Caption Foto : Penghargaan IGA untul Jawa Timur dari Kemendagri RI

mediapetisi.net – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kembali menorehkan prestasi tingkat nasional dengan menerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2021 kategori Provinsi Terinovatif dari Kementerian Dalam Negeri RI (Kemendagri RI). Penganugerahan IGA 2021 yang diselenggarakan secara virtual oleh Mendagri Jenderal Polisi (Purn) Muhammad Tito Karnavian didampingi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendagri RI Eko Prasetyanto Purnomo Putro.

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian menyampaikan ada enam kategori penghargaan yang diberikan dalam IGA 2021, yakni kategori sangat inovatif, kategori provinsi serta kota sangat inovatif, kategori kabupaten terinovatif, kategori Kota Terinovatif, kategori daerah perbatasan dan tertinggal inovatif serta kategori provinsi terinovatif.

Provinsi Jawa Timur menerima penghargaan kategori provinsi terinovatif bersama empat provinsi lain, yakni Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Sumatera Selatan. 

“Kriteria penilaian pemerintah daerah inovatif, antara lain, mengandung pembaharuan seluruh dan sebagian unsur dari inovasi. Berikutnya memberi manfaat bagi daerah dan masyarakat, tidak mengakibatkan pembebanan dan pembatasan pada masyarakat yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Lalu, inovasi tersebut harus merupakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah, serta dapat direplikasi,” terangnya.

Lanjut Mendagri Tito, penghargaan IGA 2021 yang merupakan kegiatan tahunan bukan sekadar seremonial. Akan tetapi, momentum ini mendorong semua kepala daerah semakin meningkatkan terobosan yang kreatif dan inovatif di masing-masing daerahnya.

“Dengan demikian, mampu menciptakan iklim yang kompetitif, mensejahterakan masyarakatnya dan kapasitas fiskal lebih mandiri,” jelasnya.

Agar ada peningkatan terobosan layanan yang kreatif dan inovatif, Tito mengatakan, kuncinya adalah gaya kepemimpinan dari masing-masing kepala daerah. Kepala daerah, kata dia, menjadi kunci desentralisasi otonomi daerah yang harus memiliki tiga pola strong leader yang kuat.

Pertama, memiliki kekuatan membuat aturan, mengambil keputusan, membuat rancangan APBD, mengejar pendapatan, mengeksekusi anggaran. Kedua, memiliki pengikut yakni staf formal, hingga massa akar rumput. Ketiga memiliki konsep untuk mengetahui tujuan daerahnya mau dibawa kemana.

“Inilah perbedaannya dan kuncinya di sini, strong leader. Dari 548 kepala daerah akan terlihat di bagian ketiga, yakni konseptual memunculkan terobosan yang kreatif sehingga pemimpin yang berciri konseptual menjadi kunci kesuksesan suatu daerah sehingga mandiri secara fiskal dan rakyat turut sejahtera,” urai Tito.

Sementara itu, Gubernur Jatim mengungkapkan penghargaan yang diterima merupakan wujud apresiasi atas kerja keras seluruh pihak. Khususnya ASN di lingkungan Pemprov Jatim yang terus melakukan inovasi untuk meningkatkan layanan bagi masyarakat.

“Saya mengajak seluruh ASN Pemprov Jawa Timur untuk menjadikan apresiasi IGA Award dari Kemendagri RI tahun 2021 bagi Jawa Timur sebagai provinsi terinovatif sebagai pendorong bagi kita untuk terus berinovasi memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat Jawa Timur serta percepatan perwujudan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Gubernur Khofifah juga mendorong ASN Pemprov Jatim agar menciptakan inovasi dengan mengkolerasikan percepatan layanan melalui motto Cepat-Efektif-Efisien-Tanggap Transparan-Akuntabel dan Responsive (CETTAR) kepada seluruh masyarakat Jatim. Format-format semacam ini, mempercepat terwujudnya pelayanan masyarakat yang lebih baik melalui berbagai inovasi dari Pemprov Jatim merupakan wujud realisasi atas komitmen kerja CETTAR yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Hal ini, selaras dengan motto kerja ASN Pemprov Jatim CETTAR yang kemudian mengalir ke seluruh sendi layanan perangkat