Caption Foto : Bea Cukai Kediri saat melaksanakan dialog interaktif

mediapetisi.net – Bea Cukai Kediri menggelar dialog interaktif yang dilaksanakan secara virtual dalam rangka mengembangkan Usaha Kecil Menengah (UKM) daerah lingkar wilis dan menunjang program Pemulihan Ekonomi Nasional, Bea Cukai Kediri menggelar dialog interaktif yang dilaksanakan secara virtual. Senin (13/9/2021)

Dialog interaktif pengembangan UKM Lingkar Wilis ini menghadirkan Kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur II Oentarto Wibowo, Walikota Kediri Abdulloh Abu Bakar, Kepala Cabang BSI Kediri Sistono, Atase Keuangan KBRI Singapura Deni Surjantoro dan Atase Perdagangan KBRI Singapura Rumaksono, serta diikuti oleh para pelaku UKM di wilayah lingkar wilis.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Jatim II Oentarto Wibowo mengatakan bahwa Bea Cukai mempunyai beberapa fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh para pengusaha untuk menjalankan produksinya. “Bea Cukai mempunyai beberapa fasilitas kemudahan untuk para pengusaha dalam menjalankan produksinya dalam hal yang memanfaatkan bahan baku atau bahan penunjang ex impor,” jelasnya.

Sementara itu, Sunaryo Kepala Bea Cukai Kediri dalam pemaparannya menerangkan bahwa Bea Cukai Kediri telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong ekspor UKM. Mulai dari penyuluhan kepada pelaku UKM, kolaborasi dengan Kadin, serta penggalian potensi ekonomi wilayah lingkar wilis. “Dialog pagi ini merupakan Kick Off Meeting dari program-program yang telah dilakukan dalam mengembangkan potensi lingkar wilis dan mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional” terangnya.

Walikota Kediri Abdulloh Abu Bakar menjelaskan, sudah banyak dukungan yang dikerahkan Pemerintah Kota Kediri untuk membantu kelangsungan hidup pelaku UKM Kediri. Dukungan-dukungan tersebut sangat diperlukan karena berdasarkan data sensus ekonomi Kota Kediri, perkembangan UKM wilayah Kota Kediri selama Pandemi COVID-19 mengalami kontraksi yang sangat signifikan.

“Harapan dari dialog ini, sinergi DJBC Jatim II dan Pemerintah Kota Kediri agar pengembangan lingkar wilis semakin produktif dan sistemik dalam mensukseskan program pemulihan ekonomi khususnya wilayah lingkar wilis. Selain itu dengan memanfaatkan momentum pembangunan bandara Dhoho, pemulihan ekonomi wilayah lingkar wilis bisa lebih cepat dan bisa berkontribusi tidak hanya lingkup jawa timur tetapi juga lingkup nasional,” pungkasnya. (lis)