakan diharapkan bisa mempercepat program vaksinasi dari pemerintah pusat khususnya vaksin booster. Karena tidak lama lagi umat Islam akan melaksanakan puasa romadhon dan juga lebaran,” ujarnya.

Lanjut Wakapolda Jatim, pastinya di bulan ramadhan umat Islam akan melaksanakan sholat tarawih, maka dari itu ketika terjadi pelonggaran saat puasa ramadhan pemerintah akan tetap memberikan kebijakan terkait dilaksanakannya shalat tarawih.

“Puasa pastinya akan dilaksanakan oleh seluruh umat Islam begitu pula dengan lebaran, maka dari itu vaksinasi harus di percepat agar dapat melindungi masyarakat atau membentengi masyarakat dari penyebaran covid-19,” terangnya.

Wakapolda Jatim juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan dalam melaksanakan ibadah puasa, shalat tarawih dan juga shalat hari raya idul fitri. Paling tidak masyarakat harus bisa terpenuhi dalam melakukan vaksinasi.

“Vaksin booster di Jawa Timur masih mencapai angka 7% sedangkan vaksin yang tersisa di Jawa Timur masih ada sekitar 18%,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang drg. Budi Nugroho juga menyampaikan, penyaluran vaksin booster di Kabupaten Jombang memang sedikit terlambat, akan tetapi Kabupaten Jombang tetap berada di urutan pertama se-Jawa Timur dengan angka 11%.

“Kendala penyaluran vaksin booster yang sedikit terhambat salah satunya yakni dari faktor lansia, karena melihat sisi kondisi fisik dan penyakit penyerta. Ada juga masyarakat yang kadang-kadang berfikir bahwa setelah vaksinasi 2 dosis sudah aman, sehingga dalam hal inilah yang harus kita mulai mensosialisasikannya lagi kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, kegiatan Bulaga di Kecamatan Bareng beberapa hari yang lalu menjadi salah satu cara mensosialisasikan vaksinasi booster. Dan adanya himbauan dari pemerintah terkait pemudik yang harus sudah melakukan vaksinasi bosster juga pasti akan berpengaruh pada masyarakat.

“Kegiatan vaksinasi bosster ini memang program percepatan dari pemerintah untuk Mudik lebaran. Terkait Kegiatan vaksinasi booster di saat Ramadhan masih menunggu keputusan dari pemerintah. Dan kemarin dari MUI sudah ada Surat edaran terlait vaksinasi, tetapi nanti juga harus menunggu apakah ada Surat Keputusan bersama,” pungkasnya.  (lis)