Caption Foto : Bupati Jombang saat sambutan

mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) memberikan materi Pembinaan Peningkatan Kapasitas Dan Kapabilitas kepada Pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Jombang dan FKDM Kecamatan se-Kabupaten Jombang dibuka Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab. Dihadiri Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD dan Ketua FKDM. Bertempat di gedung KPRI Sejahtera Jombang. Selasa (27/10/2021)

Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab mengapresiasi kepada Bakesbangpol yang telah memberikan materi Pembinaan Peningkatan Kapasitas Dan Kapabilitas Anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten dan Kecamatan, Se Kabupaten Jombang.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada FKDM yang dapat menciptakan situasi kondusif dan damai masyarakat Jombang, sehingga selalu tercipta dan menjaga kerukunan, kebersamaan, toleransi, dan kegotongroyongan. Sebab menurutnya kebersamaan dan kegotongroyongan merupakan modal utama dalam membangun Kabupaten Jombang dengan visi “Jombang Berkarakter Dan Berdaya Saing”.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang saya mengucapkan terima kasih atas kontribusi dan kerjasama FKDM dengan pemerintah Kabupaten Jombang dan FKDM Kecamatan se Kabupaten Jombang dalam memelihara ketentraman dan ketertiban sehingga Kabupaten Jombang tetap kondusif,” ungkapnya.

Bupati berharap FKDM dapat lebih aktif membantu pemerintah Kabupaten Jombang dalam melaksanakan salah satu kewajibannya untuk melindungi masyarakat, menjaga persatuan, kesatuan dan kerukunan nasional serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, terutama dalam menjaga dan memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat sebagaimana yang diamanahkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Perlu kesiapsiagaan FKDM terhadap adanya bencana alam, non alam dan bencana lainnya antara lain bencana sosial (narkoba, kriminalitas dan bencana ulah manusia lainnya). Terlebih lagi dimasa pandemi covid-19 yang belum berakhir ini mohon kepada FKDM bisa mengawal program-program Pemerintah dalam upaya penanggulangan covid-19 beserta dampak yang ditimbulkan baik dampak ekonomi maupun sosial budaya,” terangnya.

Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Jombang saat ini sudah menunjukkan penurunan yang signifikan. Capaian Vaksinasi sudah diangka 76 persen. Untuk vaksinasi lansia masih perlu terus didorong. “Kita sudah berada di level satu, saat ini hanya kecamatan Jombang yang masih zona oranye. Semoga semuanya segera menjadi zona hijau. Oleh karenanya saya berharap FKDM turut memotivasi dan memberikan teladan kepada masyarakat untuk disiplin tetap melindungi diri dengan berikhtiar lahir batin, tetap prokes dan terus berdoa,” harap Bupati.

Kepala Bakesbangpol Anwar menyampaikan salah satu tugas FKDM adalah membantu pemerintah dalam bidang Kamtibmas dengan cara deteksi dan cegah dini atas dinamika kehidupan masyarakat. Selain itu, anggota FKDM harus dibekali ilmu pengetahuan dan agar optimal dalam tugas serta timbul kepekaan dan Kewaspadaan atas timbulnya ancaman, gangguan, tantangan dan hambatan sehingga tercipta kondisi masyarakat yang aman, jelasnya.

Sedangkan materi Cinta Agama, Toleransi Indonesia oleh Kasdim 0814 Jombang Mayor Inf. Run Harjono, Indonesia juga mengalami Dampak Globalisasi, sehingga Negara seolah tanpa batas (Borderless), saling tergantung (Interdepedency), saling tehubung (Interconected) dan lahirnya aliran globalisme yang lebih kuat dari pada Nasionalisme Menurut survei Litbang Kompas Media bulan Agustus tahun 2016, kondisi Nasionalisme di Indonesia mengalami penurunan sebesar 49,9% dimana masyarakat merasakan adanya pelemahan rasa Nasionalisme dalam diri bangsa Indonesia.

“Badan Pusat Statistik (BPS) juga melakukan survei tentang nilai – nilai kebangsan pada tahun 2015 dalam hal ini Nasionalisme Indonesia mengalami ancaman atas ketahanannya. Di mana survei tersebut meliputi, 18 dari 100 orang Indonesia tidak tahu judul lagu kebangsaan, 53% orang Indonesia tidak hafal lirik lagu kebangsaan dan 24 dari 100 orang Indonesia tidak hafal sila – sila Pancasila,” tegasnya. 

Selanjutnya materi Deteksi dan cegah dini terhadap potensi konflik dampak dari pencemaran lingkungan hidup disampaikan Yuli Inayati Kepala Bidang kewaspadaan dan pengendalian DLH Jombang menyampaikan bahwa sumber potensi dan dampak limbah B3 antara lain perusakan lingkungan hidup, pencemaran lingkungan hidup dan perusakan hutan. Sedangkan deteksi dini pencemaran lingkungan hidup diantaranya asap dan bau dari proses pembakaran, bau dan ikan mati akibat limbah cair dari industri serta bau dan udara tercemar dari pembuangan LB3.

“Instansi yang bertanggung jawab atas penanganan pencemaran lingkungan hidup adalah Kementerian, instansi lingkungan hidup atau kehutanan ditingkat provinsi dan Kabupaten serta satuan pengelolaan hutan. Ketika menemukan adanya pencemaran lingkungan hidup bisa melakukan tindakan laporan pengaduan paling sedikit berisikan informasi, Identitas lengkap pengadu, lokasi kejadian, dugaan sumber atau penyebab, waktu, uraian kejadian dan dampak yang dirasakan serta penyelesaian yang diinginkan,” pungkasnya. (lis)