Caption Foto : Kalapas Kelas II B Jombang (tengah) bersama Jajarannya usai Shola Idul Fitri

mediapetisi.net – Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) memberikan remisi khusus kepada narapidana. Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Jombang  sebanyak 380 narapidana/Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) muslim mendapatkan pengurangan masa hukuman.

“Tahun 2021 ini, Kementerian Hukum dan HAM melalui Lapas Kelas II B Jombang memberikan remisi kepada 380 WBP dari total penghuni 997 WBP dan yang langsung dapat menghirup udara bebas 1 orang WBP,” terang Mahendra Sulaksana Kepala Lapas Kelas II Jombang saat ditemui usai melaksanakan Sholat Idul Fitri 1442 di kantornya. Kamis (13/5/2021)

Pemberian remisi khusus tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap warga negaranya yang tersangkut kasus hukum. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, syarat mendapat remisi diantaranya berkelakuan baik, yang dibuktikan dengan tidak menjalani hukuman disiplin dalam 6 bulan terakhir dan telah menjalani program pembinaan dengan baik dan telah menjalani masa pidana lebih dari 6 bulan.

“Hari Raya Idul Fitri tahun ini, Kemenkumham memberikan remisi kepada 121.026 narapidana di Indonesia, sebanyak 550 di antaranya langsung bebas. Remisi paling banyak diberikan kepada narapidana dari wilayah Sumatera Utara sebanyak 14.906 orang, disusul Jawa Timur sebanyak 13.223 orang, dan Jawa Barat sebanyak 11.776 orang,” jelas Mahendra.

Selain itu, Mahendra mengatakan pemberian remisi juga melalui penilaian Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), apakah yang bersangkutan berkelakuan baik dan mengikuti segala bentuk program pembinaan selama di Lapas atau tidak. Sehingga, diharapkan pemberian tersebut memang benar-benar tepat.

“Sesuai arahan Menkumham Yassona H. Laoly bahwa sistem pemasyarakatan  bertujuan agar Warga Binaan Pemasyarakatan menyadari kesalahannya, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana, sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat,” tegasnya.

Mahendra berpesan kepada WBP untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, menjadi insan yang taat hukum, berakhlak mulia dan berbudi luhur, serta berguna bagi pembangunan bangsa.

“Saya berterima kasih dan penghargaan kepada seluruh petugas Pemasyarakatan yang dengan tulus ikhlas telah mengabdikan diri kepada bangsa dan negara. Saya berharap petugas terus meningkatkan kinerja dan produktivitas, serta tetap mematuhi protokol kesehatan karena masih pandemi Covid-19. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H Minal Aidzin Wal Faidzin mohon maaf lahir dan bathin,” pungkas Mahendra. (lis)