Caption Foto : Para peserta saat mengikuti pelatihan tenun

mediapetisi.net – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jombang melakukan Koordinasi, Sinkronisasi dan Pelaksanaan Pemberdayaan Industri dan Peran Serta Masyarakat melalui pelatihan tenun dan pelatihan turunan tenun yang berakhir pada hari Sabtu 17 Juli 2021.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jombang Bambang Nurwijanto yang diwakili Kepala Bidang Perindustrian Isnaini saat dikonfirmasi mengatakan Disperindag kabupaten Jombang telah melaksanakan pemberdayaan industri dan peran masyarakat melalui pelatihan tenun selama 10 hari mulai 29 Juni sampai dengan 9 Juli 2021. Pelatihan tenun tersebut dilaksanakan di POKMAS WASTRA Sejahtera Desa Penggaron Kecamatan Mojowarno.

Sedangkan pelatihan turunan tenun dilaksanakan selama 7 hari mulai tanggal 10 sampai 17 Juli 2021 bertempat di LKP Bangun Karya Jl Anusapati No 18 Kepanjen kecamatan/kabupaten Jombang. Tìdak hanya itu, KWB Berkah Jaya Desa Mojotrisno Kecamatan Mojoagung yang menaungi para Desainer di wilayah Kabupaten Jombang. 

“Untuk pelatihan turunan tenun fokus pada pembuatan dress yang menggunakan kain tenun sebagai bahan utama dari hasil produksi para pengrajin tenun POKMAS WASTRA Sejahtera Desa Penggaron Kecamatan Mojowarno,” terang Isnaini saat ditemui di ruang kerjanya. Senin (19/7/2021)

Menurut Isnaini, melalui kegiatan pelatihan tenun dan turunan tenun diharapkan dapat menumbuhkembangkan kerajinan rakyat, terutama kerajinan tenun yang sejak dahulu menjadi salah satu kerajinan masyarakat kabupaten Jombang. Selain itu kegiatan tersebut dapat memberikan keterampilan kepada wanita dan wirausaha baru yang ada di Kabupaten Jombang.

Isnaini berharap kegiatan tersebut akan menambah keanekaragaman kerajinan serta dapat membuka lapangan usaha baru di Kabupaten Jombang. Sehingga memberikan manfaat dalam upaya meningkatkan nilai tambah terutama pendapatan dan penghasilan bagi pengrajin dan pelaku usaha.

“Dari Pelatihan 10 hari para penenun telah belajar untuk dapat  membuat motif yang menarik dan berkualitas sehingga bersaing dengan hasil tenun daerah lain di tingkat nasional. Selain itu setiap peserta yang sudah dilatih ini harus terus dipantau perkembanganya sehingga kegiatan pelatihan ini akan terus berlangsung dan berkelanjutan. Kegiatan pelatihan ini sesuai dengan arahan nara sumber dan langsung dipraktekkan oleh para peserta dengan menggunakan alat tenun yang telah difasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan,” pungkas Isnaini. (lis)