Caption Foto : Bupati Jombang didampingi Wakil Bupati Jombang dan Asisten 3 saat press conference dengan awak media

mediapetisi.net – Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab didampingi Wakil Bupati Sumrambah dan Asisten 3 Hari Oetomo menggelar Press Conference dalam rangka persiapan Idul Fitri 1442 H/2021 M. Bertempat di Pendopo Kabupaten Jombang, Selasa (10/05/21) 

Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab menyampaikan sehubungan dengan larangan mudik ini diatur oleh surat edaran no 13 tahun 2021 dari satgas penanganan covid 19 tentang larangan mudik pada hari raya Idul Fitri tahun 1442 H dan upaya pengendalian penyebaran Covid 19 selama bulan suci Ramadhan. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid 19 yang lebih banyak lagi setelah Idul Fitri. 

“Selanjutnya sebanyak 27 Kabupaten atau kota dari 38 kota kabupaten se-Jawa Timur berada pada zona orange salah satunya adalah Kabupaten Jombang. Sehingga pada tanggal 10 Mei 2021 pukul 20.12 WIB total kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Jombang sebanyak 4740 kasus, total kematian 515, sembuh 4188 dan dirawat  37 orang. Kecamatan yang sudah zona orange yakni kecamatan Jombang,” paparnya.

Berdasarkan surat edaran Menteri Agama nomor SE 07  tahun 2021 itu tentang panduan penyelenggaraan salat idulfitri tahun 1442 hijriah atau tahun 2021 M dan surat edaran gubernur Jawa Timur tanggal 10 Mei 2021 itu nomor 451/10180/012.1/2021 tentang penyelenggaraan salat Idul Fitri tahun 1442 hijriah atau tahun 2021 di masa pandemi Covid 19 di Jawa Timur beserta hasil rapat forum koordinasi pimpinan daerah Kabupaten Jombang camat se Kabupaten Jombang majelis ulama Indonesia Kabupaten Jombang dan beberapa organisasi masyarakat Islam di Kabupaten Jombang pada tanggal 10 Mei 2021 diperlukan panduan penyelenggaraan salat Idul Fitri untuk memutus rantai penyebaran Covid 19 dalam rangka melindungi masyarakat.

“Berkaitan dengan surat edaran tersebut yakni malam takbiran menyambut hari raya Idul Fitri dalam rangka mengagungkan asma Allah dapat dilakukan di semua masjid dan di mushola dengan ketentuan dilaksanakan secara terbatas maksimal 10% dari kapasitas masjid dan musholla dengan memperhatikan standar protokol kesehatan secara ketat sementara kegiatan takbir keliling yang biasa dilakukan untuk tahun ini di tiadakan untuk mengantisipasi keramaian dan kegiatan takbir dapat disiarkan secara virtual dari masjid dan mushola sesuai ketersediaan perangkat telekomunikasi di masjid dan mushola dengan tetap menjaga ketentraman umum,” jelas Bupati Jombang.

Sementara itu, terkait pelaksanaan salat Idul Fitri masih tetap dilakukan sesuai dengan kriteria zonasi pengendalian wilayah hingga di tingkat RT sebagaimana diatur dalam PPKM, di setiap wilayah memiliki jumlah persentase jamaah untuk salat Idul Fitri yang sesuai dengan  kriteria zonasi wilayah .

“Apabila  wilayah ditingkat RT sudah masuk zona orange maka bisa melaksanakan salat berjamaah di Masjid dengan jumlah jamaah tidak melebihi 15% dari kapasitas tempat ibadah kalau kuning dan hijau kapasitas nya 50%. Dengan adanya sistem zonasi PPKM dalam pelaksanaan salat Idul Fitri ini diharapkan tidak ada pemusatan kegiatan dalam satu tempat yang bisa menimbulkan kerumunan, dan saya minta agar dalam pelaksanaan sholat Idul Fitri di bentuk sebuah panitia agar bisa teratur dan sesuai dengan protokol kesehatan,” pungkas Bupati Jombang. (lis)